Tag: aplikasi

Inilah Startup Baru yang Jadi Tren di Awal 2019

Keberadaan startup kini menjadi tren yang ramai di tengah perkembangan dalam bidang ekonomi kreatif. Kaum milenial tanah air semakin menunjukkan gaungnya dengan melahirkan startup-startup baru yang keberadaannya patut diperhitungkan. Mulai dari startup yang menyediakan jasa traveling, catering, hobi, properti, hingga event organizer. Siapa saja mereka? Mari kita simak lima startup baru yang bersinar di awal tahun ini.

Trivatrip

Generasi milenial sangat suka travelling. Nah, untuk memudahkan para traveller untuk memesan layanan jasa perjalanan, ada aplikasi Trivatrip. Melalui aplikasi ini, traveller yang ingin memesan open trip atau private trip bisa melihat berbagai jenis operator travel sebelum memilih perjalanan. Cukup memudahkan bagi mereka yang ingin menikmati perjalanan bisnis/liburan yang well-organized.

Hepimama

Keterbatasan waktu membuat kebanyakan orang sibuk dengan aktivitas dan tak sempat menyiapkan makanan di rumah. Aplikasi Hepimama hadir untuk membantu menyediakan paket katering dengan berbagai jenis menu makanan. Mulai dari makanan Jepang, khusus vegetarian, pelaku diet dan sebagainya. Setelah melakukan pemesanan dan membayar, menu akan datang esok hari. Hmmm…cocok untuk para ibu muda yang selalu ingin praktis tapi tak melupakan kualitas.

Hobiku

Hobiku adalah aplikasi yang bisa menghubungkan Anda dengan orang yang memiliki minat atau hobi yang sama. Aplikasi ini juga menghadirkan informasi tentang keberadaan komunitas olahraga, musik, hingga game. Cocok bagi Anda yang senang mencari teman baru dari dunia yang sama.

UrbanAce

UrbanAce adalah agen properti digital yang memungkinkan Anda untuk bergabung dengan jaringan mereka (Ambassador Network) dan ikut menjual properti. Dengan solusi teknologi yang mereka hadirkan, kamu bisa melakukan penjualan properti tersebut dari mana saja. Mereka mengaku telah mempunyai sekitar enam ratus orang anggota, dengan jumlah pendapatan yang mencapai Rp12 miliar di tahun 2017. Wow!

Invita

Bagi pembuat event organizer, aplikasi yang dihadirkan startup Invita pasti akan sangat mempersingkat waktu dan memudahkan pekerjaan. Semua pekerjaan seperti membuat undangan konferensi, acara pernikahan, pesta bisa dibuat hanya melalui satu aplikasi. Di dalamnya sudah ada platform untuk membuat template undangan, membaginya ke akun media sosial atau email, dan mengelola buku tamu para pengunjung cukup dari satu aplikasi.

Banyaknya pesaing, tentulah bukan menjadi hal yang mudah dihadapi bagi setiap startup. Hal ini terlihat sangat jelas, melakukan berbagai macam strategi serta tips jitu agar startup terus berjalan dan semakin berkembang.

Berkat kerja sama yang kuat antara CEO dengan timnya, tak sedikit startup milik millenial Indonesia ini terbilang semakin sukses, bahkan hampir semua startup di Indonesia dilirik investor dari luar negeri. 

Bravo, Indonesian Youth!

Tren E-Money di Kalangan “Cashless Society” Milenial

Tren baru “cashless society” memang kini menjadi perhatian kalangan millenials sebagai kelompok paling produktif, konsumtif, sekaligus menjadi ujung tombak dari digital adopter. E-Money atau Electronic Money belakangan menjadi tren yang banyak digaungkan, terutama oleh para e-commerce di tanah air. Sebagaimana dikutip dari situs Kementerian Keuangan Republik Indonesia, peraturan tentang e-money tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor: 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik yang mana kini peraturan ini sudah diperbaharui menjadi PBI Nomor: 18/ 17/PBI/2016, E-money. Peraturan tersebut diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetorkan kepada suatu media seperti halnya chip atau server.

Peraturan tersebut juga menjelaskan bahwa e-money bukan hanya sebagai pengganti uang fisik dalam bentuk kertas dan koin saja. Namun juga sebuah sistem yang memungkinkan individu untuk dapat membayar tagihan berupa barang maupun jasa dengan mengirimkan nomor dari satu PC ke PC lainnya.

Adapun kehadiran tren uang elektronik di tengah-tengah masyarakat saat ini bertujuan guna mengurangi tingkat pertumbuhan dari uang tunai. Dan sebagaimana yang disampaikan dalam website resmi dari Kemenkeu, tren pembayaran dengan menggunakan uang elektronik dikhususkan bagi pembayaran-pembayaran yang sifatnya mikro dan ritel.

Berikut adalah platform e-money terpopuler yang ada di Indonesia saat ini :

GO-PAY

GO-PAY adalah uang elektronik yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi keuangan melalui aplikasi GO-JEK. Dikutip dari GO-JEK, GO-PAY  dapat digunakan untuk berbagai transaksi dengan fitur-fitur menarik. Adapun kelebihan dari GO-PAY adalah banyak bekerja sama dengan online shop/e-commerce dan beragam merchant lainnya sehingga pembayaran transaksi lebih mudah. Proses top-up juga bisa dilakukan dengan sangat mudah dan praktis melalui driver GOJEK, transfer rekening bank, atau mini market. Unik dan hebatnya lagi, terdapat fitur sedekah melalui penggunaan GO-PAY. Tren penggunaan GO-PAY ini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat masa kini yang memdambakan hidup serba praktis dan instan.

OVO

OVO merupakan aplikasi milik Lippo Group yang diluncurkan tahun 2016 yang lalu, dan menawarkan banyak keuntungan, salah satunya adalah cashback. Adapun kelebihan dari OVO adalah menyediakan 8 jenis pembayaran, diantaranya PLN (tagihan/token listrik), pulsa, paket data, pasca bayar, BPJS Kesehatan, dan iuran lingkungan.[SP(1]  OVO juga bekerja sama dengan banyak merchant. Pun, OVO memiliki fitur OVO Points yang bisa dipakai untuk bertransaksi lagi ketika jumlah poin dari akun pengguna sudah terkumpul sampai dengan jumlah tertentu. Melalui aplikasi Grab, kita bisa menikmati banyak promo dengan penggunaan OVO. Tren OVO sebagai cashless money kini juga semakin populer, saling berkompetisi dengan aplikasi e-money lainnya.

LinkAja

LinkAja sebenarnya merupakan transformasi dari uang digital bernama T-Cash besutan dari Telkomsel. Baik T-Cash ataupun saat ini berubah nama menjadi LinkAja adalah sama-sama dikelola oleh perusahaan pelat merah alias BUMN. Jika sebelumnya T-Cash hanya di kelola oleh Telkomsel secara tunggal namun kali ini LinkAja pengelolaannya ditambah menjadi gabungan dari 4 bank pemerintah yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank BTN, dan 4 perusahaan non bank yaitu Telkomsel, Pertamina, Jiwasraya, dan Danareksa yang kemudian pengoperasiannya dipegang oleh PT. Fintek Karya Nusantara (Finarya). Adapun kelebihan dari LinkAja adalah adanya ekosistem dari para nasabah bank, pelanggan telekomunikasi, asuransi, retail di SPBU yang sudah dicengkeram oleh para BUMN, sehingga keberadaannya lebih trustworthy dan kredibel. Linkaja memberikam kemudahan dalam bertransaksi voucher game dan streaming. Selain itu ada pula reward potongan harga dan promo menarik bagi pengguna Telkomsel.

Di balik kemudahan yang diberikan, ada hal lain yang menguatkan minat masyarakat untuk mengadopsi tren layanan pembayaran digital. Dari hasil survei JakPat, sebanyak 80% responden antusias dengan adanya promo yang dihadirkan oleh penyedia layanan pembayaran digital, antara lain berupa diskon, insentif produk, undian hadiah dan bonus top-up. Aplikasi mana yang Anda pilih? Semua tergantung dengan kebutuhan dan kenyamanan Anda.