10 Jenis Narkoba yang Umum Dipakai dan Wajib Kamu Hindari

Dengan maraknya kasus penangkapan artis dan public figure karena kasus narkoba akhir-akhir ini, kita jadi semakin sadar bahwa penyalahgunaan obat-obatan terlarang sudah sangat sering terjadi  di Indonesia dan patut dikhawatirkan. 

Narkoba sendiri sebetulnya adalah senyawa kimia yang umumnya dipakai dalam dunia medis untuk membius pasien yang hendak operasi, atau untuk mengobati penyakit tertentu. Zat ini mampu merangsang syaraf pusat. Makanya penggunannya harus di bawah pengawasan dokter, karena dalam jangka panjang bisa menyebabkan halusinasi dan ketergantungan. 

Orang umumnya menggunakan narkoba untuk melarikan diri dari depresi dan kesedihan berkepanjangan, karena efeknya memang menenangkan. Namun obat-obatan terlarang jelas bukan solusi bagi gangguan mental. Itulah mengapa penggunaannya yang tanpa resep dokter dilarang. 

Kalau kamu tidak mau berurusan dengan hukum dan polisi, jangan pernah coba-coba menyentuh barang-barang haram berikut ini:

Morfin

Source: sciencemag.org

Merupakan alkaloid analgesik yang bisa ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung di sistem syaraf pusat dan bisa menghilangkan rasa sakit. 

Heroin

Source: ediburghnews.scotsman.com

Obat yang satu ini sering juga disebut sebagai putaw. Ini adalah olahan morfin secara kimiawi. Meskipun demikian, efek dan reaksi yang diberikan heroin jauh lebih kuat ketimbang morfin. Akibatnya, zat ini jadi jauh lebih mudah untuk menembus otak ketimbang motfin. 

Ganja

Source: vox.com

Ganja merupakan tumbuhan cannabis sativa syn. cannabis indica yang menghasilkan kandungan zat narkotika. Kandungan zat berbahaya tersebut terdapat pada bijinya. Jika dipakai, penggunanya akan merasakan euforia (rasa senang berlebihan) tanpa sebab yang berkepanjangan. 

Kokain

Source: wagwalking.com

Sama seperti ganja, kokain juga berasal dari tanaman, yakni erothroxylon coca yang berasal dari Amerika Selatan. Daun dari tanaman ini digunakan untuk memberikan efek stimulan, biasanya langsung dikunyah. Namun, untuk bisa jadi berbahaya daunnya harus dicampur dengan zat kmiat tertentu, yang kemudian menjadi kokain. Kokain bisa membuat metabolisme sel jadi super cepat. 

LSD

Source: americanaddictioncenters.org

Jenis narkotika yang satu ini bisa menyebabkan penggunanya berhalusinasi. Umumnya bentuknya pil, kapsul, atau lembaran kertas kecil. LSD sendiri berasal dari biji-bijian gandum yang terkena jamur, yang disebut ergot. Dalam dunia medis, LSD digunakan untuk mengobati masalah psikologis karena bisa memberikan efek ketenangan dan kesenangan. 

Opium

Source: tni.org

Disebut juga dengan opiat, candu, poppy, dan apiun. Opium berasal dari tumbuhan papaver sumniferum yang sebetulnya belum matang. Dalam dunia medis, bunga dari tumbuhan ini digunakan sebagai penghilang rasa sakit. Yang berbahaya adalah ketika digunakan berlebihan penggunaannya bisa merusak keseluruhan fungsi tubuh. Opium digunakan dengan cara dihisap. 

Kodein

Source: medium.com

Sabu-sabu

Source: infopublik.id

Ini adalah asam opiat yang diproses dengan morfin, dan umumnya dipakai di dunia medis untuk mengobati penyakit batuk. Meski digunakan untuk mengobati penyakit ringan, kodein memiliki efek adiktif atau ketagihan. Biasanya digunakan dalam bentuk pil, cairan, atau zat yang bisa dihisap. 

Dikenal juga dengan sebutan meth, kristal, dan kapur. Narkoba ini masuk ke dalam jenis psikotropika, dan paling sering ditemui di Indonesia. Bentuknya sendiri berupa bubuk putih atau kristal, bisa juga cair jika ditambah air. Dalam dunia medis, obat ini digunakan untuk mengobati penyakit ADD, hiperaktif, dan narkolepsi. Efeknya adalah rasa senang dan bersemangat karena obat ini mengandung dopamin. 

Ekstasi

Source: newsweek.com

Nama lainnya adalah MDMA dan inex. Obat ini membuat penggunanya jadi hipersensitif terhadap rangsangan, dan sering membuat halusinasi. Efeknya memang bisa memberikan rasa senang yang berlebihan, bahagia, dan bahkan menimbulkan rasa cinta. Zat adiktif ini sering digunakan jika orang ingin bersenang-senang. Umumnya dikonsumsi dalam bentuk bubuk, tablet, atau pil. 

Metadon (MTD) 

Source: alltestsonline.com

Obat opioid sintetuk ini efeknya sama kuat seperti heroin. Dalam dunia medis, obat ini digunakan untuk pemulihan pengguna heroin, morfin, dan kodein agar tidak sakaw. Ironisnya, meski digunakan untuk menangkal zat narkotika, obat ini juga bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama dan menyebabkan efek samping yang serius. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.