Category: Fitness

Jangan Khawatir, Virus Corona Ternyata Tidak Menular Melalui Hewan Peliharaan dan Lalat Lho!

Saat pertama kali isu virus Corona mencuat di akhir tahun 2019, banyak yang menduga bahwa penyakit ini datang dari hewan yang hidup dan dikonsumsi manusia, seperti kelelawar. Akibatnya, banyak pasar yang menjual hewan tersebut terpaksa tutup, hiks!

Seiring berjalannya waktu, para tenaga kesehatan, badan pemerintahan, serta para peneliti mulai mempelajari tentang virus Corona dan penyakit Covid-19 ini dengan lebih intens. Beberapa hasil riset tentang wabah ini, yaitu:

Virus Corona Tidak Airborne Kok!

Virus Corona tidak bersifat airborne atau dapat hidup di udara. Meski begitu, tetap harus waspada karena ada partikel berukuran sangat kecil di dalam droplet yang menjadi media penyebaran virus yang mampu melayang di udara selama beberapa waktu, lho!

Sabun vs Hand Sanitizer

Ternyata, sabun cuci tangan terbukti paling baik digunakan dalam mencegah penyebaran virus Corona dibandingkan dengan hand sanitizer. Tapi, tidak apa-apa kok sebagai bentuk kewaspadaan tetap menggunakan cairan pencuci tangan apabila kesulitan mengakses air mengalir dan sabun cuci tangan.

Media Penularan Covid-19 dari Droplet Lho!

Sangat disarankan untuk menggunakan masker dan melakukan physical distancing demi menjaga diri dari penularan. Kamu harus selalu ingat nih kalau droplet yang menjadi media penularan Covid-19 ini bisa tersebar dari mana saja, termasuk juga dari air liur ketika kita sedang berhadapan dengan lawan bicara, lho! Harus tetap waspada dengan jarak, ya!

Hindari Sentuh Wajah

Lebih lanjut, akun WHO juga mengingatkan untuk tidak menyentuh bagian wajah apabila tangan kita kotor (setelah menyentuh suatu permukaan tertentu yang dimungkinkan menjadi media penularan Covid-19). Maka dari itu, jangan lupa untuk rajin cuci tangan ya!

Hewan Peliharaan Tidak Menularkan Covid-19

Nah, selain ketiga hasil riset tersebut, baru-baru ini para pakar kesehatan dan dokter hewan menyatakan bahwa ada perbedaan virus Corona yang terdapat di manusia dan hewan, sehingga kita tidak perlu khawatir tertular dari hewan peliharaan, lho!

Selain itu, pada tanggal 7 April 2020, akun Twitter resmi World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sejauh ini belum ada penelitian atau bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa Covid-19 bisa ditularkan oleh lalat.

Yuk, kita sama-sama ikuti anjuran supaya tidak tertular virus Corona agar selalu aman dan sehat. Jangan lupa untuk terus menjaga ketenangan pikiran dari berita-berita negatif yang beredar di media sosial ya!

Oleh : Idznila Shabrina | Content Creator TRENKOTA.COM

Lemas Saat Puasa? Simak 5 Tips Ini Agar Tetap Produktif Selama Ramadhan!

Rendahnya kadar gula darah adalah salah satu alasan utama tubuh menjadi lemas saat puasa. Namun, apa kamu mau terus-terusan lemas dan membuang waktu selama satu bulan? Apalagi di bulan penuh berkah ini, kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Tidak makan dan minum lebih dari setengah hari memang berat, ditambah tuntutan pekerjaan yang mau nggak mau harus diselesaikan.  Simak 5 tips berikut ini agar tetap produktif selama bulan Ramadhan.

  1. Istirahat yang Cukup

Saat berpuasa, stamina kita tentu akan berkurang. Di lain sisi, kesibukan kita justru cenderung bertambah dengan adanya agenda-agenda khas Ramadhan seperti shalat tarawih, buka bersama keluarga, teman SD, teman SMP, hingga sahur on the road. Untuk menyeimbangkan antara stamina dan kesibukan, istirahat yang cukup sangat diperlukan.

Tidur lebih awal, hindari begadang, dan sempatkan tidur siang meski hanya sebentar. Karena ternyata menurut para ahli, tidur siang sangat bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental seseorang. Seperti mencegah sakit jantung dan stroke serta meningkatkan konsentrasi dan memperbaiki mood.

