Yuk, Berpikir Positif Untuk Menghindari Psikosomatik Saat Pandemi Covid-19

Tak dapat dipungkiri bahwa hampir seluruh media offline dan online kerap kali membawa berita yang cenderung menakutkan terkait pandemi Covid-19 ini. Ternyata, terlalu banyak mengonsumsi berita negatif bisa berdampak buruk pada diri kita, lho!

Secara tidak sengaja, seluruh informasi mengecewakan, buruk, dan menakutkan yang kita baca sehari-hari tersimpan di alam bawah sadar dan menjadi sugesti diri. Mungkin saja kamu merasa terkena gejala Covid-19 karena terlalu banyak membaca berita-berita tersebut. Apalagi, gejala klinisnya sangat umum.

Psikosomatik

Nah, ketika kamu merasa mengalami gejala-gejala mirip Covid-19, bisa saja sebenarnya tubuhmu sehat. Hanya saja, kamu mungkin sakit secara emosional. Seluruh sugesti buruk telah memengaruhi kesehatan psikologismu.

Dilansir Kompas.com, psikosomatik adalah suatu keadaan di mana pikiran bawah sadar menghasilkan gejala fisik padahal tidak ada penyakit tertentu. Pada kasus ini, biasanya pasien akan datang ke petugas medis tapi dinyatakan sehat-sehat saja.

Ketika psikosomatik ini terjadi, maka yang dibutuhkan adalah pertolongan dari psikolog profesional.

Menghindari Psikosomatik

Ternyata, psikosomatik ini bisa kita hindari, lho. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan agar kita tidak tersugesti hal-hal negatif dan tetap berpikiran positif selama melewati masa pandemi Covid-19:

  1. Hindari Terlalu Banyak Mengonsumsi Media Sosial

Saat melakukan karantina, memang hal yang paling mudah dan menyenangkan adalah scrolling di media sosial. Namun, terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial ternyata juga bisa berdampak buruk.

Terlebih lagi apabila hal-hal yang kita tonton atau baca selalu berkaitan dengan kabar Covid-19. Tak dapat dipungkiri bahwa mayoritas informasi Covid-19 pasti terkait peningkatan angka pasien dirawat maupun meninggal. Sangat menyeramkan, bukan?

2. Perbanyak Interaksi Sosial Human to Human

Untuk mengalihkan pikiran kita dan mencari sumber energi positif, ada baiknya kita berinteraksi dengan sesama manusia dan bertukar cerita yang menyenangkan. Misalnya, berdiskusi di dalam rumah dengan mama papa atau bisa juga melakukan video call dengan anggota geng. Pasti seru!

Pilihlah juga teman bercerita yang mampu mendorongmu berpikir positif, ya. Jika, kamu merasa seseorang justru memperparah pikiran negatifmu, segera cari alternatif kerabat lain yang mungkin punya banyak insight penuh semangat.

3. Badai Pasti Berlalu

Sama seperti wabah lainnya, contohnya SARS, H1N1, Flu Spanyol, dan lain-lain, pandemi Covid-19 pasti juga akan berlalu. Saat ini kita hanya perlu mendukung penuh kebijakan pemerintah demi menyelamatkan masyarakat.

Sebisa mungkin lakukan kegiatan di dalam rumah, makan makanan gizi seimbang, tidur yang cukup, aktivitas 30 menit sehari, serta isi waktu luang dengan hal-hal yang menarik dan produktif.

4. Kalau Sakit, Jangan Googling!

Terakhir, never google your symptom! Apa maksudnya? Jika kamu merasa sakit atau tidak enak badan, jangan sekali-kali melakukan diagnosa mandiri dan mengandalkan mesin pencari di internet seperti google!

Meskipun terdapat informasi medis di sana, namun untuk mendiagnosa suatu penyakit, seorang dokter saja memerlukan berbagai macam sampel tes, jadi sangat mustahil apabila kita yang bukan dokter bisa mengetahui suatu penyakit hanya dari smartphone.

Yuk, mulai sekarang kita perbanyak konsumsi informasi positif demi menjaga kesehatan mental kita. Stay calm and spread positivity!

Oleh : Idznila Shabrina | Content Creator TRENKOTA.COM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.