Detoksifikasi Digital, Perlukah?

Dunia digital saat ini sudah menjadi bagian yang seakan tidak terlepas dari kehidupan kita. Bayangkan, apapun yang kamu lakukan setiap menit bahkan setiap detik, harus selalu membuka layar gadget. Hal itu juga lho yang jadi alasan kenapa ada istilah “generasi menunduk”. Duet maut perkembangan teknologi yang telah mengubah dunia hingga detik ini, bukan lain yaitu internet dan gadget. Ya, kita jadi super duper bergantung pada benda kecil yang bisa menyala yang biasa disebut gawai atau populer dengan nama gadget

Fenomena ini jadi mengerikan, mengingat dampaknya yang ngga bagus untuk kesehatan mental. Lahir dari fakta ini kemudian muncul istilah detoksifikasi digital, yaitu upaya yang dilakukan untuk melepaskan diri sejenak dari perangkat teknologi atau mengurangi penggunaan gadget. Apa saja sih manfaatnya? 

Lebih Produktif

Detoks digital mau tidak mau akan memberikan kita waktu yang lebih luang untuk melakukan hal yang lain dibanding hanya menunduk menatap layar gadget. Ini berdampak pada manajemen waktu. Kita jadi bisa melakukan lebih banyak hal dan tentu saja produktivitas meningkat dengan pesat.

Bisa Menjalankan Hobi Lain

Punya hobi yang selama ini kamu lewatkan gara-gara terlalu banyak berkutat dengan gadget? Inilah saatnya kamu kembali pada hobi lamamu, apapun itu, misalnya melukis, hunting barang antik, atau bahkan sekedar menikmati kopi di café favoritmu tanpa gangguan gadget.

Mata Lebih Rileks

Gadget memiliki layar yang memantulkan radiasi ke arah mata. Efeknya mata jadi sering pedih jika terlalu lama main gadget. Nah, dengan melakukan detoksifikasi digital, maka matamu dijamin lebih sehat dan rileks.

Konsentrasi Lebih Baik

Apapun yang kamu lakukan tanpa gadget, konsentrasimu akan lebih baik karena aktivitasmu tak terdistraksi oleh bunyi notifikasi. Bandingkan dengan hari-hari sebelum kamu berkomitmen untuk detoks digital, di tengah aktivitas sepadat apapun sudah dipastikan ada saja bunyi notifikasi gadget yang menghambat pergerakanmu.

Memperbaiki Kesehatan Mental

Menurut penelitian dari Duke University, North Carolina, Amerika Serika, para remaja yang menghabiskan waktu lebih banyak untuk bersentuhan dengan teknologi atau smartphone akan mengalami masalah perilaku dan gejala dari ADHD atau attention-deficit hyperactivity disorder. Mereka yang menghabiskan banyak waktu dengan smartphone yang dimiliki cenderung mudah berbohong, berkelahi, dan perilaku buruk lainnya. Jadi, detoks gadget juga berarti meminimalisir dampak-dampak psikologis negatif.

Kehidupan Sosial Lebih Sehat

Seperti dilansir dari Independent.co.uk, bahwa dengan melakukan detoks digital merupakan sebuah cara sederhana, bebas dan sehat untuk kembali berhubungan dengan orang-orang yang dicintai, lingkungan dan diri sendiri.

Tak Mudah Terpancing Isu Provokatif

Sebagaimana yang kita tahu, media sosial menyajikan berbagai informasi apapun bahkan tanpa ter-filter dengan baik. Hal inilah yang menyebabkan otak kita juga menerima berita apapun dan otak bertugas mencerna. Berita-berita negatif mau tak mau menjadi konsumsi otak, termasuk hoax. 

Makan dengan tenang

Sebagian dari kamu harus mengakui kalau terkadang kamu makan sambil main ponsel. Ya, kan? Nah, melakukan detoksifikasi digital akan bermanfaat membuat aktivitas makanmu lebih tenang, dan ini adalah tindakan sehat.

Lebih Bahagia

Hidup bergantung pada gadget secara tak langsung membiarkanmu terlalu terlarut dengan dunia maya, yang sesungguhnya tidaklah nyata. Mudah terpancing isu tak jelas, mudah terprovokasi, mudah kecewa karena melihat sesuatu yang tak diharapkan, dan sebagainya. Ini bisa dihindari dengan detoks gadget, karena tanpa memikirkan hal-hal yang kurang penting, kamu akan lebih merasa nyaman, tenang, dan bahagia.

Kesempatan Untuk Merenung

Chief Non-Digital Officer Digital Detoxing, Martin Talks, menyatakan bahwa detoks digital lebih mirip dengan masa puasa, seperti halnya makanan. Detoksifikasi digital memberi kita kesempatan untuk membersihkan pikiran dan merenungkan apa yang benar-benar bermakna dan bergizi (bagi tubuh).

Nah, bagaimana menurut kamu? Sudah perlukah kamu menjalani detoks yang sedang hype ini? Kalo dampaknya positif, kenapa ngga? 

Author: trenkota

bring trend to the city

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.