Category: Business

7 Tips Bisnis Trading/Saham Untuk Generasi Milenial

Kalau kamu adalah bagian dari generasi milenial, kamu tentu familiar dengan bisnis trading atau saham. Saham adalah produk jual beli yang bisa menjanjikan keuntungan besar kalau kamu tahu trik-trik yang berkaitan dengannya. Kalau kamu anggota generasi milenial dan kamu ingin sukses di bisnis saham, berikut tips-tips yang wajib kamu catat.

Cari yang Murah Tapi Tidak Murahan

Tips pertama untuk kamu yang baru mau mulai berbisnis saham adalah mulai dari nominal yang kecil atau, dengan kata lain, saham yang murah, terlebih dulu. Namun, kamu harus tetap berhati-hati dalam memilih saham murah untuk diperjual belikan. Cari saham yang murah tapi tidak murahan. Apa maksudnya? Misalnya, ada saham seharga Rp. 2000,00 yang setahun kemudian bisa kamu jual dengan harga Rp. 10.000,00 tapi ada juga saham yang lebih murah misal seharga Rp. 500,00 yang bisa saja turun ke nominal Rp. 100,00 setahun kemudian. Pastikan kamu memilih saham dengan sejeli mungkin. Nah, lanjut ke tips selanjutnya untuk bisa lebih jeli memilih saham.

Pilih Saham Perusahaan yang Produknya Murah dan Mudah Dimengerti

Salah satu cara paling efektif untuk memilih saham adalah dengan memilih saham perusahaan yang produknya tidak hanya mudah dimengerti tapi juga tidak butuh banyak modal atau capex. Salah satu contoh produk macam ini adalah pakan ternak, yang masuk ke dalam kategori low capex high return.

Harus Punya Modal Pengetahuan

Dunia trading bisa digambarkan seperti medan perang dan untuk bisa selamat di dalamnya, kamu harus punya senjata yang ampuh. Dalam hal ini, senjata yang bisa kamu gunakan adalah pengetahuan yang menyeluruh mengenai trading. Jangan sekali-kali masuk ke dunia trading tanpa tahu apa itu titik support atau kapan harus menjual saham dan sebagainya. Satu hal yang wajib kamu catat yaitu trading bukanlah spekulasi. Semua harus diperhitungkan dengan matang.

Cari Perusahaan Dengan Utang Rendah

Trik selanjutnya yaitu memilih saham perusahaan yang terbukti bisa mencetak return on equity yang tinggi dan utang yang rendah. Salah satu indikasi yang bisa digunakan yaitu biasanya perusahaan seperti ini mempunyai profit margin yang lebih besar dibanding para kompetitor mereka.

Jangan Gegabah Menggunakan Modal

Sebagai pemula, kamu tidak disarankan untuk menggunakan semua modalmu hanya demi satu transaksi. Lebih baik gunakan sedikit dulu kemudian simpan sisanya. Pahami dulu seperti apa trading itu sehingga kamu bisa menangani semua masalah yang ada dengan tetap bisa membatasi tingkat kerugian yang mungkin datang. Jangan sampai mengeluarkan modal yang terlalu besar untuk belajar trading.

Pilih Saham Perusahaan yang “Baik”

Memilih perusahaan yang “baik” juga merupakan salah satu trik paling efektif dalam menjalani bisnis trading. Carilah perusahaan yang memiliki GCG atau Good Corporate Governance yang baik. Perusahaan macam ini biaanya tidak menyalahgunakan uang perusahaan dan dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki kapasitas mumpuni.

Riset Value Perusahaan

Perusahaan yang sahamnya wajib kamu masukkan daftar jual beli kamu adalah perusahaan yang memiliki PER di bawah 5 kali serta memiliki PBV di bawah 0.8 kali. Kemudian, perusahaan tersebut juga harus memiliki nav atau net asset value yang nilainya di atas nilai pasar ekuitas. Lakukan risetmu dengan serius sebelum berjual-beli saham.

