Category: Lifestyle

10 Podcast Asyik yang Wajib Didengerin Kaum Milenial

Sudah dengar soal Podcast? Atau kamu malah sudah punya saluran favorit sendiri yang sering kamu dengarkan? 

Buat yang masih asing dengan istilah Podcast, ini adalah saluran sejenis radio di mana kamu bisa mendengarkan berbagai konten secara berkualitas. Karena memang ini konsepnya seperti radio, jad kontenya juga berupa audio. Sama seperti media sosial lainnya, konten yang ditawarkan pun beragam. Ada yang membahas soal isu-isu terkini, atau soal feminisme dan gerakan wanita untuk speak up, atau soal politik, dan bahkan ngomong hal-hal random pun ada. 

Kalau kamu penasaran mana saja saluran Podcast asyik yang bisa jadi rekomendai, ini 10 channel yang bisa coba kamu dengarkan. 

PORD 

Ini adalah saluran Podcast yang dibawakan oleh Raditya Dika. Pord merupakan singkatan dari Podcast Raditya Dika. Cocok buat kamu yang suka hal-hal ringan dan pengen mendapatkan ilmu baru atau inspirasi. Yang asyik dari Pord, kontennya dikemas dalam bentuk talkshow. Dan semua dibawakan tanpa skrip. Obrolan yang ada benar-benar mengalir apa adanya. 

Box2Box

Buat pecinta sepakbola, ini saluran yang tepat buat kamu pantengin. Host-nya Pangeran Siahaan, Justin Lhaksana, dan Tio Prasetyo. Kontennya memang membahas soal sepakbola. Tapi obrolan dan gaya bicara host-nya yang tengil ini bakal bikin kamu sebel, tersinggung, sampai terbahak-bahak. 

Do You See What I See?

Ini nih saluran yang banyak banget pendengarnya. Saluran yang satu ini dikhususkan buat penggemar cerita horor. Kontennya memang membahas hal-hal mistis nan gaib. Tidak butuh putar otak pusing-pusing buat bikin konten ini menarik. Sebab, cerita horor sendiri memang sudah digemari. Ceritanya berasal dari kiriman pendengarnya. 

Sudut Pandang

Podcast yang satu ini dibawakan oleh Aria Notharia, dan umumnya membahas soal kehidupan milenial sekarang ini. Aria Notharia sering juga membawakan kontenya berdua dengan Podcaster lain untuk membuat konten yang menarik. Obrolannya sangat khas anak muda, yang santai dan seru. Kadang-kadang, Aria juga bikin monolog berisi nasehat kehidupan untuk motivasi. 

Petjah

Saluran yang satu ini dibawakan oleh Mantjah. Ia biasanya membawakan obrolan berupa kehidupan urban, anak muda, dan gaya hidup milenial. Gaya ngobrolnya santai banget, bikin topik-topik berat jadi terasa mudah dimengerti. 

Asumsi Bersuara

Kalau kamu tertarik soal isu politik terkini, baik yang terjadi di dalam negeri maupun di luar negeri, kamu wajib dengerin saluran yang satu ini. Asumsi Bersuara digadang-gadang sebagai saluran Podcast yang bisa membahas berita politik secara ringan dan santai, sehingga bisa dimengerti oleh kaum milenial. Simpelnya, kontennya kurang lebih sama seperti program Mata Najwa. 

Bercanda

Saluran yang satu ini dibawakan oleh dua orang Jakarta yang benar-benar mewakili kaum milenial gaul masa kini: Hersal dan Anjas. Gaya bahasanya kerap mengundang kontroversi. Namun tak bisa dipungkiri, kontenya asyik banget. Mereka membahas hal-hal random. Konsepnya sih, bicara suka-suka. Pas banget buat menghilangkan stress. 

So Mad About Life

Konten saluran ini adalah membahas berbagai masalah hidup. Masalah-masalah yang kadang bikin kita muak dengan kehidupan kita, dibahas secara tuntas. Saluran ini dibawakan oleh Alvi dan Ardhi. Mendengarkannya akan membuat kita tercerahkan. Berbagai perspektif soal kehidupan akan dikupas melalui berbagai dialog inspiratif yang dibawakan. 

