Category: health

Jangan Khawatir, Virus Corona Ternyata Tidak Menular Melalui Hewan Peliharaan dan Lalat Lho!

Saat pertama kali isu virus Corona mencuat di akhir tahun 2019, banyak yang menduga bahwa penyakit ini datang dari hewan yang hidup dan dikonsumsi manusia, seperti kelelawar. Akibatnya, banyak pasar yang menjual hewan tersebut terpaksa tutup, hiks!

Seiring berjalannya waktu, para tenaga kesehatan, badan pemerintahan, serta para peneliti mulai mempelajari tentang virus Corona dan penyakit Covid-19 ini dengan lebih intens. Beberapa hasil riset tentang wabah ini, yaitu:

Virus Corona Tidak Airborne Kok!

Virus Corona tidak bersifat airborne atau dapat hidup di udara. Meski begitu, tetap harus waspada karena ada partikel berukuran sangat kecil di dalam droplet yang menjadi media penyebaran virus yang mampu melayang di udara selama beberapa waktu, lho!

Sabun vs Hand Sanitizer

Ternyata, sabun cuci tangan terbukti paling baik digunakan dalam mencegah penyebaran virus Corona dibandingkan dengan hand sanitizer. Tapi, tidak apa-apa kok sebagai bentuk kewaspadaan tetap menggunakan cairan pencuci tangan apabila kesulitan mengakses air mengalir dan sabun cuci tangan.

Media Penularan Covid-19 dari Droplet Lho!

Sangat disarankan untuk menggunakan masker dan melakukan physical distancing demi menjaga diri dari penularan. Kamu harus selalu ingat nih kalau droplet yang menjadi media penularan Covid-19 ini bisa tersebar dari mana saja, termasuk juga dari air liur ketika kita sedang berhadapan dengan lawan bicara, lho! Harus tetap waspada dengan jarak, ya!

Hindari Sentuh Wajah

Lebih lanjut, akun WHO juga mengingatkan untuk tidak menyentuh bagian wajah apabila tangan kita kotor (setelah menyentuh suatu permukaan tertentu yang dimungkinkan menjadi media penularan Covid-19). Maka dari itu, jangan lupa untuk rajin cuci tangan ya!

Hewan Peliharaan Tidak Menularkan Covid-19

Nah, selain ketiga hasil riset tersebut, baru-baru ini para pakar kesehatan dan dokter hewan menyatakan bahwa ada perbedaan virus Corona yang terdapat di manusia dan hewan, sehingga kita tidak perlu khawatir tertular dari hewan peliharaan, lho!

Selain itu, pada tanggal 7 April 2020, akun Twitter resmi World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sejauh ini belum ada penelitian atau bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa Covid-19 bisa ditularkan oleh lalat.

Yuk, kita sama-sama ikuti anjuran supaya tidak tertular virus Corona agar selalu aman dan sehat. Jangan lupa untuk terus menjaga ketenangan pikiran dari berita-berita negatif yang beredar di media sosial ya!

Oleh : Idznila Shabrina | Content Creator TRENKOTA.COM

Lemas Saat Puasa? Simak 5 Tips Ini Agar Tetap Produktif Selama Ramadhan!

Rendahnya kadar gula darah adalah salah satu alasan utama tubuh menjadi lemas saat puasa. Namun, apa kamu mau terus-terusan lemas dan membuang waktu selama satu bulan? Apalagi di bulan penuh berkah ini, kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Tidak makan dan minum lebih dari setengah hari memang berat, ditambah tuntutan pekerjaan yang mau nggak mau harus diselesaikan.  Simak 5 tips berikut ini agar tetap produktif selama bulan Ramadhan.

  1. Istirahat yang Cukup

Saat berpuasa, stamina kita tentu akan berkurang. Di lain sisi, kesibukan kita justru cenderung bertambah dengan adanya agenda-agenda khas Ramadhan seperti shalat tarawih, buka bersama keluarga, teman SD, teman SMP, hingga sahur on the road. Untuk menyeimbangkan antara stamina dan kesibukan, istirahat yang cukup sangat diperlukan.

Tidur lebih awal, hindari begadang, dan sempatkan tidur siang meski hanya sebentar. Karena ternyata menurut para ahli, tidur siang sangat bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental seseorang. Seperti mencegah sakit jantung dan stroke serta meningkatkan konsentrasi dan memperbaiki mood.

2. Menu Bergizi Saat Sahur dan Buka

Jangan asal-asalan makan pada saat sahur maupun buka puasa ya! Gizi yang seimbang sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh. Yaitu proses pembakaran kalori yang nantinya akan menjadi sumber tenagamu dalam beraktivitas. Kekurangan atau kelebihan gizi tertentu akan mengganggu sistem metabolisme tubuh yang kemudian menghambat pembentukan sumber tenaga. Jadi, pastikan menu sahur dan buka puasamu mengandung karbohidrat, protein, serat, dan vitamin yang seimbang!

3. Buat target dan rencana harian

Dengan membuat target, kamu bisa mengukur sejauh mana tingkat produktivitasmu. Perlu diperhatikan, jangan membuat target yang terlalu utopis atau muluk-muluk. Buatlah target yang realistis, agar kamu masih bisa mencapainya. Selain itu, buatlah target berdasarkan evaluasi Ramadhanmu tahun lalu. Sehingga kamu akan mengetahui penyebab target tahun lalu belum tercapai dan belajar dari kesalahan tersebut.

Dengan begitu, kamu akan lebih mudah menemukan cara untuk mencapai target Ramadhan tahun ini. Agar lebih mempermudah tercapainya target, susunlah rencana harian atau to do list tiap harinya. Jangan lupa coret yang sudah kamu kerjakan!