Nah, itu tadi beberapa tips yang bisa kamu catat kalau kamu ingin menapaki jalan menuju kemapanan dengan berbisnis saham. Kuncinya adalah harus serius dan jeli. Pada dasarnya, pasar jual beli saham bukanlah tempat untuk berspekulasi.

Advertisements

4 Tipe Bisnis Waralaba Kekinian yang Potensial Untuk Milenial

Berbisnis tentu menjadi pilihan banyak orang karena memberi keuntungan lebih dari segi fleksibilitas. Dengan berbisnis, kamu bisa mengatur waktumu sendiri juga berbagai aspek dalam pekerjaan yang kamu jalani. Kalau kamu adalah anggota generasi milenial dan kalau kamu ingin memulai bisnis baru, salah satu tipe bisnis paling oke yang bisa kamu coba adalah bisnis waralaba atau franchise. Berikut bisnis-bisnis waralaba kekinian yang bisa kamu coba pilih kalau kamu ingin memulai karir berbisnis kamu di era modern seperti ini.

Waralaba Kuliner

Kaum milenial sangat suka nongkrong di kafe-kafe atau tempat makan yang modern, menarik dan unik. Salah satu alasannya yaitu karena kaum milenial suka berfoto di tempat nongkrong untuk kemudian diunggah ke akun sosial media mereka. Nah, ini bisa menjadi peluang untuk kamu meraup untung. Bukalah kafe, tempat makan atau bahkan stand minuman kekinian yang modern, menarik dan unik untuk menjaring kaum milenial dengan sistem waralaba.

Pilihlah brand kafe, tempat makan atau stand minuman yang sudah memiliki brand awareness yang tinggi. Ini bisa dengan efektif menjaring banyak pembeli karena pembeli sudah lebih dulu tahu tentang merk yang kamu jajakan. Dengan menjalankan bisnis waralaba kuliner, kamu bisa mendapatkan keuntungan besar karena brand yang kamu gandeng pasti akan memberikan harga yang sangat murah untuk semua bahan yang nantinya akan kamu pakai dalam menjalankan bisnis kamu.

Waralaba Laundry

Salah satu bisnis yang menjanjikan di era modern seperti ini adalah bisnis laundry karena gaya hidup sekarang ini serba cepat dan kita harus selalu berpacu dengan waktu. Nah, kamu bisa memanfaatkan ini dengan memulai bisnis laundry. Kuncinya adalah memilih brand laundry yang sudah membahana, misal yang sudah memiliki 287 outlet di 101 di seluruh Indonesia. Dengan begitu, peluang bisnis kamu untuk memberikan keuntungan akan sangat besar karena hampir semua orang sudah tahu dengan kiprah brand laundry tersebut dan pasti percaya dengan kualitasnya.

Waralaba Fashion

Tak diragukan lagi, kaum milenial suka berdandan modis dan lagi-lagi ini bisa kamu manfaatkan untuk keuntungan bisnis kamu. Bukalah bisnis waralaba fashion kekinian. Bisnis ini tak hanya kekinian tapi juga sesuatu yang dibutuhkan secara nyata oleh semua orang mengingat sandang adalah salah satu dari tiga kebutuhan primer. Ada banyak franchise fashion sekarang ini dan kamu hanya perlu memilih satu yang sudah tenar dan memiliki keunikan tersendiri misal bisnis yang menjual statement tee, rok tutu panjang, oversized sweater atau jaket bomber.

Waralaba Bimbel

Kompetensi di dunia pendidikan semakin sengit saja sekarang dan ini berarti kamu wajib mempertimbangkan untuk membuka bisnis bimbel kalau kamu mau meraup untung besar. Salah satu hal yang menggiurkan dari bisnis bimbel adalah peluang balik modal yang cepat. Ada banyak brand bimbel yang sudah terkenal dan menjamin keuntungan instan saat ini baik yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri. Kamu tinggal pilih saja salah satu dari brand-brand tersebut dan memulainya di tempat yang mudah dijangkau oleh anak-anak sekolah.