Kejar Paket Pintar

Saluran yang satu ini dibawakan oleh duet wanita cantik dan pintar, yang pas banget membawakan topik-topik seputar budaya pop random secara ringan dan lucu. Namun, jangan kira hal random yang dibawakan cuma hal-hal receh. Mereka membahas berbagai hal yang informatif, edukatif, dan membuka mata. 

Rapot

Kalau kamu lagi stress dan tidak ingin membahas yang berat-berat, kamu bisa dengarkan saluran yang satu ini. Rapot dibawakan oleh Reza Chandika, Radhini Aprilya, Ankatama Ruyatna, dan Natasha Abigail. Kontennya berupa obrolan seputar hal-hal sehari-hari yang diceritakan dengan lucu dan ringan

Detoksifikasi Digital, Perlukah?

Dunia digital saat ini sudah menjadi bagian yang seakan tidak terlepas dari kehidupan kita. Bayangkan, apapun yang kamu lakukan setiap menit bahkan setiap detik, harus selalu membuka layar gadget. Hal itu juga lho yang jadi alasan kenapa ada istilah “generasi menunduk”. Duet maut perkembangan teknologi yang telah mengubah dunia hingga detik ini, bukan lain yaitu internet dan gadget. Ya, kita jadi super duper bergantung pada benda kecil yang bisa menyala yang biasa disebut gawai atau populer dengan nama gadget

Fenomena ini jadi mengerikan, mengingat dampaknya yang ngga bagus untuk kesehatan mental. Lahir dari fakta ini kemudian muncul istilah detoksifikasi digital, yaitu upaya yang dilakukan untuk melepaskan diri sejenak dari perangkat teknologi atau mengurangi penggunaan gadget. Apa saja sih manfaatnya? 

Lebih Produktif

Detoks digital mau tidak mau akan memberikan kita waktu yang lebih luang untuk melakukan hal yang lain dibanding hanya menunduk menatap layar gadget. Ini berdampak pada manajemen waktu. Kita jadi bisa melakukan lebih banyak hal dan tentu saja produktivitas meningkat dengan pesat.

Bisa Menjalankan Hobi Lain

Punya hobi yang selama ini kamu lewatkan gara-gara terlalu banyak berkutat dengan gadget? Inilah saatnya kamu kembali pada hobi lamamu, apapun itu, misalnya melukis, hunting barang antik, atau bahkan sekedar menikmati kopi di café favoritmu tanpa gangguan gadget.

Mata Lebih Rileks

Gadget memiliki layar yang memantulkan radiasi ke arah mata. Efeknya mata jadi sering pedih jika terlalu lama main gadget. Nah, dengan melakukan detoksifikasi digital, maka matamu dijamin lebih sehat dan rileks.

Konsentrasi Lebih Baik

Apapun yang kamu lakukan tanpa gadget, konsentrasimu akan lebih baik karena aktivitasmu tak terdistraksi oleh bunyi notifikasi. Bandingkan dengan hari-hari sebelum kamu berkomitmen untuk detoks digital, di tengah aktivitas sepadat apapun sudah dipastikan ada saja bunyi notifikasi gadget yang menghambat pergerakanmu.

Memperbaiki Kesehatan Mental

Menurut penelitian dari Duke University, North Carolina, Amerika Serika, para remaja yang menghabiskan waktu lebih banyak untuk bersentuhan dengan teknologi atau smartphone akan mengalami masalah perilaku dan gejala dari ADHD atau attention-deficit hyperactivity disorder. Mereka yang menghabiskan banyak waktu dengan smartphone yang dimiliki cenderung mudah berbohong, berkelahi, dan perilaku buruk lainnya. Jadi, detoks gadget juga berarti meminimalisir dampak-dampak psikologis negatif.

Kehidupan Sosial Lebih Sehat

Seperti dilansir dari Independent.co.uk, bahwa dengan melakukan detoks digital merupakan sebuah cara sederhana, bebas dan sehat untuk kembali berhubungan dengan orang-orang yang dicintai, lingkungan dan diri sendiri.