2. Menu Bergizi Saat Sahur dan Buka

Jangan asal-asalan makan pada saat sahur maupun buka puasa ya! Gizi yang seimbang sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh. Yaitu proses pembakaran kalori yang nantinya akan menjadi sumber tenagamu dalam beraktivitas. Kekurangan atau kelebihan gizi tertentu akan mengganggu sistem metabolisme tubuh yang kemudian menghambat pembentukan sumber tenaga. Jadi, pastikan menu sahur dan buka puasamu mengandung karbohidrat, protein, serat, dan vitamin yang seimbang!

3. Buat target dan rencana harian

Dengan membuat target, kamu bisa mengukur sejauh mana tingkat produktivitasmu. Perlu diperhatikan, jangan membuat target yang terlalu utopis atau muluk-muluk. Buatlah target yang realistis, agar kamu masih bisa mencapainya. Selain itu, buatlah target berdasarkan evaluasi Ramadhanmu tahun lalu. Sehingga kamu akan mengetahui penyebab target tahun lalu belum tercapai dan belajar dari kesalahan tersebut.

Dengan begitu, kamu akan lebih mudah menemukan cara untuk mencapai target Ramadhan tahun ini. Agar lebih mempermudah tercapainya target, susunlah rencana harian atau to do list tiap harinya. Jangan lupa coret yang sudah kamu kerjakan!

4. Minum Air Putih yang Cukup

Selama puasa tentu kita akan banyak kekurangan cairan karena tidak ada asupan yang masuk ke dalam tubuh selama kurang lebih 12 jam. Sehingga tubuh akan lebih mudah lelah, konsentrasi menurun, hingga dehidrasi. Cara mengatasinya yaitu dengan minum air putih yang cukup saat buka puasa, menjelang tidur, dan ketika sahur. Usahakan satu hari kamu minum sebanyak 8-10 gelas.

5. Mempersiapkan Ramadhan dari Jauh-Jauh Hari

Awal-awal puasa pasti banyak di antara kamu yang merasa sangat lemas, haus, lapar, atau bahkan lupa kalau lagi puasa. Ini terjadi karena tubuhmu belum terbiasa dengan rutinitas puasa. Solusinya, persiapkan dirimu dari jauh-jauh hari! Beberapa minggu sebelum puasa, mulail kurangi porsi makanmu, perbaiki jam istirahat, jaga kesehatan dan tingkatkan keimanan agar siap menyambut bulan suci penuh berkah.

Itulah tips-tips agar tetap produktif selama Ramadhan. Semoga kita semua masih bisa bertemu dengan Ramadhan yang akan datang!

Oleh : Shofiya Yusri Salma | Content Creator TRENKOTA.COM

10 Rekomendasi Aplikasi Android yang Bikin Milenial Jadi Lebih Sehat

Hidup sehat sekarang sangat mudah untuk diaplikasikan. Soalnya, di zaman yang serba canggih ini, apa-apa bisa dilakukan hanya dari perangkat gawai saja. Bahkan, mau olahraga pun bisa dipantau oleh ponsel pintarmu. Maka itu, sudah bukan alasan lagi bagimu untuk bermalas-malasan. Bergerak lah lebih aktif dan atur pola makan biar hidup jadi lebih sehat. Berikut 10 aplikasi di perangkat Android yang bisa membantu milenial jadi lebih sehat. 

Steps

Aplikasi bawaan dari Samsung ini akan menghitung langkah yang kamu ambil setiap hari. Tahukah kamu bahwa kita disarankan untuk berjalan selama 10.000 langkah tap hari supaya sehat? Nah, aplikasi ini bisa membantumu untuk tahu, sudah berapa langkah yang kamu ambil. Aplikasi ini bisa kamu sinkronisasikan dengan smartwatch juga lho. 

Exercise

Untuk kamu yang ingin mulai olahraga dan hidup aktif, kamu bisa gunakan aplikasi ini. Dengan ini, kamu bisa tahu jenis olahraga mana saja yang paling banyak membakar kalori, dan berapa banyak kalori yang sudah kamu bakar saat selesai berolahraga. Contohnya, kamu sudah berenang selama setengah jam, atau skipping lima belas menit, atau jogging satu jam, bisa dilihat berapa kalori yang terbakar. 