Nah, itu tadi 4 tipe waralaba yang berpotensi memberikan keuntungan melimpah untuk kamu. Satu hal yang perlu kamu perhatikan kalau kamu ingin memulai bisnis waralaba yaitu memilih tempat yang paling strategis sesuai dengan tipe bisnis yang kamu pilih. Bagaimanapun juga. sesuatu yang benar di tempat yang salah akan berubah menjadi sesuatu yang salah juga.

Bisnis Jasa Kekinian yang Paling Menjanjikan, Cocok Untuk Kaum Milenial

Sekarang ini, kaum milenial dituntut untuk pintar-pintar memutar uang. Makanya, tak heran banyak kaum muda yang mulai berinvestasi dan buka bisnis, karena mereka memang sudah mulai lebih peduli soal masalah finansial. Itulah makanya sekarang tidak sulit untuk menemukan orang-orang muda di bawah usia 30 yang sudah terbilang sukses.

Kalau bicara soal sukses, tentu hal itu tidak bisa dicapai dengan cara instan. Cara paling mudah untuk meraih kesuksesan adalah dengan berbisnis. Bisnis memang butuh proses dan berisiko, makanya tak jarang banyak orang yang sudah gentar duluan jika ingin mulai usaha. Namun, jika kamu memilih bisnis yang sesuai passion, kamu akan menikmati setiap prosesnya. Apalagi jika pakai bisnis jasa yang bisa dibilang modalnya kecil.

Berikut pilihan bisnis jasa yang sesuai dengan passion rata-rata kaum milenial sekarang:

Jasa Fotografi

Untuk kamu yang memang hobi fotografi, kamu bisa menawarkan jasamu ke teman-teman yang butuh, misalnya, untuk acara pernikahan atau ulang tahun. Kamu cukup modal kamera yang profesional, plus kemampuan fotografi yang mumpuni. Sekarang ini rata-rata kaum milenial hobi fotografi seiring dengan kepopuleran Instagram. Jadi rasanya tidak sulit untuk ikut kelas atau kursus fotografi kalau kamu memang niat serius di bidang ini.

Selain itu, kamu juga harus modal laptop dan printer untuk mencetak foto-fotonya. Sebelum dicetak, foto-fotonya tentu harus disunting dulu biar hasilnya sempurna. Makanya, sedikit banyak kamu juga harus punya kemampuan edit foto.

Kalau sedang tidak ada pesanan, kamu bisa memfoto objek-objek yang menurutmu menarik, lalu menjualnya di berbagai platform digital seperti iStock atau Photostock. Kalau ada yang tertarik dengan fotomu, mereka akan menghubungimu untuk membelinya.

Jasa Penanganan Media Sosial

Ini cocok buat kamu yang hobi eksis di medsos. Buat kaum milenial, tentu hal ini ga sulit kan? Siapa sih kaum muda sekarang yang tidak punya akun medsos? Rata-rata pasti punya. Tidak sulit untuk mengoperasikan media sosial bagi kaum muda sekarang ini. Dan untungnya, ada orang-orang yang memang membutuhkan jasamu untuk mengurus media sosial mereka.

Contohnya, orang-orang yang membuka bisnis, dan bisnisnya sudah berkembang. Tentunya untuk kebutuhan promosi, bisnis mereka membutuhkan media sosial. Di sinilah peranmu dibutuhkan. Biasanya tugasnya meliputi membuat konten yang menarik untuk diunggah di berbagai platform guna kebutuhan promosi, berinteraksi dengan pelanggan untuk urusan pemesanan, pembatalan, atau bahkan komplain, dan secara berkala posting foto atau video produk.

Pekerjaan ini biasanya disebut sebagai social media specialist, bisa dilakukan freelance, atau bahkan full time di kantor.

Jasa Titip (Jastip)

Ini buat kamu yang hobi belanja, dan sedang naik daun di kalangan milenial. Kamu cuma harus rajin-rajin datang ke acara-acara diskon atau event belanja. Contohnya di event mother and baby, kamu bisa membelanjakan klien yang memang tidak bisa datang dan mencarikan mereka barang-barang yng mereka mau, dan memasang harga jasa per barang. Rata-rata harga jasa titip barang adalah sekitar 10-20 ribu rupiah per barang.