Tak Mudah Terpancing Isu Provokatif

Sebagaimana yang kita tahu, media sosial menyajikan berbagai informasi apapun bahkan tanpa ter-filter dengan baik. Hal inilah yang menyebabkan otak kita juga menerima berita apapun dan otak bertugas mencerna. Berita-berita negatif mau tak mau menjadi konsumsi otak, termasuk hoax. 

Makan dengan tenang

Sebagian dari kamu harus mengakui kalau terkadang kamu makan sambil main ponsel. Ya, kan? Nah, melakukan detoksifikasi digital akan bermanfaat membuat aktivitas makanmu lebih tenang, dan ini adalah tindakan sehat.

Lebih Bahagia

Hidup bergantung pada gadget secara tak langsung membiarkanmu terlalu terlarut dengan dunia maya, yang sesungguhnya tidaklah nyata. Mudah terpancing isu tak jelas, mudah terprovokasi, mudah kecewa karena melihat sesuatu yang tak diharapkan, dan sebagainya. Ini bisa dihindari dengan detoks gadget, karena tanpa memikirkan hal-hal yang kurang penting, kamu akan lebih merasa nyaman, tenang, dan bahagia.

Kesempatan Untuk Merenung

Chief Non-Digital Officer Digital Detoxing, Martin Talks, menyatakan bahwa detoks digital lebih mirip dengan masa puasa, seperti halnya makanan. Detoksifikasi digital memberi kita kesempatan untuk membersihkan pikiran dan merenungkan apa yang benar-benar bermakna dan bergizi (bagi tubuh).

Nah, bagaimana menurut kamu? Sudah perlukah kamu menjalani detoks yang sedang hype ini? Kalo dampaknya positif, kenapa ngga? 

10 Lokasi Syuting di Amerika yang Wajib Dikunjungi Kalau Kamu Jalan-jalan ke US

Amerika Serikat dikenal sebagai negara perfilman yang hebat. Terang saja, ada Hollywood di sana. Makanya rata-rata kalau orang jalan-jalan ke AS, yang mereka buru adalah lokasi-lokasi syuting film favorit mereka. Soalnya, mengunjungi lokasi syuting film bukan cuma memberi kepuasan sebagai penikmat film, tapi bisa juga menambah pengetahuan kita tentang latar belakang tempat tersebut. Ditambah lagi, pastinya tempat-tempat yang terpilih menjadi lokasi syuting itu super Instagramable. 

Nah, kalau kamu berkesempatan mengunjungi Amerika Serikat, coba deh sempatkan kunjungi 10 lokasi syuting legendaris berikut ini. 

Empire State Building, Manhattan

Kalau kamu sering nonton film-film chick flick atau rom com, pasti sering melihat tempat yang terkesan mewah dan glamor ini. Gedung ini jadi lokasi syuting Gossip Girl. Pokoknya, Empire State Building itu dikaitkan dengan tokoh-tokoh yang kaya, glamor, dan berkelas. 

Radio City Music Hall, Manhattan

Mungkin kamu selama ini mengira Radio City Music Hall cuma tempat untuk konser atau tempat diadakannya acara anugerah musik/film. Namun ternyata, tempat ini juga menjadi lokasi syuting film Home Alone 2, dan bahkan the GodFather lho. Coba kamu yang sudah menonton dua film tadi, ingatkah adegan yang mengambil tempat di Radio City? 

Central Park, Manhattan

Masih, di Manhattan, taman yang legendaris ini sering banget dipakai sebagai lokasi syuting. Taman yang luas dan cantik ini akan semakin indah kalau dilihat di malam hari, di musim dingin ketika banyak salju. Ada kereta kuda juga yang bisa kamu sewa mengelilingi taman. Kalau kamu nonton film Spiderman 3, Home Alone, atau Night at the Museum, pasti tidak asing deh dengan Central Park. 