Active Time

Lewat aplikasi ini, kamu bisa tahu serta menghitung seberapa aktif kamu setiap harinya. Aplikasi ini punya fitur yang akan memantau berapa lama kamu bergerak setiap harinya. Gerakan yang dimaksud bukan cuma olahraga saja, tapi sekadar berjalan atau membersihkan rumah pun sudah terhitung aktif. Di sini, kamu juga bisa menghitung kalori yang dibakar dari kegiatan harianmu. 

My Diet Coach

Kalau kamu ingin menurunkan berat badan, kamu bisa menggunakan aplikasi ini. Kamu bisa mengubah gaya hidup jadi lebih sehat. Kamu harus tentukan dulu apa motivasimu untuk diet. Setelah itu, aplikasi ini akan membantumu meraih tujuan itu. Ada fitur tombol panik saat kamu lagi ngidam makanan. Ada juga berbagai tips dan kutipan yang menginspirasi. 

Sleep Cycle: Smart Alarm Clock

Aplikas ini bisa membantumu meningkatkan kualitas tidur. Ada fitur jam alarm yang bisa membangunkanmu. Tenang saja, alarmnya akan membangunkanmu dengan lembut kok, jadi kamu tidak kaget saat bangun. Selain itu, kamu akan bisa merekam dan mengatur siklus tidur. Ada statistik terperinci yang diberikan tentang pola tidurmu. 

MyFitnessPal

Lewat aplikasi ini, kamu bisa mengelola berat badanmu, mengetahui nutrisi harian, dan menjadi lebih bugar dengan saran olahraga yang kamu butuhkan. MyFitnessPal juga bisa melacak makananmu mencatat semua langkah dan kegiatan harianmu, serta memberikan motivasi serta dukungan yang kamu butuhkan lewat komunitas aplikasi. Kamu bisa buat target berat badan, atau mendapatkan personalisasi tujuan yang dibuat berdasarkan info yang kamu berikan. 

ShopWell

Kamu bisa menemukan makanan yang sesuai dengan dietmu dan mendapatkan label nutrisi yang kamu butuhkan tiap harinya. Kamu juga bisa membuat profil makanan yang sesuai dengan tujuan diemu. Tiap makanan yang kamu beli akan mendapatkan skor nutrisi saat kamu pindai labelnya. Jadi, kamu bisa tahu apakah makanan tersebut kamu butuhkan atau tidak. 

Home Workout

Buat kamu yang berniat olahraga tapi bingung mau pilih olahraga jenis apa, kamu bisa gunakan aplikasi ini. Ada beragam video latihan yang dilengkapi dengan animasi, deskripsi, dan hitungan saat melakukannya. Ada fitur pengingatnya juga yang bisa mengingatkanmu untuk mulai berolahraga tiap harinya. Kamu juga bisa merekam progres latihanmu, apakah tujuanmu bulan ini sudah tercapai atau belum. Dengan aplikasi ini, kamu bisa olahraga dari rumah, tidak perlu ke fitness center. 

Halodoc

Aplikasi kesehatna ini bisa memungkinkanmu untuk mendapatkan layanan kesehatan di manapun kamu berada, dan kapanpun kamu mau. Kamu bisa konsultasi langsung dengan dokter yang kamu inginkan, bisa dokter umum maupun spesialis lho! Semua dokter yang terdaftar di Halodoc benar-benar dokter berpengalaman dan terdaftar di Ikatarn Dokter indonesia, jadi kamu tidak usah ragu. Metode komunikasinya pun beragam, bisa lewat chat, video call, atau voice call. 

Drink Water Reminder

Aplikasi ini bisa membantu kita mengetahui berapa kadar air yang sudah kita konsumsi tiap harinya. Selain itu, kita juga bisa diingatkan untuk minum air sesuai dengan jadwalnya. Jadi, kebutuhah harian tubuhmu akan air bakal terpenuhi. Cocok banget buat kamu yang lagi diet, soalnya cara paling efektif untuk menurunkan berat badan kan memang dengan banyak minum air putih. 

