health

10 Tips Cerdas Untuk Menghadapi Bullying di Kantor Tanpa Drama

Siapa bilang kasus bullying cuma terjadi pada anak-anak di sekolah? Bullying itu adalah kelakuan negatif yang berasal dari orang yang mentalnya bermasalah. Jika kesehatan mental dan psikologisnya belum dibenahi, kecenderungan seseorang untuk merisak atau mem-bully akan terus ada dari ia kecil sampai dewasa. Jadi jangan heran kalau orang dewasa yang seharusnya sudah lebih matang pun bisa mem-bully. 

Salah satu tempat yang rentan kasus bullying adalah tempat kerja. Di kantor, bukan tidak mungkin jika rekan kerja, atau malah bosmu, tanpa kamu sadari, sudah merisakmu. Kalau kamu merasa tidak nyaman, sedih, kecewa, dan jadi benci pada diri sendiri akibat kata-kata yang dilontarkan mereka padamu, besar kemungkinan kamu adalah korban bullying di kantor. 

Lalu apa yang harus kamu lakukan untuk menghadapinya? Berikut 10 tips untuk mengatasi bullying di tempat kerja dengan anggun tanpa banyak drama. 

Beri Batasan

Tanyakan pada diri sendiri, bagaimana perasaanmu yang sebenarnya terhadap kasus bullying ini. Tetapkan batasan pada perlakukan mana yang bisa kamu tolerir dan mana yang kamu anggap keterlaluan. Kalau rekan-rekanmu sering bercanda menertawakanmu di depan umum dan kamu merasa malu dan sakit hati, itu berarti kasusnya sudah bukan lagi sekadar bercanda biasa. 

Jangan Diam Saja

Kalau pelaku hanya segelintir, sekitar satu atau dua orang, kamu bisa katakan langsung pada mereka bahwa kamu tidak suka diperlakukan seperti itu. Seringnya, pelaku bullying tidak tahu perlakuan yang mereka anggap biasa ternyata bisa menghancurkan seseorang. 

Laporkan ke Orang yang Berwenang

Kalau pelaku bullying-nya ternyata banyak, atau cara mengkonfrontasi langsung ternyata tidak efektif, berarti kini saatnya untuk lapor ke orang yang berwenang, seperti HRD, manajer, atau supervisor. Saat melapor, kamu juga harus menyertakan bukti-bukti atau saksi yang bisa dipercaya. 

Kumpulkan Bukti dan Saksi

Memang tidak semua kasus bullying di kantor meninggalkan bukti. Namun bukannya tidak mungkin ditemukan. Jika kamu mendapat pesan bernada mengancam, itu bisa kamu gunakan sebagai bukti. Jangan lupa untuk menemukan saksi yang bisa dipercaya. Ingat, bukti dan saksi tidak cuma terbatas pada kasusmu saja. Mungkin ada lagi korban bullying lainnya yang lebih memilih diam. Kamu lah yang harus berusaha untuk menemukan mereka dan membantu mereka untuk speak up

Jangan Membalas

Ketika kamu di-bully, jangan terpancing untuk membalas. Selain akan memberi citra buruk padamu sebagai korban, masalahnya juga akan semakin panjang. Jadi, sebisa mungkin kuasai diri saat kamu di-bully. 

Bukan Berarti Diam Saja

Menguasai diri saat di-bully bukan berarti kamu harus diam saja saat itu terjadi. Kamu justru tidak boleh diam, karena pelaku justru senang melihatmu tidak berdaya. Kamu harus bereaksi yang tidak diduga oleh si pelaku. Alih-alih membalas, kamu bisa memberinya pujian. Kalau ditertawakan, kamu bisa ikut tertawa. 

Klarifikasi

Kalau bullying ini sudah menyangkut sesuatu yang berasal dari gosip, kamu wajib klarifikasi. Temukan siapa yang pertama kali memulai gosip ini, lalu secara empat mata jelaskan duduk permasalahannya. 

Libatkan si Tukang Bully dalam Berbagai Kegiatan

Bukan tidak mungkin kasus bullying biasanya diawali dengan perasaan iri si pelaku terhadap korban. Bisa jadi pelaku iri melihat karirmu yang gemilang. Kalau menurutmu kasusnya memang seperti ini, usahakan untuk mendekati si pelaku secara personal. Buat ia mengenalmu secara lebih baik. Libatkan ia dalam berbagai acara kantor atau bahkan hangout after work

Ketahui Cara Untuk Melawannya

Kalau pelaku bullying adalah bosmu sendiri, bisa dipahami kalau kamu merasa tidak enak untuk bertindak ekstrem. Kenali saja polanya. Misalnya, ia perfeksionis dan selalu ingin sempurna. Maka biarkan ia mengontrol. Kalau ia insecure, berikan pujian pada kinerja kerjanya. Kalau ia kaku dan sulit untuk diajak berkomunikasi, tunjukkan bagaimana cara menyampaikan informasi dengan tepat. 

Laporkan ke Serikat Pekerja

Kalau kasusnya sudah benar-benar serius dan melanggar hukum, kamu bisa mengadukan kasusnya ke serikat pekerja seluruh Indonesia. Ini adalah langkah terakhir yang bisa kamu lakukan untuk melaporkan kasus bullying di tempat kerja. 

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: