Tag: Bisnis Hidroponik

10 Teknik Bercocok Tanam Hidroponik yang Wajib Kamu Coba

Bercocok tanam hidroponik tak diragukan lagi merupakan alternatif luar biasa untuk penggemar tanaman yang tidak memiliki tanah untuk dijadikan media bercocok tanam. Namun, bercocok tanam secara hidroponik bukan perkara sederhana mengingat ada banyak hal yang harus diperhatikan saat melakukannya. Berikut beberapa teknik bercocok tanam hidroponik yang bisa kamu coba jika kamu menggemari kegiatan bercocok tanam tetapi tidak memiliki tanah yang cukup untuk memfasilitasi hobimu.

Sistem Sumbu

Source: hidroponikyuk.com

Juga dikenal dengan istilah wick system, teknik bercocok tanam hidroponik yang satu ini sangat mudah dilakukan. Kamu hanya perlu menyiapkan kerikil, rockwool, sabut kelapa, arang sekam, dan media lain yang tidak berasal dari tanah. Kemudian, kamu tinggal menempatkan nutrisi pada media, misalnya, botol bekas, di bagian bawah dan menghubungkannya dengan kain sumbu. Nutrisi tersebut akan menjalar melalui kain sumbu ke arah atas dan kemudian berada di antara media tanaman. Dengan begitu, akar tanaman akan memperoleh nutrisi tersebut dan tanaman pun bisa tumbuh besar.

Teknik Larutan Statis

Source: busy.org

Teknik ini bisa kamu gunakan jika kamu tidak ingin dipersulit dengan proses mengalirkan air secara terus menerus untuk menjaga tanaman hidroponikmu agar tetap hidup. Caranya adalah dengan mengisi media tanam dengan air yang menjadi sumber nutrisi tanaman. Pastikan ketinggian air rendah dengan ukuran kira-kira setinggi akar tanaman agar akar tanaman mendapatkan nurtisi yang diperlukannya. Pastikan media yang kamu gunakan tidak tembus matahari agar tanamanmu bebas dari gangguan lumut.

Teknik Pengaliran Air

Source: konpasiana.com

Untuk bercocok tanam dengan teknik yang satu ini, kamu perlu menyiapkan tangki besar yang diposisikan di area yang lebih tinggi dibandingkan media pertumbuhan tanaman. Dengan begitu, air sumber nutrisi bisa mengalir ke semua media tanam. 

Teknik NFT

Source: petanitop.blogspot.com

Kepanjangan dari nama teknik ini adalah Nutrient Film Technique, teknik bercocok tanam hidroponik yang memanfaatkan parit artifisial. Parit artifisial bisa kamu buat menggunakan lempengan baja tipis yang anti karat. Tanam lempengan tersebut di area tempat tanamanmu ditanam. Tujuannya adalah agar air sumber nutrisi mengalir di sekitar saluran parit dan menciptakan lapisan tipis di sekitar tanaman. Parit tersebut sendiri harus terdiri dari lapisan air tipis yang bisa menembus akar tanaman dan membentuk suatu lapisan nutrisi di sekitarnya.

Teknik Pasang Surut

Source: Youtube

Prinsip kerja teknik pasang surut adalah membanjiri wadah penampung yang berisikan tanaman dengan air penuh nutrisi atau unsur hara selama beberapa lama. Air penuh nutrisi atau unsur hara tersebut bisa mengalir dan kembali lagi ke tempat penampungan. Proses tersebut harus terus berulang. Oleh karena itu, penting untuk menyiapkan pompa air yang bisa diatur menggunakan timer. Pompa air tersebut akan melakukan proses pembanjiran serta penyurutan air nutrisi dalam periode waktu yang sudah diatur sejak awal.

Teknik Rakit Apung

Source: goodplant.co.id

Untuk menerapkan teknik ini, kamu hanya perlu meletakkan gabus yang sudah dilubangi di atas air larutan nutrisi. Kemudian biarkan tanamanmu mengapung bersama gabus tersebut dengan bagian akar tergenang air nutrisi sehingga tanaman tersebut terus mendapatkan gizi yang dibutuhkannya agar bisa bertahan hidup dan tumbuh besar.

Menggunakan Kapas

Source: lelampahan.blogspot.com

Dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi dengan air, kamu bisa menaman tanaman secara hidroponik tanpa harus merasa kesusahan. Caranya yaitu setelah kapas ditempatkan ke dalam wadah dan dibasahi dengan air, kamu hanya perlu menaburi kapas basah tersebut dengan pupuk secukupnya kemudian membenamkan bibit tanaman ke dalamnya.

Sistem Irigasi

Source: apkpure.com

Untuk bercocok tanam dengan sistem ini, kamu harus memastikan bahwa larutan nutrisi yang kamu berikan ke tanamanmu berbentuk tetesan yang menetes terus menerus dalam takaran yang tepat. Ada banyak media yang bisa kamu gunakan untuk bercocok tanam dengan sistem ini seperti sekam padi, zeolit, perlit, dan sabuk kelapa. Sabut kelapa dan sekam padi tentu menjadi pilihan yang paling menguntungkan karena kedua media tersebut sangat murah dan mudah didapatkan.

Hidroponik Vertikal

Source: id.aliexpress.com

Teknik ini bisa kamu terapkan dengan cara memasang paralon dalam posisi vertikal. Kemudian, letakkan pot tanaman yang berisi kain, air, bebatuan, atau sekam. Teknik ini bisa menjadikan suatu ruangan menjadi terasa rindang dan teduh mengingat posisi tanaman berjejer tidak secara horizontal tetapi secara vertikal.

Menggunakan Spons

Menanam tanaman secara hidroponik juga bisa dilakukan dengan menggunakan spons. Caranya mirip dengan cara penanaman menggunakan kapas tetapi dengan spons, kamu tidak perlu memasukkan sponsmu ke dalam wadah-wadah kecil. Cukup masukkan spons dalam jumlah banyak ke dalam satu wadah besar dan gunakan spons tersebut sebagai media tanam. Perlu diketahui bahwa spons dapat membuat tanaman tumbuh dua kali lebih cepat daripada media lain, menjadikannya media yang sangat menguntungkan.