Yuk Olahraga Selama Ramadhan! Ini yang Harus Kamu Lakukan Biar Badan Tetap Fit Meski Lagi Puasa

Memang saat puasa kita diwajibkan untuk nggak makan dan minum selama seharian penuh, tapi bukan berarti kita harus bermalas-malasan. Soalnya, kalau kita ga melakukan apa-apa, kita justru merasa lapar dan haus. Puasa jadi terasa lama. Cara untuk mengalihkan perhatian biar ga fokus lihat jam terus sepanjang puasa adalah dengan terus beraktivitas. Akan lebih baik lagi kalau aktivitas yang kita lakukan itu olahraga. Tenang saja, jika dilakukan dengan benar, olahraga saat puasa nggak akan membuat kita lemas kok. Ini tips-tips yang bisa kamu coba kalo kamu mau olahraga saat bulan Ramadan.

Pemilihan Waktu yang Tepat untuk Olahraga

Memang sih tidak disarankan untuk olahraga di tengah hari saat puasa. Soalnya perut dalam keadaan kosong, tentu tidak ada energi tambahan yang bisa dibakar saat olahraga. Namun, disarankan untuk olahraga menjelang waktu berbuka puasa. Setidaknya satu jam sebelumnya. Ini adalah cara ngabuburit yang paling sehat. Daripada jajan di pasar takjil, lebih baik olahraga.

Kenali Tubuhmu

Kamu tidak boleh memaksakan diri. Kalau selama ini kamu memang sudah rutin olahraga, apalagi sampai yang high impact, tidak masalah jika mau meneruskan olahraga selama Ramadan. Paling hanya waktunya saja diganti jadi menjelang buka puasa. Namun kalau selama ini kamu belum terbiasa olahraga rutin, jangan langsung memaksakan diri untuk bergerak terlalu berat di bulan puasa ini. Jangan cuma karena niat mau langsing selama puasa, malah jadi sakit.

Jenis Olahraga

Jangan coba-coba olahraga jenis baru yang intensitasnya lebih tinggi dari yang selama ini kamu lakukan saat puasa. Soalnya, tubuhmu belum tentu mampu melakukannya. Salah-salah malah bisa pingsan. Disarankan sih untuk melakukan olahraga dengan intensitas rendah sampai sedang, seperti jalan santai, jogging, bersepeda, yoga, atau pilates. Tapi kalau mau yang asyik, coba deh main bowling atau menari.

Perhatikan Asupan Makanan

Selama bulan Ramadan, kita jadi makan 2 kali sehari, saat sahur dan berbuka. Porsi makan juga biasanya berubah. Namun kalau kamu tetap mau mempertahankan aktivitas olahraga selama puasa, pastikan asupan makanan yang kamu dapat sama, atau setidaknya tidak berubah banyak, dari yang biasa. Perbanyak konsumsi protein, seperti telur, daging, dan ikan saat sahur atau berbuka. Protein itu bisa memulihkan otot yang sakit habis olahraga.

Banyak Minum

Nah, ini nih yang sering diabaikan banyak orang. Kalau di hari-hari biasa saja konsumsi air harianmu sudah kurang, pas bulan puasa malah biasanya lebih kurang lagi. Padahal, kekurangan cairan itu bisa bikin lemas lho. Usahakan untuk mengonsumsi air putih sebanyak 2-3 liter per hari. Kalau buka puasa, jangan makan yang dibanyakin, tapi minum. Dengan begitu, berat badan ga akan naik. Jangan salah, ada lho yang selama Ramadan berat badannya malah naik. Tapi kalau kamu bisa mengontrol makan, banyak minum air putih, dan rutin olahraga ringan selama puasa, dijamin berat badan malah akan menyusut!

Jangan Kurang Tidur

Kamu akan beraktivitas seperti biasa di siang hari saat puasa. Ditambah lagi, kamu mau olahraga. Tubuh butuh energi untuk bisa tetap bergerak aktif meski tanpa asupan makan dan minum. Itulah pentingnya tidur cukup. Setidaknya, kamu butuh 7-9 jam per hari untuk tidur. Masalahnya, kaum milenial cenderung suka meremehkan waktu tidur. Nonton drakor berepisode-episode, tidak sadar tau-tau sudah jam 12 malam. Nah, ini nih yang harus mulai kamu ubah selama Ramadan ini. Usahakan untuk mulai tidur tiap jam 9 malam. Biar nanti pas sahur jam 4 pagi, waktu tidur sudah tercukupi. Siang harinya ga akan ngantuk dan lemas.