4. Minum Air Putih yang Cukup

Selama puasa tentu kita akan banyak kekurangan cairan karena tidak ada asupan yang masuk ke dalam tubuh selama kurang lebih 12 jam. Sehingga tubuh akan lebih mudah lelah, konsentrasi menurun, hingga dehidrasi. Cara mengatasinya yaitu dengan minum air putih yang cukup saat buka puasa, menjelang tidur, dan ketika sahur. Usahakan satu hari kamu minum sebanyak 8-10 gelas.

5. Mempersiapkan Ramadhan dari Jauh-Jauh Hari

Awal-awal puasa pasti banyak di antara kamu yang merasa sangat lemas, haus, lapar, atau bahkan lupa kalau lagi puasa. Ini terjadi karena tubuhmu belum terbiasa dengan rutinitas puasa. Solusinya, persiapkan dirimu dari jauh-jauh hari! Beberapa minggu sebelum puasa, mulail kurangi porsi makanmu, perbaiki jam istirahat, jaga kesehatan dan tingkatkan keimanan agar siap menyambut bulan suci penuh berkah.

Itulah tips-tips agar tetap produktif selama Ramadhan. Semoga kita semua masih bisa bertemu dengan Ramadhan yang akan datang!

Oleh : Shofiya Yusri Salma | Content Creator TRENKOTA.COM

Cek Tips Mengatur Keuangan Agar Tidak Keteteran di Tengah Covid-19!

Penyebaran covid-19 di berbagai daerah kini membuat pemerintah semakin ketat dalam membuat peraturan terkait pembatasan sosial dengan meminta masyarakat untuk tetap #dirumahaja. Hal ini tidak hanya berdampak pada terhambatnya aktivitas-aktivitas diluar rumah tetapi juga berdampak pada penigkatan jumlah kebutuhan untuk tetap berada #dirumahaja.

Masyarakat menjadi bingung dalam mengatur pengeluaran karena munculnya rasa cemas dan panik akan penularan virus corona. Adanya kebutuhan – kebutuhan tidak terduga menyebabkan beberapa orang menjadi keteteran dalam mengatur keuangannya lho. Tetap tenang dan jangan panik karena dibawah ini adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mengatur keuanganmu selama pandemi covid-19 ini!!

Hemat Lebih Baik, Lho!

Adanya keadaan darurat seperti ini, akan memberikan dampak pada berbagai aspek khususnya aspek keuangan. Kurangilah untuk melakukan pembelian jika itu bukan kebutuhan yang penting atau pokok. Jika biasanya kamu harus membeli produk tertentu secara berkala, maka mulai sekarang kamu harus menahan untuk tidak membelinya dulu. Selain untuk mengurangi pengeluaran, hal ini juga dapat membantu kamu untuk mengontrol diri agar lebih bijak dalam menggunakan uang.

Tulis List Keperluan “Urgent” Dan “Important”

Menghadapi pandemi covid-19 memang butuh banyak persiapan, terutama yang terkait dengan kebutuhan pokok untuk tetap #dirumahaja. Peningkatan tingkat kebutuhan mengharuskan kita untuk bisa memilah dan memilih kebutuhan mana yang bersifat “urgent” dan “important”.

Kebutuhan yang bersifat urgent saat ini adalah masker, handsainitizer, sabun cuci tangan, dan lain-lain, sedangkan kebutuhan yang bersifat important yaitu kebutuhan-kebutuhan pokok seperti bahan makanan, listrik, dan lain-lain. Pastikan kamu sudah bisa memilah dan memilih ya!

Setelah itu, buatlah list dengan menggunakan skala prioritasmu. Usahakan kamu mengurutkannya dengan benar. Hal ini sangat berguna untuk meminimalisir pengeluaran yang akan kamu keluarkan dibanding jika kamu tidak membuat list lho!

Masak aja deh!

Selain karena kita harus tetap #dirumahaja, membuat makanan sendiri juga dapat mengurangi jumlah pengeluaranmu alias lebih “hemat”. Tidak hanya itu, hal ini juga menjamin bahwa kamu memang mengkonsumsi makanan yang bergizi dan lebih higienis serta dapat sekaligus mengasah kemampuan memasakmu!

Nah, sangat membantu bukan? Mengurangi membeli makanan diluar juga bisa memberimu tambahan dana, karena biaya yang seharusnya untuk membeli makanan diluar bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan yang lain!

Meningkatkan Jumlah Dana Darurat

Setiap orang pasti memiliki dana darurat, bahkan mungkin sebagian orang saat ini sudah menggunakannya. Dana darurat memang dibuat untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan tak terduka yang bersifat darurat, salah satunya adalah saat terjadi pandemi covid-19 ini.

Pastikan bahwa kamu tidak menggunakan semua dana daruratmu dan tetap menabungnya agar bisa digunakan dikemudian hari karena pandemi covid-19 ini masih tidak dapat diprediksi kapan berakhirnya. Agar dana daruratmu masih terjaga, kamu bisa menambahkan dana yang diperoleh dari keperluan – keperluan tidak mendesak, seperti dana yang harusnya dikeluarkan untuk nge-gym, nongkrong, belanja sepatu atau make up, dan lain-lain.

Oleh : Andira Falestiya | Content Creator TRENKOTA.COM

Terlalu Banyak Cuci Tangan Bikin Kulit Kering? Yuk, Intip Cara Mengatasinya

Salah satu cara paling efektif untuk membunuh bakteri, kuman, atau virus yang menempel di badan adalah membilasnya dengan sabun. Makanya, banyak pakar dan dokter menghimbau masyarakat untuk selalu cuci tangan.