New York Public Library

Perpustakaan umum ini bangungannya terlihat klasik sekaligus megah. Tak heran sering dipakai sebagai lokasi syuting. Di sini, kam bisa menemukan berbagai koleksi lengkap buku dan artefak. Film Spiderman dan Ghostbuster menggunakan perpustakaan ini sebagai lokasi syuting. 

Cathy’s Corner, Los Angeles

Source: businessyab.com

Lokasi film yang ini sebetulnya hanya berupa bukaan luas, dengan latar belakang pemandangan gunung dan lampu-lampu kota yang terlihat cantik di malam hari. Sudah tahu ini lokasi film apa? Yap! La La Land yang terkenal itu lho. 

Times Square, Manhattan

Kalau yang ini juga pasti kamu sudah tidak asing lagi. Area ini memang tempat yang sangat ikonik, bisa dibilang pusatnya Manhattan, New York. Pusat berbelanjaan, cafe, resto, dan gedung tinggi serta billboard iklan memenuhi Times Square. Kamu bisa lihat lokasinya di film Captain Amerika, Spiderman 3, Vanilla Sky, Enchanted, dan masih banyak lagi. 

Grand Central Station, Manhattan

Bangunan yang megah, klasik, dan mewah ini jadi lokasi syuting film Superman, Men in Black, sampai Avengers lho! 

Bronx Stairs, New York

Source: wired.com

Kamu yang suka banget dengan film Joker kemarin, harus datang ke tempat yang satu ini. Tnagga curam inilah tempat adegan ikonik di mana Joker menari setelah membunuh ibunya. Ada 63 tangga seperti ini di Bronx. Lokasi persis tempat syuting Joker adalah di tangga yang terletak di antara Anderson Avenue dan Jerome. 

Atlanta Marriott Marquis

Source: cvent.com

Pecinta Hunger Games? Kamu harus tahu bahwa The Capitol Panem itu lokasiny aada di Atlanta Mariot Marquis. Di sinilah Katniss Everdeen berjuang di Hunger Games Catching Fire. 

Seattle and Pacific Northwest 

Source: bisnow.com

Lokasi syuting film Twilight ini jadi sering dikunjungi wisatawan menyusul suksesnya film tersebut. Saking banyak turis, bahkan sampai disediakan paket tur buat mereka yang ingin merasakan jalan-jalan di tempat syuting Kirsten Stewart dan kawan-kawan. 

Apa Itu By U Dari Telkomsel? Yuk, Kenalan Lebih Jauh Dengan App Ini

Bulan lalu, Telkomsel merilis layanan terbarunya yang diberi nama By U. Layanan ini ditargetkan untuk kaum milenial yang hidupnya selalu bergantung dengan internet 24/7. Sebagai salah satu kaum milenial, kamu mungkin sudah tahu bahwa hidup kita sedikit banyak bergantung dengan kuota internet. Yang paling menyebalkan adalah kuota internet habis ketika kita sedang asyik berselancar di dunia maya. Nah, dengan By U, hal menyebalkan itu bisa diminimalisir. 

Dengan slogan “Semuanya Semaunya”, By U memang dimaksudkan untuk digunakan milenial yang terkenal ingin melakukan semuanya secara mandiri dan secara digital secara bersamaan. Dengan By U, kamu bisa beli sendiri kartu SIMnya dan memilih nomer yang kamu suka, pilih dan beli paket data yang sesuai dengan kebutuhan, dan beli pulsa reguler. 

Membeli paket data dan layanan seluler lainnya bisa dilakukan dengan mudah, langsung dipesan dari ponsel. Dan semua itu berlaku selama 24 jam. Jadi, tidak perlu lagi repot-repot ke konter pulsa atau ke minimarket untuk beli paket data kalau kuota internet habis tengah malam. Yang paling menarik, lewat By U, kamu juga bisa beli tambahan kuota khusus, yang disebut dengan istilah topping. Jadi kalau kamu mau kuota utamamu awet, kamu bisa pakai topping. Topping ini bisa digunakan untuk buka aplikasi yang terkenal boros kuota, seperti Instagram, YouTube, Facebook, Whatsapp, Spotify, dan Joox.