Kamu cuma modal tenaga, foto, dan media sosial untuk memasarkan jasamu ini. Pastikan sebelum acara atau event-nya berlangsung, kamu sudah bikin pengumuman dari jauh hari, kalau perlu buat Whatsapp Group berisi klien-klien yang membutuhkan jasamu, agar lebih mudah mengaturnya.

Saat datang ke acara, jangan cuma cari barang tertentu yang dibutuhkan klien. Foto semua barang yang ada, cantumkan harganya, dan unggah di media sosialmu, berikut harga jasa yang kamu pasang, supaya yang beli bukan cuma sebatas klien yang memang sudah tergabung di grup, tapi banyak orang lainnya di media sosial yang kamu gunakan. Jangan lupa gunakan tagar  di tiap fotonya.

7 Kiat Jitu Untuk Jadi Milenial yang Sukses dan Mandiri di Usia Muda

Kaum milenial sekarang ini bisa dibilang lebih sukses ketimbang generasi sebelumnya di usia yang sama. Coba bayangkan, milenilal sekarang lebih kreatif. Bagi mereka, cari uang bukan melulu dari kantor. Jadi YouTuber, jadi selebgram, jualan online, adalah segelintir cara yang mereka lakukan untuk mendulang uang. Dan bukan cuma itu, masih ada banyak cara lain yang bisa dilakukan kaum milenial untuk meraih untung lewat internet, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh generasi sebelumnya di usia muda.

Makanya, bisa dibilang kita ini generasi yang beruntung. Jangan sia-siakan keberuntungan itu, jangan cuma jadi penikmat. Kamu juga harus mulai mengambil langkah menuju sukses seperti milenial yang terkenal lainnya. Siapa bilang kita tidak bisa jadi jutawan, bahkan milyuner, di usia muda? Ini yang harus kamu miliki untuk bisa sukses.

Melek Teknologi

Tentu saja, soalnya milenial justru mendulang uang dari internet. Setidaknya, kamu harus aktif dalam media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, YouTube, dan LinkedIn. Mengoperasikan ponsel pintar dan tahu cara mengoptimalkan fitur-fiturnya bisa membantumu menciptakan konten yang kreatif, dan itu adalah salah satu cara untuk mendulang uang.

Kreatif

Berpikir out-of-the-box juga harus ada di daftar kemampuanmu kalau ingin bersaing di dunia konten kreatif. Pengen jadi selebgram, kamu harus buat feed semenarik dan seunik mungkin. Mau jadi YouTuber, kamu harus membangun channel dengan video yang beda dari yang lain. Intinya, kamu harus bisa menciptakan sesuatu yang beda kalau ingin viral dan terkenal.

Buat Bisnis

Bisnis di sini bisa online atau offline. Temukan passion-mu, lalu kembangkan bisnis di bidang itu. Dengan begitu, kamu jadi tidak cepat bosan dan tidak cepat menyerah jika dalam tahun pertama belum mendulang sukses. Ingat ya, bisnis itu sesuatu yang tidak pasti dan tidak bisa berhasil secara instan. Butuh kesabaran kalau ingin mengembangkan bisnis yang sukses.

Temukan Mentor

Kalau kamu tertarik buka bisnis, kamu harus belajar dari orang yang sudah sukses. Bisnis itu soalnya butuh uang yang tidak sedikit. Jangan sampai kamu rugi hanya karena salah langkah. Setidaknya, pelajari aturan-aturan dasar bisnis, seperti trik marketing, pelayanan konsumen, dan penyediaan barang.

Investasi

Ini dia yang lagi tren. Kaum milenial sekarang banyak yang sudah melek soal finansial. Mereka banyak mulai berinvestasi. Kamu juga bisa coba. Pilihannya beragam, dari mulai saham, reksa dana, investasi emas, sampai properti. Semua punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pelajari dulu investasi yang ingin kamu pilih.