Himbauan cuci tangan ini berlaku khususnya di lima waktu, yaitu:

  1. Sebelum dan sesudah makan
  2. Sebelum dan sesudah ke toilet
  3. Setelah bepergian
  4. Sebelum dan sesudah merawat orang sakit
  5. Setelah menyentuh benda-benda kotor

Lebih baik lagi apabila cuci tangan bisa rutin dilakukan selain di lima hal di atas, misalnya setelah belajar online di rumah menggunakan laptop dan alat tulis, boleh saja kamu cuci tangan untuk menjaga kebersihan dan sebagai sikap preventif.

Cuci Tangan Bikin Kulit Kering

Di tengah pandemi Covid-19 ini, memang benar kita harus rutin mencuci tangan atau setidaknya menggunakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer). Namun, ternyata terlalu banyak mencuci tangan justru bisa menipiskan dan merusak sel-sel kulit kita, lho.

Jika diperhatikan, setelah melakukan banyak cuci tangan, kulit telapak akan terasa mulai mengering. Keringnya kulit telapak tangan ini bisa memicu infeksi dan penyakit baru apabila didiamkan saja.

Lalu, bagaimana sih caranya agar kita tetap bisa cuci tangan rutin dan menjaga kulit agar tidak kering? Yuk, cek informasi berikut ini:

Gunakan Lotion/Cream Pelembab

Meski lotion dan cream pelembab identik dengan skin care wanita, namun sebenarnya zat ini bagus untuk siapa saja, lho. Mulailah rutin setiap malam mengoleskan lotion atau cream pelembab ke kedua telapak dan bahu tangan untuk menajaga dan menutrisi kulitmu.

Sebisa mungkin gunakan cream dan lotion yang rendah alkohol ya. Kamu bisa membeli merk dan varian apa saja. Biasanya lotion dan cream ini cukup mudah ditemui di mini-market terdekat.

Keringkan Tangan dengan Benar

Setelah mencuci tangan, biasakan untuk mengeringkan dengan kain atau tisu yang tidak berbahan kasar. Pilihlah lap kain yang lembut untuk menjaga kulit bagian terluar tanganmu tidak terkena banyak goresan.

Saat mengeringkan, usapkanlah kedua tangan ke kain dengan perlahan. Jangan terburu-buru. Gesekan yang terlalu cepat dan keras juga dapat menimbulkan goresan meski sudah menggunakan permukaan kain lap yang halus.

Perhatikan Suhu Air

Terakhir, saat mencuci tangan atau mandi, usahakan menggunakan air yang tidak terlalu panas. Apabila kamu tidak sedang sakit, disarankan untuk menggunakan air dengan suhu cenderung dingin.

Pasalnya, air panas ternyata dapat menghilangkan lapisan minyak alami di kulit. Apabila lapisan ini terkikis, maka dapat menyebabkan luka dan iritasi. Cuci tangan dan mandilah dengan air dengan suhu suam-suam kuku, ya!

Oleh : Idznila Shabrina | Content Creator TRENKOTA.COM

Mudik ke Kampung Halaman? Lakukan 5 Hal Ini Selama Self-Quarantine !

Sejak awal 2020 lalu, dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Berawal dari China, kini hampir seluruh negara secara global, termasuk Indonesia, harus merasakan pahitnya wabah yang disebabkan oleh virus Corona tersebut.

Salah satu akibat dari pandemi Covid-19 ini adalah penutupan berbagai fasilitas publik seperti kantor dan tempat belajar (kampus dan sekolah). Pada akhirnya, banyak masyarakat Indonesia yang memilih pulang ke kampung halamannya untuk menghabiskan waktu #dirumahaja atau #workfromhome.

Eits, tapi tunggu dulu! Saat kamu pulang ke kampung halaman, kamu harus melakukan apa yang disebut dengan self-quarantine selama 14 hari. Apalagi jika kamu datang dari kota-kota zona merah (wilayah transmisi lokal Covid-19).

Selama 2 minggu, kamu harus melakukan observasi mandiri dan merasakan apakah ada gejala Covid-19 tertentu. Jika ada, harus segera merujuk ke dokter.

Lalu, selama self-quarantine ini, apa saja, sih, yang harus dilakukan untuk menjaga imunitas tubuh?

Sering Cuci Tangan dan Jaga Kebersihan

Hal pertama dan paling dasar yang harus rutin dilakukan adalah cuci tangan dan menjaga kebersihan tubuh serta lingkungan. Sesaat setelah kamu bepergian menggunakan transportasi umum, pastikan cuci tangan dan mandi menggunakan sabun dan air bersih.

Jangan lupa untuk menjemur barang bawaanmu di bawah sinar matahari, menyemprotkan cairan desinfektan, serta mencuci seluruh pakaian yang digunakan dengan bersih.

Konsumsi Makanan Gizi Seimbang

Kamu tahu kan kalau virus Corona ini bisa saja tidak bereaksi atau menimbulkan gejala apabila imun tubuh bagus. Nah, kini saatnya untuk memperbanyak makan makanan bervitamin tinggi.

Paling tidak, konsumsi minimal 3 porsi buah dan sayur setiap hari. Selain itu, penuhi juga kebutuhan energi dan nutrisimu dengan berbagai makanan pelengkap, seperti daging-dagingan, susu, nasi, atau pun yoghurt.

Di saat seperti ini, hindari makanan tinggi gula dan lemak yang bisa mengurangi imunitas tubuh. Oh iya, usahakan selalu minum 8 gelas air mineral setiap hari ya!