Berikut pilihan kuota yang bisa kamu pilih: 

Kuota Utama:

  • Yang Bikin Nyaman: 2GB untuk 3 hari. Harganya Rp. 9.000.
  • Yang Bikin Happy: 4GB untuk 7 hari. Harganya Rp. 20.000.
  • Yang Bikin Nagih: 10GB untuk 30 hari. Harganya Rp. 50.000. 

Kuota Topping (Tambahan):

  • Joox: 2GB untuk 30 hari. Harganya Rp. 8.500.
  • Spotify: 2GB untuk 30 hari. Harganya Rp. 8.500. 
  • Facebook: 2GB untuk 30 hari. Harganya Rp. 8.500. 
  • Whatsapp: 2GB untuk 30 hari. Harganya Rp. 8.500.
  • YouTube: 3GB untuk 30 hari. Harganya Rp. 12.500. 
  • Instagram: 3GB untuk 30 hari. Harganya Rp. 12.500. 

Lalu bagaimana cara pakai By U? Pertama, unduh dulu aplikasinya di Google Play Store. Namanya aplikasi By U. Kemudian, pilih nomer perdana By U yang kamu mau. Ada lima pilihan nomer. Kalau kelimanya tidak ada yang kamu suka kombinasinya, kamu bisa minta lima nomer baru untuk dipilih. Kemudian, ambil kartu simnya. Kartu sim ini bisa kamu ambil sendiri atau diantar ke lokasimu. Aktivasi nomer sim dengan cara memasukkan nomer KK dan KTP-mu. Setelah aktif, baru deh kamu bisa pilih paket internet atau pulsa yang ditawarkan, berikut toppping kalau mau. Terakhir, bayar. 

Kalau soal pembayaran, transaksi By U bisa dilakukan lewat LinkAja, GoPay, OVO, virtual account, dan bahkan pakai kartu kredit. Kalau transaksi sudah oke, dan kamu memilih kartu sim diantarkan ke lokasi, kurir JNE akan mengantarnya untukmu. 

Punya keluhan soal layanannya? Kamu bisa live chat dengan customer service-nya yang dinamakan Nindy. Namun ingat, Nindy tidak sepenuhnya chat bot. Jadi ada jam layanannya, yang cuma sampai jam 12 malam. 

Bagaimana menurutmu? Tertarik? Sebetulnya, lewat By U ini, Telkomsel ingin menunjukkan bahwa pasar mereka tidak lagi identik dengan kaum “tua”. Sekarang, kaum milenial pun ditargetkan menjadi pelanggan setia Telkomsel. Melihat berbagai keuntungan yang ditawarkan oleh By U, sepertinya itu bukan hal yang tidak mungkin. 

6 Alasan Kenapa Kamu Harus Coba Nongkrong di M Bloc Jakarta

Sudah dengar soal M Bloc? Daerah itu kini tengah hangat diperbincangkan oleh mereka yang mengaku anak gaul (dan/atau anak indie) Jakarta. Soalnya, ini salah satu tempat nongkrong gaul lagi selain Pasar Santa, yang juga terletak di Jakarta Selatan. 

Berlokasi tepatnya di bilangan Panglima Polim, M Bloc itu sebetulnya dulu adalah daerah Perum Peruri. Dari sejak awal tahun 2000an, daerah itu sudah ditinggalkan dan tidak berfungsi lagi. Padahal dulunya adalah gudang percetakan uang dan materai, sekaligus mes bagi karyawan Peruri. Nah, di tanah seluas 7000 meter persegi itulah, kini M Bloc didirikan. 

M Bloc sendiri sebetulnya adalah plesetan dari Blok M. Namun sang pengelola usaha, Ruang Riang Milenial, ingin mengubah citra Blok M. Alhasil, dijadikanlah M Bloc Space yang memang diperuntukkan bagi anak-anak muda. Lalu, apa bedanya ini dengan tempat nongkrong lainnya di Jakarta? Mengapa kamu harus cobain ke sana di akhir pekan ini? 

M Bloc Bukan Cuma Sekadar Tempat Makan

Source: travelingyuk.com

Memang, di M Bloc kamu bisa menikmati makanan. Namun ini bukan cuma tempat untuk makan dan ngobrol. Ini adalah tempat untuk kamu yang ingin coba makanan yang belum pernah kamu coba, ingin variasi makanan baru, ingin makan di tempat khas anak indie, dan ingin sesuatu yang Instagramable. Tenant yang ada di sini ada Mbok Ndoro, Kedai Tjikini, Roastman, Katong, Tokyo Skipjack, Padang to Go, Oeang, Suwe Ora Jamu, dan Titik Temu Coffee. 

Bisa Nonton Live Music

Source: beritagar.id

Rupanya, musisi Tompi dan Glenn Fredly bekerja sama dengan pengelola M Bloc Space, sehingga menghasilkan venue outdoor di belakangnya. Di venue itulah, berbagai band atau vocal group dari berbagai genre akan manggung di M Bloc secara rutin. 

Tidak Ada Tempat Parkir

Source: travelingyuk.com

Jangan bayangkan tempat nongkrong yang penuh dan semrawut penuh motor dan mobil parkir. Di M Bloc, tidak disediakan tempat parkir. Kalau kamu bawa kendaraan, kamu harus parkir di Blok M Square atau Blok M Plaza, lalu jalan kaki kurang lebih 3 menit. M Bloc terletak persis di antara stasiun MRT ASEAN dan Blok M. Atau, kamu bisa naik transportasi online, turun langsung M Bloc. Mau pakai valet juga bisa, biayanya Rp. 50.000 (tidak termasuk parkir). 

Ada Sudut Buku dan Musik

Source: travelingyuk.com

Buat si kutu buku, Post Santa akan rutin menggelar diskusi soal penulisan buku di sini. Tahu Post Santa kan? Itu lho, toko buku indie yang punya koleksi buku bagus-bagus. Selain itu, ada juga Demajors, yang merupakan perpustakaan musik. Kamu bisa menikmati musik sampai puas sekaligus beli CD dari berbagai perusahaan rekaman. 

Bisa Belanja di Mata Lokal

Source: thepressweek.com

Ini adalah wadah untuk memamerkan produk desain yang dibuat oleh para desainer lokal, dan juga merupakan tempat diskusi bagi para arsitek. Di toko ini, kamu bisa menemukan berbagai barang buatan artisan brand yang diatur berdasarkan pemakaian bahan baku dan segi desain. Contohnya, ada mangkok ayam dari MGKYM Shop dan peralatan kantor dari kayu karya Magno. 

Ada Toko-toko Indie

Source: rappler.com

Kalau kamu suka lihat-lihat di toko-toko yang unik dan beda, kamu wajib datang ke M Bloc. Di sini, kamu bisa menemukan banyak komik dan merch. Ada Connectoon, yang merupakan pop culture hub di mana kreator dan penggemarnya bisa bertemu. Selain itu, ada berbagai fasilitas lain seperti creative gallery, coworking space, and connectoon academic. Kamu juga bisa menemukan Unionwell di sini. Toko milik David “Naif” ini menjual barang-barang vintage sekaligus menjadi ruang pameran bagi budaya vintage. 

Apa dan Bagaimana sih Gaya Hidup Minimalis? Ini 5 Langkah Untuk Memulainya

Di zaman ketika online shop, dompet digital, dan berbagai promo ditawarkan di mana-mana, tentu akan sulit bagi sebagian besar orang untuk menahan diri agar tidak beli-beli ini itu. Apalagi di waktu-waktu menjelang akhir tahun seperti ini. Diskon ada di mana-mana. Siapa yang tidak tergiur? 

Padahal, tahu tidak, tak peduli seberapa besar diskon dan promo yang berhasil kamu dapatkan, jatuhnya tetap saja bukan hemat, apalagi kalau barang yang kamu beli sebetulnya tidak kamu benar-benar butuhkan. Simpelnya seperti ini, kalau kamu membeli tas seharga Rp. 500.000 dari yang harganya Rp. 700.000, kamu tidak hemat Rp. 200.000, tapi kamu sudah menghabiskan Rp. 500.000. 