Kurangi Gaya Hidup yang Hedon

Bagi sebagian milenial, nongkrong di kedai kopi ternama, makan di resto mahal, shopping di mal-mal besar, beli fashion items dari brand ternama, sudah jadi bagian dari gaya hidup. Masalahnya, tidak semua orang benar-benar mampu secara finansial untuk melakukan itu semua. Banyak yang sampai memaksakan diri, gaji sebulan habis hanya untuk gaya tanpa bisa menabung, bahkan ada yang sampai hutang kartu kredit. Ini yang harus dihindari. Jangan cuma demi gengsi kamu jadi habis-habisan tiap bulan.

Hindari Hutang

Jangan karena kamu punya kartu kredit lalu kamu merasa bebas beli ini itu sesukamu. Ingat, kartu kredit hanya boleh digunakan di saat-saat darurat, bukan buat belanja. “Hutang” yang boleh kamu ambil cuma kredit rumah untuk investasi, sekiranya kamu tertarik untuk beli rumah, yang memang termasuk dalam kebutuhan primer. Selebihnya, biasakan untuk membeli  apapun semampumu. Jangan punya kartu kredit lebih dari satu, agar tidak tergoda berhutang ke depannya.

5 Pekerjaan Ini Bisa Kamu Jadikan Sampingan Untuk Cari Uang Secara Online

Dengan berkembangnya dunia digital sekarang ini, sudah bukan hal yang asing lagi jika orang berbondong-bondong cari uang lewat internet. Memang kedengarannya mudah, tapi sebetulnya butuh trik juga.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk meraup untung lewat internet. Bisa deh, kalau cuma untuk penghasilan tambahan. Bagi yang sudah expert, malah dijadikan penghasilan utama. Dari beberapa cara yang tersedia, ini 5 yang paling menjanjikan dan bisa coba kamu lakukan meski masih pemula.

Content Writer

Buat kamu yang merasa punya kemampuan nulis di atas rata-rata, coba deh jadi freelance content writer. Tugasmu pada dasarnya cuma satu, membuat artikel. Tapi bukan sembarang artikel. Artikelnya harus yang bisa menarik visitor untuk mengunjungi situs yang kamu isi.

Di era digital ini, hampir semua perusahaan, atau bahkan individu, punya situs sendiri. Dan mereka butuh artikel untuk mengisi situs mereka, yang bisa menarik pengunjung dan pelanggan. Di sinilah tugasmu dibutuhkan. Kamu diminta untuk menulis artikel yang bagus, yang bis membawa situs mereka selalu berada di top search pencarian Google.

Kamu akan dibayar per artikel yang kamu buat. Bayarannya pun bervariasi, tergantung seberapa banyak pengalamanmu dan jumlah kata yang diminta. Semakin berpengalaman, semakin tinggi harga yang bisa kamu ajukan ke klien. Rata-rata harga per artikel mulai dari Rp. 30.000 sampai Rp. 100.000 untuk 500-1000 kata.

Kalau tertarik, kamu bisa kunjungi situs seperti projects.co.id, sribulancer.com, upwork.com, dan freelancer.co.id. Sedikit bocoran: klien dari luar negeri biasanya lebih berani bayar mahal ketimbang klien lokal.

Isi Survei Online

Ajaib kan? Isi survei saja bisa dapat uang. Namun isi survei di sini tidak seperti yang biasa kamu lakukan saat masih kuliah dulu. Soalnya memang surveinya biasanya agak panjang, sehingga butuh waktu dan koneksi internet yang stabil untuk mengisinya. Setelah selesai, akan ada reward points yang bisa kamu klaim. Nantinya, poin-poin tersebut bisa kamu tukarkan dengan uang.

Kalau kamu tertarik dengan pekerjaan sampingan ini, bisa kunjungi situs SurveyOn, Mobrog, GlobalTestMarket, OpinionWorld, Clixsense, YouGov Indonesia, dan ViewFruit.