Aktivitas Fisik 30 Menit

Salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan aktivitas fisik. Dianjurkan melakukan kegiatan fisik ringan minimal 30 menit sehari. Tapi, aktivitas fisik apa, ya, yang bisa dilakukan selama di rumah?

Aktivitas fisik yang dimaksud di sini, tidak harus olahraga berat. Bisa kegiatan apapun yang menggerakkan mayoritas otot tubuhmu dan membakar kalori. Contoh mudahnya, membereskan barang bawaanmu saat pulang kampung. Kamu bisa melakukan unpacking baju lalu merapikannya ke lemari ditambah membersihkan tas dan kopernya, lho!

Jika dirasa masih kurang menggerakkan tubuhmu, cobalah untuk olahraga kecil di area rumah. Misalnya, lari di tempat, naik-turun tangga, atau melakukan workout ringan bersama tutorial YouTube! Seru, kan?

Jaga Jarak dengan Orang Rumah

Meskipun terkesan menyedihkan, namun ini penting untuk kebaikanmu dan keluarga. Ada baiknya selama 14 hari melakukan self-quarantine dan observasi mandiri, kamu tetap menjaga jarak dengan orang tua atau saudara.

Jika tidak begitu mendesak, lakukan aktivitas sehari-hari di dalam kamar. Apabila perlu berbicara dengan anggota keluarga, pastikan kalian mengenakan masker dan duduk dengan jarak setidaknya 1-2 meter dari satu sama lain.

Memperhatikan Kesehatan Mental

Melakukan isolasi dan observasi mandiri di rumah selama 14 hari bukanlah hal yang mudah bagi semua orang. Apalagi jika sudah lama tidak bertemu anggota keluarga. Pasti rasanya kangen banget, kan?

Jika kamu sedang menjalani masa tersebut, pastikan kesehatan mentalmu tetap terjaga. Bagaimana caranya? Jika merasa bosan atau mulai stress, cobalah isi kegiatan dengan hal-hal yang kamu suka. Keluar kamar sebentar untuk menyapa orangtua (jangan lupa jaga jarak dan pakai masker, ya!), menelepon nenek atau sahabat, menonton film, atau mungkin pesan makanan kesukaanmu melalui ojek online?

Jika dalam 14 hari kamu merasa sehat-sehat saja, maka kamu bisa beraktivitas normal di dalam rumah. Namun, apabila ada gejala yang condong menunjukkan adanya kemungkinan Covid-19, segera datang ke fasilitas layanan kesehatan terdekat, ya!

Oleh : Idznila Shabrina | Content Creator TRENKOTA.COM

Yuk, Berpikir Positif Untuk Menghindari Psikosomatik Saat Pandemi Covid-19

Tak dapat dipungkiri bahwa hampir seluruh media offline dan online kerap kali membawa berita yang cenderung menakutkan terkait pandemi Covid-19 ini. Ternyata, terlalu banyak mengonsumsi berita negatif bisa berdampak buruk pada diri kita, lho!

Secara tidak sengaja, seluruh informasi mengecewakan, buruk, dan menakutkan yang kita baca sehari-hari tersimpan di alam bawah sadar dan menjadi sugesti diri. Mungkin saja kamu merasa terkena gejala Covid-19 karena terlalu banyak membaca berita-berita tersebut. Apalagi, gejala klinisnya sangat umum.

Psikosomatik

Nah, ketika kamu merasa mengalami gejala-gejala mirip Covid-19, bisa saja sebenarnya tubuhmu sehat. Hanya saja, kamu mungkin sakit secara emosional. Seluruh sugesti buruk telah memengaruhi kesehatan psikologismu.

Dilansir Kompas.com, psikosomatik adalah suatu keadaan di mana pikiran bawah sadar menghasilkan gejala fisik padahal tidak ada penyakit tertentu. Pada kasus ini, biasanya pasien akan datang ke petugas medis tapi dinyatakan sehat-sehat saja.

Ketika psikosomatik ini terjadi, maka yang dibutuhkan adalah pertolongan dari psikolog profesional.

Menghindari Psikosomatik

Ternyata, psikosomatik ini bisa kita hindari, lho. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan agar kita tidak tersugesti hal-hal negatif dan tetap berpikiran positif selama melewati masa pandemi Covid-19:

  1. Hindari Terlalu Banyak Mengonsumsi Media Sosial

Saat melakukan karantina, memang hal yang paling mudah dan menyenangkan adalah scrolling di media sosial. Namun, terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial ternyata juga bisa berdampak buruk.

Terlebih lagi apabila hal-hal yang kita tonton atau baca selalu berkaitan dengan kabar Covid-19. Tak dapat dipungkiri bahwa mayoritas informasi Covid-19 pasti terkait peningkatan angka pasien dirawat maupun meninggal. Sangat menyeramkan, bukan?

2. Perbanyak Interaksi Sosial Human to Human

Untuk mengalihkan pikiran kita dan mencari sumber energi positif, ada baiknya kita berinteraksi dengan sesama manusia dan bertukar cerita yang menyenangkan. Misalnya, berdiskusi di dalam rumah dengan mama papa atau bisa juga melakukan video call dengan anggota geng. Pasti seru!

Pilihlah juga teman bercerita yang mampu mendorongmu berpikir positif, ya. Jika, kamu merasa seseorang justru memperparah pikiran negatifmu, segera cari alternatif kerabat lain yang mungkin punya banyak insight penuh semangat.