Tren Hidup Sehat: Cegah Stroke Sebelum Menyesal

Dunia akting Hollywood dikejutkan dengan kematian salah satu aktor legendaris Luke Perry. Aktor yang namanya melambung setelah perannya dalam salah satu series TV berjudul Beverly Hills 90210 ini menghembuskan napas terakhirnya pada awal maret ini. Diduga penyakit stroke berat adalah pemicu Perry meninggalkan dunia  untuk selamanya.

Lantas sebenarnya apa sih penyakit stroke dan seberapa bahayanya pengaruhnya hingga bisa merenggut nyawa seseorang? Berikut redaksi Trenkota akan mengulas lebih dalam tentang penyebab, gejala, dan terapi penanganan stroke.

Apa Itu Stroke?

Stroke adalah sebuah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah menuju otak mengalami gangguan atau sama sekali berkurang sehingga kondisi ini membuat jaringan otak kekurangan nutrisi dan oksigen. Ketika kondisi ini terjadi, maka hanya dalam hitungan menit saja, sel-sel yang ada di dalam otak akan mati.

Penyakit stroke merupakan kondisi yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Sebab dalam kondisi yang lebih buruk, stroke akan dapat mengancam hidup penderitanya serta mampu menimbulkan kerusakan secara permanen.

Gejala Penyakit Stroke

Tidak seperti ancaman dari penyakit lainnya yang terjadi dengan perlahan, gejala dari penyakit stroke biasanya terjadi secara tiba-tiba dan seringkali menyerang salah satu bagian sisi tubuh. Hal inilah yang membuat stroke akan dapat memburuk dalam jangka waktu yang singkat, yakni sekitar 24 jam hingga 72 jam. Ada beberapa gejala yang mungkin dialami pada para penderita penyakit stroke, diantaranya adalah:

  • Kelelahan
  • Sakit kepala tiba-tiba
  • Vertigo dan pusing
  • Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi bagian
  • Kehilangan kesadaran atau koma
  • Kehilangan keseimbangan, bermasalah dengan berjalan
  • Penglihatan yang buram dan menggelap
  • Kebas di wajah, tangan, kaki
  • Adanya masalah dalam berbicara dan pendengaran.
  • Bila Anda merasakan satu atau beberapa gejala di atas maka sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya, kondisi dan gejala yang merujuk pada stroke sebaiknya tidak diabaikan begitu saja. Segera periksakan ke dokter apabila Anda mengalami kondisi berikut ini:

  • Ketika bagian tubuh sudah mati rasa atau muncul kesemutan yang tiba-tiba dan kehilangan kemampuan untuk menggerakkan wajah, lengan atau kaki terutama bila kondisi ini hanya terjadi di bagian salah satu sisi tubuh.
  • Sulit atau bahkan tidak dapat berbicara sama sekali.
  • Mengalami perubahan penglihatan dengan tiba-tiba.
  • Mengalami masalah dengan berjalan atau bahkan menyeimbangkan tubuh.
  • Rasa sakit pada bagian kepala yang sebelumnya tidak pernah dirasakan.

Apa Penyebab Stroke?

Stroke faktanya memang bisa menyerang siapa saja, bahkan beberapa jenis stroke bisa terjadi pada bayi dan anak-anak. Akhir-akhir ini, stroke banyak menyerang orang di bawah usia 65 tahun. Kebanyakan penyebabnya adalah pola hidup tidak sehat seperti menggemari makanan yang sarat lemak jenuh, terlalu banyak mengonsumsi gula, kurang istirahat dan olahraga, kebiasaan merokok, dan terlalu banyak menanggung stres.

Sebuah penelitian menunjukkan fakta bahwa lebih dari tiga juta warga Amerika Serikat didiagnosis menderita tekanan darah tinggi, rata-rata di atas 140/90, dimana memicu stroke lebih mudah. Kondisi kronis itu membuat darah menekan dinding arteri. Menurunkan tekanan darah berarti juga menurunkan risiko terserang stroke hingga 48 persen dan bisa dilakukan dengan cara mengurangi asupan garam.

Kenali dan periksa kesehatan Anda secara rutin. Perbaiki pola hidup jika dirasa sudah ada keluhan yang mengganggu. Stay healthy, people!