Social Media Evaluator

Pekerjaan ini hampir sama seperti isi survei online. Yang beda adalah, kamu diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan seputar ads atau iklan-iklan yang sering muncul di media sosial. Ditambah lagi, waktunya lebih panjag dari survei online. Untuk menjawab pertanyaan yang disediakan saja, kamu diminta mengalokasikan waktu selama 4 jam per hari. Nantinya kamu akan dikirimi 20 iklan per hari. Setiap iklan nanti ada pertanyaan yang harus kamu jawab saat itu juga. Jika berhasil, kamu akan mendapat uang kurang lebih sebesar 65 ribu rupiah (setelah dikurs ke IDR). Lumayan kan setiap bulannya?

Kalau tertarik coba, bisa daftarkan dirimu sebgai social media evaluator di appen.com.

Jual Foto

Kalau kamu suka fotografi, kenapa tidak jual hasil karyamu secara online? Kamu yang suka videografi pun bisa menjual video-videomu di internet. Cukup pajang saja foto atau videomu, nanti kalau ada yang tertarik membeli, bisa menghubungimu.

Uang yang kamu dapatkan dihitung dari persentase komisi. Persentasenya berbeda-beda, tergantung platform penyedia mana yang kamu gunakan. Jumlahnya berkisar antara 15-70%. Bisa tambah uang saku kan tanpa kamu harus repot-repot kerja?

Kalau ingin memajang hasil foto/videomu, bisa coba platform shutterstock.com, stockfresh.com, alamy.com, dreamstime.com, fotolia.com, bigstockphoto.com, freedigitalphotos.net, istockphoto.com, dan demandmedia.com.

Desain Kaus

Kamu yang kreatif dan hobi desain bisa coba buat desain untuk kaus. Nantinya, kalau ada yang tertarik, orang akan membeli kaus bergambar desainmu. Memang sih ini lebih seperti jualan, di mana kamu harus menunggu pembeli. Namun sekalinya sukses, kamu bisa meraih omzet yang sangat lumayan tiap bulannya.

Itulah makanya kamu harus buat banyak graphic design, jangan cuma satu. Dari semua desain yang kamu buat, pasti ada beberapa yang bikin orang tertarik kan? Cuma memang, hasilnya tidak bisa instan. Kamu harus sabar jika ingin mendapatkan uang dari sini.

Kalau tertarik ingin mendesain kaus, kamu bisa jualan di teepsring.com untuk penjualan di AS dan Eropa, dan tees.co.id untuk penjualan lokal.

Tertarik Buka Usaha Sendiri? Ini 5 Tips Dasar Buat Milenial yang Mau Berbisnis

Sekarang ini, milenial banyak “dicekoki” saran untuk berhenti jadi karyawan dan mulai jadi bos sendiri. Dan kenapa tidak? Bosan jadi karyawan sah-sah saja kok, mengingat tempat, waktu, dan situasi kerja seringnya malah membuat stress. Makanya banyak juga yang tergoda dengan saran itu. Katanya kan lebih baik pendapatan tak seberapa tapi bisa jadi bos ketimbang gaji besar tapi masih jadi orang suruhan?

Nah, kalau kamu sudah mulai lirik-lirik soal bisnis, ada baiknya kamu paham beberapa hal mendasar soal membangun bisnis. Soalnya, kita tahu dunia bisnis itu fluktuatif, tidak bisa diprediksi. Untuk meminimalisir kerugian, berikut yang bisa kamu persiapkan.

Ikuti Passion

Kalau dulu kamu masih ragu mengikuti passion dengan alasan penghasilan yang tidak stabil, sekarang setelah kamu sudah benar-benar meninggalkan dunia kerja, kenapa ga mulai bisnis yang sesuai minatmu? Bisnis beda dengan dunia kerja. Kalau kamu menyukai bisnis di bidang yang kamu suka, kamu ga akan cepat bosan.