3. Badai Pasti Berlalu

Sama seperti wabah lainnya, contohnya SARS, H1N1, Flu Spanyol, dan lain-lain, pandemi Covid-19 pasti juga akan berlalu. Saat ini kita hanya perlu mendukung penuh kebijakan pemerintah demi menyelamatkan masyarakat.

Sebisa mungkin lakukan kegiatan di dalam rumah, makan makanan gizi seimbang, tidur yang cukup, aktivitas 30 menit sehari, serta isi waktu luang dengan hal-hal yang menarik dan produktif.

4. Kalau Sakit, Jangan Googling!

Terakhir, never google your symptom! Apa maksudnya? Jika kamu merasa sakit atau tidak enak badan, jangan sekali-kali melakukan diagnosa mandiri dan mengandalkan mesin pencari di internet seperti google!

Meskipun terdapat informasi medis di sana, namun untuk mendiagnosa suatu penyakit, seorang dokter saja memerlukan berbagai macam sampel tes, jadi sangat mustahil apabila kita yang bukan dokter bisa mengetahui suatu penyakit hanya dari smartphone.

Yuk, mulai sekarang kita perbanyak konsumsi informasi positif demi menjaga kesehatan mental kita. Stay calm and spread positivity!

Oleh : Idznila Shabrina | Content Creator TRENKOTA.COM

Ayo Cegah Virus Corona dengan Cuci Tangan di 5 Waktu Ini !

Salah satu cara yang terbukti ampuh untuk mencegah penyebaran virus Corona adalah dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air bersih yang mengalir. Ternyata, ada waktu-waktu tertentu lho di mana kamu harus segera mencuci tangan.

Yuk, perhatikan lima waktu cuci tangan ini agar kamu sehat dan terhindar dari serangan Covid-19:

Sebelum dan Sesudah Makan

Makanan adalah sumber nutrisi dan vitamin yang penting bagi kesehatan dan bagus sebagai peningkat imunitas tubuh. Cuci tangan sebelum makan menjadi penting untuk menjaga kesterilan dan menjauhkan potensi adanya infeksi dari kuman maupun bakter yang menempel di tanganmu.

Eits, tapi tidak hanya cuci tangan saja yang penting. Mencuci alat makan seperti piring, sendok, dan garpu juga penting. Terlebih lagi apabila alat-alat tersebut sudah lama disimpan di udara terbuka sebelum digunakan.

Nah, setelah selesai makan, jangan lupa untuk cuci tangan juga ya. Agar tidak ada sisa makanan yang membusuk dan menjadi sumber penyakit baru yang menempel di tubuhmu.

Sebelum dan Sesudah ke Toilet

Tak dapat dipungkiri bahwa toilet bisa saja menjadi tempat berkumpulnya berbagai macam kuman dan bakteri. Biasanya, setelah beraktivitas seharian, berkeringat, dan berkontak dengan dunia luar, kita akan segera membersihkan diri di kamar mandi atau toilet. Begitu pula dengan buang air.

Maka dari itu, penting sekali bagi kita untuk menjaga kebersihan tangan, terkhusus lagi setelah buang air. Jangan pernah lupa untuk membilas kedua telapak dan punggung tangan dengan sabun.

Setelah Bepergian

Apabila kamu terpaksa beraktivitas di luar rumah selama masa pandemi Covid-19 ini, selalu cuci tangan setelah bepergian. Pasalnya, saat kamu mengendarai mobil, motor, atau transportasi umum, tanganmu pasti menyentuh banyak hal yang berpotensi menularkan kuman.

Lebih baik lagi jika kamu bisa membawa sabun cair ukuran kecil ke mana saja kamu pergi, sehingga tidak perlu menunggu sampai di rumah dulu untuk bisa membersihkan tangan.

Sebelum dan Setelah Merawat Orang Sakit

Apabila ada anggota keluargamu yang sakit, berhati-hati dan tetap waspada saat merawat mereka. Pasalnya, mereka berpotensi besar untuk menularkan virus kepadamu. Nah, lalu kenapa kita harus cuci tangan sebelum merawat orang sakit?

Cuci tangan sebelum merawat orang sakit menjadi penting untuk menjaga kestabilan kondisi tubuh pasien. Pada dasarnya, meskipun sudah menjaga kebersihan semaksimal mungkin, kita tetap tidak tahu ada kuman kecil atau virus apa yang menempel di tangan. Meskipun sedikit, kuman dan virus yang kita bawa ini tentu bisa memperburuk keadaan pasien karena imun tubuh mereka sedang lemah, sehingga cuci tangan sebelum merawat mereka menjadi hal penting.

Jangan lupa untuk cuci tangan lagi apabila kamu sudah selesai merawat dan berkontak fisik dengan pasien ya. Besar kemungkinan masih terdapat partikel-partikel kuman yang menempel di tubuhmu. Akan lebih baik lagi jika kamu mandi terlebih dulu sebelum melanjutkan aktivitas lainnya.

Setelah Menyentuh Benda Kotor

Saat kamu memasak atau merawat tanaman, pasti tanganmu akan terlihat kotor. Terlebih lagi ketika membuang sampah! Jelas sesaat seluruh kegiatan tersebut dilakukan, kamu harus segera mencuci tangan dengan sempurna dengan sabun dan air bersih mengalir. Pastikan tidak ada sedikit pun zat kotor yang tertinggal ya.

Nah, itulah lima waktu yang dianjurkan untuk kita membilas tangan dengan sabun di bawah air mengalir. Meski begitu, ada baiknya setiap kamu merasa tanganmu sudah bersentuhan dengan banyak benda, segeralah cuci tangan.

Eits, tapi jangan lupa untuk tetap pakai lotion atau cream pelembab ya agar tanganmu tidak kering dan luka.