Di sinilah kemudian gaya hidup minimalis mulai bermunculan. Minimalisme ini adalah wujud “pemberontakan” orang-orang yang gerah melihat konsumerisme dan hedonisme di masyarakat. Berawal dari Jepang, minimalisme mengharuskan penganut pahamnya untuk bukan cuma dengan ketat membatasi apa saja yang mereka beli, tapi apa-apa yang mereka punya. Hasilnya, tempat tinggalmu jadi bersih, rapi, dan bebas dari tumpukan barang yang sebetulnya tidak kamu perlukan. 

Namun, manfaat paling utama yang bisa dirasakan ketika kita menganut paham minimalisme adalah hemat. Pengeluaran jadi jauh lebih terkontrol. Tidak ada lagi pembelian secara impulsif. Hasilnya, tabunganmu jadi lebih banyak. 

Kalau kamu tertarik untuk memulai gaya hidup minimalisme, ini 5 langkah untuk memulainya. 

Beres-beres

Sudah pernah nonton reality show Mari Kondo? Nah, kamu harus mulai bersih-bersih dengan metode KonMari. Barang-barang yang tidak memberikan kebehagiaan bagimu, lebih baik disingkirkan. Jangan menumpuk terlalu banyak barang di rumah, apalagi di kamar. Hilangkan perasaan sentimentil terhadap barang-barang lama.  

Pilih Barang yang Memang Benar-benar Dibutuhkan

Tanya dirimu secara jujur, barang apa saja milikmu yang sebetulnya tidak kamu butuhkan dan tidak mendatangkan kebahagiaan bagimu. Kamu memilikinya hanya untuk simbol status atau hanya untuk membuat orang lain terkesan. Nah, barang-barang seperti itulah yang harus kamu singkirkan. Sisakan hanya barang yang benar-benar relevan dalam hidupmu. 

Bersihkan Kamar

Menyingkirkan barang, pakaian, dan buku yang biasa kamu tumpuk di kamar bukan cuma bisa bikin kamu jadi lega, tapi juga bisa bikin kamar jadi terlihat lebih luas dan rapi. Ini merupakan langkah pertama untuk bisa bebas dari keterikatan dengan materi. Lambat laun, keinginan untuk beli dan menumpuk barang yang tidak berguna akan hilang dengan sendirinya. 

Jangan Terobsesi Pada Suatu Barang Tertentu

Kita berada di masyarakat yang begitu terobsesi dengan benda. Begitu ada gadget keluaran terbuaru, ramai-ramai ingin beli. Begitu ada fashion terbaru, ramai-ramai ingin coba juga. Semua itu merupakan bukti kalau masih banyak dari kita yang terobsesi begitu rupa dengan materi, bukan karena kita butuh, tapi hanya untuk mengesankan orang lain. Inilah yang harus kamu hindari. Sebisa mungkin, lepaskan diri dari belenggu seperti itu. 

Pikirkan Bahwa Hidup Tidak Cuma Bergantung Pada Materi

Mulai sekarang, tanamkan dalam pikiran bahwa kamu sudah memiliki cukup barang dan tidak memerlukan yang lainnya lagi, kecuali benar-benar butuh. Membeli barang-barang branded yang mahal jelas bertentangan dengan prinsip hidup minimalis. Soalnya, tanpa disadari, seringnya benda yang kita beli itu bukannya melegakan, malah menambah beban pada kita, baik secara finansial maupun emosional. 

Sebetulnya Perlu Ga Sih Punya Kartu Kredit? Bagaimana Cara Mengoptimalkannya?

Gaya hidup manusia di seluruh dunia tampaknya jadi berubah sejak kemunculan kartu kredit. Bayangkan, tanpa perlu uang, kita bisa belanja apapun yang kita mau. Bayarnya? Bisa belakangan. Di era modern yang identik dengan konsumerisme dan hedonisme seperti ini, tentu cara belanja seperti itu sangat menggiurkan. 