Contohnya, kamu adalah skincare enthusiast. Kenapa ga coba jual skincare? Pertama, kamu bisa mulai sebagai reseller. Nantinya, siapa tahu kamu bisa jadi distributor? Begitu juga yang suka fashion. Coba jual fashion items yang sekiranya kamu suka. Siapa tahu nantinya kamu bisa punya brand sendiri?

Pastikan Produknya Berguna

Oke, kamu berbisnis sesuai passion. Namun tetap perhatikan satu hal, prospek. Pastikan barang (atau jasa) yang kamu tawarkan berguna dan bisa dipakai/digunakan/dimanfaatkan banyak kalangan. Dengan begitu, bisnismu akan selalu berkembang karena produk-produk yang kamu tawarkan akan selalu dibutuhkan.

Contohnya, kamu minat dalam hal fashion. Untuk pemula, jangan langsung jual banyak barang. Pilih satu item yang bisa jadi trademark-mu, hijab misalnya. Seperti yang kamu tahu, kebutuhan akan hijab selalu meningkat. Jadi kamu bisa yakin, kalau dipasarkan dengan tepat, produkmu tidak akan pernah sepi peminat.

Manfaatkan Medsos

Seperti yang tadi disebutkan, produk jika dipasarkan dengan tepat sebetulnya tidak akan pernah sepi peminat. Maka itu, pelajari teknik pemasaran dan pengiklanan yang tepat. Tidak usah susah-susah, cukup manfaatkan medsos-mu.

Instagram, contohnya, adalah salah satu media sosial yang paling sering diidentikkan dengan online shop. Kamu bisa buka akun bisnis (yang terpisah dari akun pribadimu), lalu mulai posting foto-foto produk di sana. Ingat, foto produk yang kamu unggah harus dibuat semenarik mungkin. Karenanya, ga ada salahnya minta tolong temanmu yang fotografer untuk membantumu sedikit dalam hal ini. Pelajari cara memotret produk agar terlihat jelas dan menarik calon pembeli. Setelah itu, jangan lupa tambahkan tagar yang banyak saat posting foto. Tagar yang kamu tambahkan harus sesuai dengan produk yang kamu jual.

Jangan Sepelekan Layanan Pelanggan

Ingat, sebagus apapun produk yang kamu jual, kalau kamu tidak bisa mengambil hati calon pembeli, maka jangan harap usahamu bisa ramai. Kepuasan pelanggan harus jadi prioritas. Ditambah lagi, bisnismu bisa dibilang masih nol. Kamu masih belum mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Itulah makanya kamu butuh usaha dobel untuk meyakinkan calon pembeli bahwa tokomu terpercaya, dan produk yang kamu tawarkan berkualitas baik.

Sediakan juga nomer khusus yang bisa dihubungi oleh calon pembeli. Usahakan nomernya beda dengan nomer pribadimu, jadi kamu tidak bingung. Usahakan untuk membalas chat pelanggan secepat mungkin, dan membalasnya dengan bahasa yang sopan.

Kerja Paruh Waktu

Memang bisnis, semenggiurkan apapun, tidak bisa langsung memberimu kesuksesan dalam sekejap. Karena itu, sambil menunggu bisnismu mulai menghasilkan, kamu bisa kerja paruh waktu dulu. Bahkan meski kamu punya tabungan untuk hidup tanpa bekerja selama setahun penuh pun, lebih baik kalau kamu kerja paruh waktu di rumah. Selain bagus untuk keadaan mental, kamu juga bisa membangun network di “tempat kerja” baru untuk memasarkan bisnis.

Milenial, Ketahui 5 Cara Untuk Memulai Investasi Emas Berikut Ini

Dibandingkan dengan investasi yang lain, investasi emas dinilai yang paling aman karena nyaris tidak tersentuh inflasi atau kenaikan harga. Selain itu, nilai emas cenderung stabil dalam jangka waktu panjang. Likuiditasnya juga tinggi, sehingga emas bisa dijual lagi dengan cepat, dan harganya pun tidak berbeda jauh harga belinya.