Oleh : Idznila Shabrina | Content Creator TRENKOTA.COM

10 Teknik Bercocok Tanam Hidroponik yang Wajib Kamu Coba

Bercocok tanam hidroponik tak diragukan lagi merupakan alternatif luar biasa untuk penggemar tanaman yang tidak memiliki tanah untuk dijadikan media bercocok tanam. Namun, bercocok tanam secara hidroponik bukan perkara sederhana mengingat ada banyak hal yang harus diperhatikan saat melakukannya. Berikut beberapa teknik bercocok tanam hidroponik yang bisa kamu coba jika kamu menggemari kegiatan bercocok tanam tetapi tidak memiliki tanah yang cukup untuk memfasilitasi hobimu.

Sistem Sumbu

Source: hidroponikyuk.com

Juga dikenal dengan istilah wick system, teknik bercocok tanam hidroponik yang satu ini sangat mudah dilakukan. Kamu hanya perlu menyiapkan kerikil, rockwool, sabut kelapa, arang sekam, dan media lain yang tidak berasal dari tanah. Kemudian, kamu tinggal menempatkan nutrisi pada media, misalnya, botol bekas, di bagian bawah dan menghubungkannya dengan kain sumbu. Nutrisi tersebut akan menjalar melalui kain sumbu ke arah atas dan kemudian berada di antara media tanaman. Dengan begitu, akar tanaman akan memperoleh nutrisi tersebut dan tanaman pun bisa tumbuh besar.

Teknik Larutan Statis

Source: busy.org

Teknik ini bisa kamu gunakan jika kamu tidak ingin dipersulit dengan proses mengalirkan air secara terus menerus untuk menjaga tanaman hidroponikmu agar tetap hidup. Caranya adalah dengan mengisi media tanam dengan air yang menjadi sumber nutrisi tanaman. Pastikan ketinggian air rendah dengan ukuran kira-kira setinggi akar tanaman agar akar tanaman mendapatkan nurtisi yang diperlukannya. Pastikan media yang kamu gunakan tidak tembus matahari agar tanamanmu bebas dari gangguan lumut.

Teknik Pengaliran Air

Source: konpasiana.com

Untuk bercocok tanam dengan teknik yang satu ini, kamu perlu menyiapkan tangki besar yang diposisikan di area yang lebih tinggi dibandingkan media pertumbuhan tanaman. Dengan begitu, air sumber nutrisi bisa mengalir ke semua media tanam. 

Teknik NFT

Source: petanitop.blogspot.com

Kepanjangan dari nama teknik ini adalah Nutrient Film Technique, teknik bercocok tanam hidroponik yang memanfaatkan parit artifisial. Parit artifisial bisa kamu buat menggunakan lempengan baja tipis yang anti karat. Tanam lempengan tersebut di area tempat tanamanmu ditanam. Tujuannya adalah agar air sumber nutrisi mengalir di sekitar saluran parit dan menciptakan lapisan tipis di sekitar tanaman. Parit tersebut sendiri harus terdiri dari lapisan air tipis yang bisa menembus akar tanaman dan membentuk suatu lapisan nutrisi di sekitarnya.

Teknik Pasang Surut

Source: Youtube

Prinsip kerja teknik pasang surut adalah membanjiri wadah penampung yang berisikan tanaman dengan air penuh nutrisi atau unsur hara selama beberapa lama. Air penuh nutrisi atau unsur hara tersebut bisa mengalir dan kembali lagi ke tempat penampungan. Proses tersebut harus terus berulang. Oleh karena itu, penting untuk menyiapkan pompa air yang bisa diatur menggunakan timer. Pompa air tersebut akan melakukan proses pembanjiran serta penyurutan air nutrisi dalam periode waktu yang sudah diatur sejak awal.

Teknik Rakit Apung

Source: goodplant.co.id

Untuk menerapkan teknik ini, kamu hanya perlu meletakkan gabus yang sudah dilubangi di atas air larutan nutrisi. Kemudian biarkan tanamanmu mengapung bersama gabus tersebut dengan bagian akar tergenang air nutrisi sehingga tanaman tersebut terus mendapatkan gizi yang dibutuhkannya agar bisa bertahan hidup dan tumbuh besar.

Menggunakan Kapas

Source: lelampahan.blogspot.com

Dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi dengan air, kamu bisa menaman tanaman secara hidroponik tanpa harus merasa kesusahan. Caranya yaitu setelah kapas ditempatkan ke dalam wadah dan dibasahi dengan air, kamu hanya perlu menaburi kapas basah tersebut dengan pupuk secukupnya kemudian membenamkan bibit tanaman ke dalamnya.

Sistem Irigasi

Source: apkpure.com

Untuk bercocok tanam dengan sistem ini, kamu harus memastikan bahwa larutan nutrisi yang kamu berikan ke tanamanmu berbentuk tetesan yang menetes terus menerus dalam takaran yang tepat. Ada banyak media yang bisa kamu gunakan untuk bercocok tanam dengan sistem ini seperti sekam padi, zeolit, perlit, dan sabuk kelapa. Sabut kelapa dan sekam padi tentu menjadi pilihan yang paling menguntungkan karena kedua media tersebut sangat murah dan mudah didapatkan.

Hidroponik Vertikal

Source: id.aliexpress.com

Teknik ini bisa kamu terapkan dengan cara memasang paralon dalam posisi vertikal. Kemudian, letakkan pot tanaman yang berisi kain, air, bebatuan, atau sekam. Teknik ini bisa menjadikan suatu ruangan menjadi terasa rindang dan teduh mengingat posisi tanaman berjejer tidak secara horizontal tetapi secara vertikal.