Namun jangan dikira kartu kredit tidak punya dampak. Sebetulnya, sama seperti semua hal lainnya di dunia, barang ini, jika digunakan dengan bijak, tentu bisa sangat berguna. Sebalinya, bila digunakan semaunya dan berlebihan, bisa berdampak buruk bukan cuma pada finansial, tapi pada semua aspek kehidupan. Sudah sering dengar kan kasus orang terbelit hutang kartu kredit, tidak mampu bayar, bunganya semakin bertambah, dikejar-kejar penagih hutang, dan hidupnya hancur sejak saat itu. 

Sepintas memang terdengar mengerikan. Maka dari itu, jika kamu memutuskan untuk punya kartu kredit, ubah dulu mindset-mu. Jangan berpikir bahwa kartu kredit itu barang untuk membeli apa saja yang kamu mau, yang tidak bisa kamu beli kalau tidak punya kartu tersebut. Sebaliknya, berpikirlah bahwa kartu kredit adalah jaring penyelamat yang bisa digunakan di saat-saat darurat. Kalau tidak ada saat darurat, jangan gunakan kartu tersebut. 

Lalu, sebagai jaring penyelamat, apa saja sih keuntungan dari punya kartu kredit? Bagaimana cara mengoptimalkannya? 

Melindungi Saat Keadaan Darurat

Misalnya, kamu atau salah satu anggota keluarga ada yang sakit mendadak, dan harus dibawa ke rumah sakit saat itu juga. Sementara itu, kamu tidak memiliki uang tunai. Di sinilah kartu kredit bisa jadi penyelamat. 

Praktis dan Aman

Karena kartu kredit berguna sebagai pengganti uang tunai, itu berarti kalau sudah punya kartu kredit, kamu tidak perlu bawa uang tunai banyak-banyak. Seperlunya saja. Ini tentu akan memberikan rasa aman. Coba bayangkan betapa was-wasnya kalau tiap hari harus bawa uang berjuta-juta di dalam dompet. Kalau ada apa-apa di jalan, kamu bisa langsung transaksi dengan kartu kredit.

Transaksi di Seluruh Dunia

Karena tuntutan pekerjaan, biasanya kita harus membeli sesuatu dari luar negeri. Dengan kartu kredit, kamu tidak perlu pusing lagi mengkonversi mata uang. Segalanya bisa langsung diproses. Soalnya, kartu kredit adalah pembayaran umum yang berlaku di seluruh dunia. Apalagi kalau barang yang diinginkan bisa dibeli secara online. Kamu kan tinggal harus memasukkan nomer kartu kreditmu dan transaksi bisa langsung diproses. Tidak perlu mengubah mata uang dan mentransfernya ke rekening penjual. 

Layanan Cicilan

Sebaiknya, jangan gunakan layanan cicilan dari kartu kredit kalau bunganya tidak 0%. Kalau bunganya 0%, kamu tidak perlu khawatir soal bunga. Kamu cuma harus bayar harga barangnya, yang dibagi menjadi 3, 6, 12, atau 24 kali bayar tiap bulan. Biasanya sih promo cicilan 0% ini berlaku untuk barang elektronik. Jatuhnya jadi lebih menguntungkan. 

Meskipun begitu, terlepas dari semua keuntungan di atas, harus disadari bahwa tidak semua orang butuh kartu kredit. Mereka yang tidak butuh kartu kredit adalah yang tidak punya penghasilan tetap setiap bulannya, yang penghasilannya di bawah Rp. 5.000.000, yang tidak suka berhutang, yang takut jadi boros, dan yang bisa memenuhi gaya hidupnya tanpa menggunakan kartu kredit. 

Kalau kamu termasuk ke dalam golongan orang-orang yang tidak membutuhkan kartu kredit dan bisa menabung sendiri untuk jaga-jaga sebagai dana darurat, pikir dua kali sebelum mendaftar kartu kredit. Namun kalau kamu tetap ingin punya kartu kredit hanya untuk saat-saat genting, pastikan kamu tidak menggunakannya untuk memenuhi gaya hidup.