Itulah sebabnya investor pemula atau milenial yang mulai ingin berbisnis banyak mengincar emas. Namun jangan salah, meski investasi emas tergolong “aman”, kamu tetap harus ketahui liku-likunya biar bisa dapat hasil yang diinginkan. Berikut 5 hal mendasar yang harus kamu pahami:

Ketahui Kemampuan Finansialmu

Apapun investasi yang kamu pilih, bahkan yang mudah seperti emas sekalipun, tetap butuh dana lebih. Itulah sebabnya pendapatanmu harus lebih tiap bulannya kalau ingin berinvestasi. Kelebihan pendapatan tiap bulan bisa kamu alokasikan untuk beli emas.

Aturan dasar dalam investasi adalah: jangan mengalokasikan seluruh pendapatanmu untuk meraup keuntungan investasi. Setidaknya kamu harus punya dana ekstra atau dana cadangan yang jumlahnya cukup memadai sebelum investasi. Setidaknya, persiapkan 6-12 bulan dulu sebelum mulai berinvestasi.

Selain itu, jangan berhutang. Jangan meminjam uang untuk memulai bisnis kalau kamu masih pemula. Lunasi dulu semua hutang, tunggakan, dan cicilan jika ada. Dengan begitu, kamu bisa meraup keuntungan bersih lebih banyak dari hasil investasi.

Tentukan Tujuan dan Rencana yang Pasti

Apa tujuanmu mau investasi emas? Ingat, investasi emas itu BUKAN cuma sekadar beli emas, disimpan, kemudian dijual lagi kalau butuh uang. Harus ada tujuan dari setiap investasi. Contohnya, kamu mau investasi emas sebagai modal nikah, atau untuk persiapan dana pendidikan, biaya jalan-jalan, dan lain sebagainya.

Kalau tujuannya seudah jelas, akan lebih mudah untuk bikin perencanaan. Seperti berapa banyak gram emas yang mau kamu beli, berapa banyak yang ingin kamu beli dalam setiap periode, waktu belinya, dan lain sebagainya.

Ketahui Waktu yang Tepat Saat Beli Emas

Rajin-rajinlah mengecek harga emas di pasaran. Pelajari juga pergerakan harganya di pasaran. Semua itu berguna untuk memastikan kapan waktu yang pas untukmu beli emas. Kenapa beli emas tidak bisa sesukanya? karena meski tidak banyak, tapi harga emas juga ada naik turunnya. Beli emas saat harganya sedang turun, dan jual kembali saat harganya naik. Dengan begitu, keuntungannya bisa maksimal.

Perhatikan juga jangka waktu penyimpanan emas. Investasi emas sebaiknya dilakukan untuk jangka panjang, minimal 5 tahun. Semakin “tua” emas, semakin naik harganya.

Lakukan Jual Beli Emas di Tempat yang Terpercaya

Teliti dulu toko-toko emas yang kamu incar. Kalau tidak, salah-salah kamu bisa kena tipu. Soalnya, ada banyak penjual tidak jujur yang bisa memalsukan serta mengurangi kadar emas yang hendak kita beli. Alhasil kamu yang rugi, sudah beli mahal tahunya kadar/karat emasnya rendah. Itu kalau kamu beli emas dengan metode lama alias konvensional.

Kalau untuk kaum milenial sih rata-rata pakai aplikasi jual beli emas. Aplikasi berbasis digital ini dinilai lebih cocok untuk kaum muda. Ditambah lagi, tentu lebih aman karena kamu tidak perlu bawa-bawa uang banyak ke toko emas dan risiko ditipu juga tidak ada.

Pikirkan Tempat Penyimpanannya

Kalau sudah beli emas, di mana rencananya kamu mau menyimpan emas-emas tersebut? Jelas berisiko tinggi kalau kamu simpan begitu saja di rumah. Ada beberapa pilihan aman yang bisa kamu pilih, antara lain di brankas atau safe deposit box. Brankas bisa diletakkan di rumah, sedangkan safe deposit box cuma tersedia di bank-bank ternama, di mana kalau kamu ingin menyimpan barang di sana, harus bayar sewa yang mesti diperbarui tiap tahunnya.