Menggunakan Spons

Menanam tanaman secara hidroponik juga bisa dilakukan dengan menggunakan spons. Caranya mirip dengan cara penanaman menggunakan kapas tetapi dengan spons, kamu tidak perlu memasukkan sponsmu ke dalam wadah-wadah kecil. Cukup masukkan spons dalam jumlah banyak ke dalam satu wadah besar dan gunakan spons tersebut sebagai media tanam. Perlu diketahui bahwa spons dapat membuat tanaman tumbuh dua kali lebih cepat daripada media lain, menjadikannya media yang sangat menguntungkan.

Detoksifikasi Digital, Perlukah?

Dunia digital saat ini sudah menjadi bagian yang seakan tidak terlepas dari kehidupan kita. Bayangkan, apapun yang kamu lakukan setiap menit bahkan setiap detik, harus selalu membuka layar gadget. Hal itu juga lho yang jadi alasan kenapa ada istilah “generasi menunduk”. Duet maut perkembangan teknologi yang telah mengubah dunia hingga detik ini, bukan lain yaitu internet dan gadget. Ya, kita jadi super duper bergantung pada benda kecil yang bisa menyala yang biasa disebut gawai atau populer dengan nama gadget

Fenomena ini jadi mengerikan, mengingat dampaknya yang ngga bagus untuk kesehatan mental. Lahir dari fakta ini kemudian muncul istilah detoksifikasi digital, yaitu upaya yang dilakukan untuk melepaskan diri sejenak dari perangkat teknologi atau mengurangi penggunaan gadget. Apa saja sih manfaatnya? 

Lebih Produktif

Detoks digital mau tidak mau akan memberikan kita waktu yang lebih luang untuk melakukan hal yang lain dibanding hanya menunduk menatap layar gadget. Ini berdampak pada manajemen waktu. Kita jadi bisa melakukan lebih banyak hal dan tentu saja produktivitas meningkat dengan pesat.

Bisa Menjalankan Hobi Lain

Punya hobi yang selama ini kamu lewatkan gara-gara terlalu banyak berkutat dengan gadget? Inilah saatnya kamu kembali pada hobi lamamu, apapun itu, misalnya melukis, hunting barang antik, atau bahkan sekedar menikmati kopi di café favoritmu tanpa gangguan gadget.

Mata Lebih Rileks

Gadget memiliki layar yang memantulkan radiasi ke arah mata. Efeknya mata jadi sering pedih jika terlalu lama main gadget. Nah, dengan melakukan detoksifikasi digital, maka matamu dijamin lebih sehat dan rileks.

Konsentrasi Lebih Baik

Apapun yang kamu lakukan tanpa gadget, konsentrasimu akan lebih baik karena aktivitasmu tak terdistraksi oleh bunyi notifikasi. Bandingkan dengan hari-hari sebelum kamu berkomitmen untuk detoks digital, di tengah aktivitas sepadat apapun sudah dipastikan ada saja bunyi notifikasi gadget yang menghambat pergerakanmu.

Memperbaiki Kesehatan Mental

Menurut penelitian dari Duke University, North Carolina, Amerika Serika, para remaja yang menghabiskan waktu lebih banyak untuk bersentuhan dengan teknologi atau smartphone akan mengalami masalah perilaku dan gejala dari ADHD atau attention-deficit hyperactivity disorder. Mereka yang menghabiskan banyak waktu dengan smartphone yang dimiliki cenderung mudah berbohong, berkelahi, dan perilaku buruk lainnya. Jadi, detoks gadget juga berarti meminimalisir dampak-dampak psikologis negatif.

Kehidupan Sosial Lebih Sehat

Seperti dilansir dari Independent.co.uk, bahwa dengan melakukan detoks digital merupakan sebuah cara sederhana, bebas dan sehat untuk kembali berhubungan dengan orang-orang yang dicintai, lingkungan dan diri sendiri.

Tak Mudah Terpancing Isu Provokatif

Sebagaimana yang kita tahu, media sosial menyajikan berbagai informasi apapun bahkan tanpa ter-filter dengan baik. Hal inilah yang menyebabkan otak kita juga menerima berita apapun dan otak bertugas mencerna. Berita-berita negatif mau tak mau menjadi konsumsi otak, termasuk hoax. 

Makan dengan tenang

Sebagian dari kamu harus mengakui kalau terkadang kamu makan sambil main ponsel. Ya, kan? Nah, melakukan detoksifikasi digital akan bermanfaat membuat aktivitas makanmu lebih tenang, dan ini adalah tindakan sehat.

Lebih Bahagia

Hidup bergantung pada gadget secara tak langsung membiarkanmu terlalu terlarut dengan dunia maya, yang sesungguhnya tidaklah nyata. Mudah terpancing isu tak jelas, mudah terprovokasi, mudah kecewa karena melihat sesuatu yang tak diharapkan, dan sebagainya. Ini bisa dihindari dengan detoks gadget, karena tanpa memikirkan hal-hal yang kurang penting, kamu akan lebih merasa nyaman, tenang, dan bahagia.

Kesempatan Untuk Merenung

Chief Non-Digital Officer Digital Detoxing, Martin Talks, menyatakan bahwa detoks digital lebih mirip dengan masa puasa, seperti halnya makanan. Detoksifikasi digital memberi kita kesempatan untuk membersihkan pikiran dan merenungkan apa yang benar-benar bermakna dan bergizi (bagi tubuh).

Nah, bagaimana menurut kamu? Sudah perlukah kamu menjalani detoks yang sedang hype ini? Kalo dampaknya positif, kenapa ngga? 

