Di Balik Viralnya KKN di Desa Penari, Ini Pelajaran Moral yang Harus Kita Petik

Akhir-akhir ini, media sosial tengah diributkan oleh kisah mistis bertajuk KKN di Desa Penari. Cerita yang berupa utas tersebut awalnya dari Twitter. Namun saking viralnya, kemudian kisah ini juga disebar dan dibagi ke berbagai media sosial lain. 

Sebagai penikmat cerita horor. tentu saja asyik untuk mengikuti kisah seperti ini. Ditambah lagi, menurut penulisnya, cerita ini merupakan kisah nyata. Tentu kesan mistisnya jadi lebih terasa kan? 

Sumber: Twitter @SimpleMan

Si penulis menggambarkan lokasi yang cukup akurat di ceritanya. Meskipun ia sudah berusaha menyensor guna menyembunyikan nama tempat dan lokasi asli, karena viralnya kisah ini, jadi banyak orang yang kemudian penasaran dan mencoba cari tahu sendiri di mana tepatnya lokasi KKN di Desa Penari ini. Semua setuju bahwa kotanya terletak di Banyuwangi. Namun untuk desanya, masih banyak yang berspekulasi. Namun penulisnya mengatakan bahwa di antara spekulasi pembaca, ada satu tebakan yang tepat. Ia tidak mengatakan tebakan yang mana. 

Sampai sekarang, “perburuan” lokasi KKN di Desa Penari masih dilakukan. Bahkan, ada juga YouTuber yang sampai datang ke Banyuwangi untuk menelusuri desa-desa yang kemungkinan menjadi latar cerita tersebut. Tentu kita sedikit heran, karena dari awal si penulis sudah meminta pembaca untuk merahasiakan nama lokasinya jika tahu. Mengapa ada saja orang yang masih dengan semangat mencari tahu lokasinya untuk kemudian dipost ke dalam media soaial? 

Padahal, selain lokasi, ada hal lain yang lebih penting untuk dikaji dari kisah tersebut, yakni pesan moralnya. Si penulis sendiri mengaku bahwa ia menyesal menceritakan kisah ini ke media sosial, tidak menyangka akan seviral ini, dan orang jadi berlomba-lomba untuk memburu lokasinya. Padahal, ia hanya ingin berbagi pesan moral. 

Buat yang sudah baca KKN di Desa Penari, jangan lupakan pelajaran berharga berikut ini: 

Di Mana Bumi Dipijak, di Situ Langit Dijunjung

Maksudnya adalah, di mana pun kita berada, kita harus menghormati adat istiadat serta kebiasaan yang berlaku di tempat tersebut. Jangan melanggar aturan, bahkan meski aturannya tidak masuk akal bagimu. Selama tidak melanggar prinsip-prinsip pribadimu sendiri, tidak ada salahnya bagi kita untuk mengikuti aturan masyarakat yang berlaku jika sedang berkunjung ke suatu tempat. 

Di cerita itu, kita tahu bahwa ada beberapa anak yang jelas-jelas melanggar aturan. Ketika sudah diberitahu tetua desa untuk tidak memasuki area tersebut, mereka malah nekad masuk. Ketika sudah dilarang jangan keluar di waktu malam, mereka melanggarnya. Masih banyak lagi kejadian seperti ini di dalam kisah tersebut. 

Jaga Kesopanan

Kamu pasti geregetan juga saat membaca kisah ini dan ada dari beberapa tokohnya yang sering mengumpat dan berkata kasar. Sebagai tamu, di tempat baru, seharusnya kita mampu menjaga kesopanan dan menahan lidah. Tentu tidak pada tempatnya jika kita mengumpat, apalagi di depan tuan rumah dan tetua desa. 

Bersihkan Pikiran

Di manapun kita berada, dengan siapapun kita bersama, jangan sampai terbersit pikiran untuk melakukan hal-hal buruk. Jika sempat terlintas di pikiran untuk melakukan hal di luar batas kewajaran, segera sadar bahwa apapun yang kamu lakukan selalu ada konsekuensinya. 

Selalu Jaga Diri di Manapun Kamu Berada

Puncak konflik dari cerita ini adalah di mana sepasang mahasiswa anggota KKN melakukan hubungan layaknya suami istri di tempat keramat desa tersebut. Kita tahu bahwa berhubungan suami istri bagi pasangan yang belum menikah itu salah, apalagi dilakukan di tempat yang dikeramatkan. 

Tanpa perlu penjelasan panjang lebar juga kita seharusnya sudah tahu mengapa hal tersebut tidak boleh dilakukan. 

Kalau mengikuti semua aturan yang berlaku, tentu kejadian semacam ini tidak akan terjadi. Itulah sebabnya kita sebagai pembaca harus mampu mengambil pesan moral dari kisah ini, dan menjadikan pembelajaran di masa depan agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.