10 Rekomendasi Aplikasi Android yang Bikin Milenial Jadi Lebih Sehat

Hidup sehat sekarang sangat mudah untuk diaplikasikan. Soalnya, di zaman yang serba canggih ini, apa-apa bisa dilakukan hanya dari perangkat gawai saja. Bahkan, mau olahraga pun bisa dipantau oleh ponsel pintarmu. Maka itu, sudah bukan alasan lagi bagimu untuk bermalas-malasan. Bergerak lah lebih aktif dan atur pola makan biar hidup jadi lebih sehat. Berikut 10 aplikasi di perangkat Android yang bisa membantu milenial jadi lebih sehat. 

Steps

Aplikasi bawaan dari Samsung ini akan menghitung langkah yang kamu ambil setiap hari. Tahukah kamu bahwa kita disarankan untuk berjalan selama 10.000 langkah tap hari supaya sehat? Nah, aplikasi ini bisa membantumu untuk tahu, sudah berapa langkah yang kamu ambil. Aplikasi ini bisa kamu sinkronisasikan dengan smartwatch juga lho. 

Exercise

Untuk kamu yang ingin mulai olahraga dan hidup aktif, kamu bisa gunakan aplikasi ini. Dengan ini, kamu bisa tahu jenis olahraga mana saja yang paling banyak membakar kalori, dan berapa banyak kalori yang sudah kamu bakar saat selesai berolahraga. Contohnya, kamu sudah berenang selama setengah jam, atau skipping lima belas menit, atau jogging satu jam, bisa dilihat berapa kalori yang terbakar. 

Active Time

Lewat aplikasi ini, kamu bisa tahu serta menghitung seberapa aktif kamu setiap harinya. Aplikasi ini punya fitur yang akan memantau berapa lama kamu bergerak setiap harinya. Gerakan yang dimaksud bukan cuma olahraga saja, tapi sekadar berjalan atau membersihkan rumah pun sudah terhitung aktif. Di sini, kamu juga bisa menghitung kalori yang dibakar dari kegiatan harianmu. 

My Diet Coach

Kalau kamu ingin menurunkan berat badan, kamu bisa menggunakan aplikasi ini. Kamu bisa mengubah gaya hidup jadi lebih sehat. Kamu harus tentukan dulu apa motivasimu untuk diet. Setelah itu, aplikasi ini akan membantumu meraih tujuan itu. Ada fitur tombol panik saat kamu lagi ngidam makanan. Ada juga berbagai tips dan kutipan yang menginspirasi. 

Sleep Cycle: Smart Alarm Clock

Aplikas ini bisa membantumu meningkatkan kualitas tidur. Ada fitur jam alarm yang bisa membangunkanmu. Tenang saja, alarmnya akan membangunkanmu dengan lembut kok, jadi kamu tidak kaget saat bangun. Selain itu, kamu akan bisa merekam dan mengatur siklus tidur. Ada statistik terperinci yang diberikan tentang pola tidurmu. 

MyFitnessPal

Lewat aplikasi ini, kamu bisa mengelola berat badanmu, mengetahui nutrisi harian, dan menjadi lebih bugar dengan saran olahraga yang kamu butuhkan. MyFitnessPal juga bisa melacak makananmu mencatat semua langkah dan kegiatan harianmu, serta memberikan motivasi serta dukungan yang kamu butuhkan lewat komunitas aplikasi. Kamu bisa buat target berat badan, atau mendapatkan personalisasi tujuan yang dibuat berdasarkan info yang kamu berikan. 

ShopWell

Kamu bisa menemukan makanan yang sesuai dengan dietmu dan mendapatkan label nutrisi yang kamu butuhkan tiap harinya. Kamu juga bisa membuat profil makanan yang sesuai dengan tujuan diemu. Tiap makanan yang kamu beli akan mendapatkan skor nutrisi saat kamu pindai labelnya. Jadi, kamu bisa tahu apakah makanan tersebut kamu butuhkan atau tidak. 

Home Workout

Buat kamu yang berniat olahraga tapi bingung mau pilih olahraga jenis apa, kamu bisa gunakan aplikasi ini. Ada beragam video latihan yang dilengkapi dengan animasi, deskripsi, dan hitungan saat melakukannya. Ada fitur pengingatnya juga yang bisa mengingatkanmu untuk mulai berolahraga tiap harinya. Kamu juga bisa merekam progres latihanmu, apakah tujuanmu bulan ini sudah tercapai atau belum. Dengan aplikasi ini, kamu bisa olahraga dari rumah, tidak perlu ke fitness center. 

Halodoc

Aplikasi kesehatna ini bisa memungkinkanmu untuk mendapatkan layanan kesehatan di manapun kamu berada, dan kapanpun kamu mau. Kamu bisa konsultasi langsung dengan dokter yang kamu inginkan, bisa dokter umum maupun spesialis lho! Semua dokter yang terdaftar di Halodoc benar-benar dokter berpengalaman dan terdaftar di Ikatarn Dokter indonesia, jadi kamu tidak usah ragu. Metode komunikasinya pun beragam, bisa lewat chat, video call, atau voice call. 

Drink Water Reminder

Aplikasi ini bisa membantu kita mengetahui berapa kadar air yang sudah kita konsumsi tiap harinya. Selain itu, kita juga bisa diingatkan untuk minum air sesuai dengan jadwalnya. Jadi, kebutuhah harian tubuhmu akan air bakal terpenuhi. Cocok banget buat kamu yang lagi diet, soalnya cara paling efektif untuk menurunkan berat badan kan memang dengan banyak minum air putih.