Tag: Bisnis milenial

Untuk Milenial Kreatif, Begini Langkah Untuk Bisnis Properti Dengan Modal Minim

Sebagai kaum milenial yang kreatif dalam berbisnis, tentu bukan hal sulit untuk memutar otak mencari cara agar bisa berbisnis dengan modal kecil tapi bisa untung besar. Di zaman modern dan digital seperti ini, apa sih yang tidak mungkin? Ada beragam bidang bisnis yang bisa kamu geluti. Salah satunya adalah bisnis properti. 

Siapa bilang bisnis properti cuma untuk mereka yang punya uang banyak? Tentu tidak. Tahukah kamu? Bahkan bisnis properti bisa dijalankan dengan modal 0 Rupiah lho! Begini strategi yang harus kamu lakukan biar untung. 

Mulai Dari Lingkungan Terdekat

Kalau ada kerabat atau tetangga yang ingin menjual atau membeli rumah, bisa kamu dekati. Tanyakan informasi mendasar soal rumahnya, seperti luas tanah, luas bangunan, spesifikasi, lokasi, dan lain sebagainya. Nantinya bisa kamu carikan pembeli atau penjual yang sekiranya cocok. Tentu kamu akan dapat komisi sebagai perantara. 

Gunakan Media Sosial Untuk Pasang Iklan

Sekarang ini kan apa saja ada di medsos. Bukan cuma jualan baju, jualan rumah pun promosinya bisa lewat media sosial. Maka itu, kamu bisa amati pergerakan properti di daerah rumahmu, apakah ada rumah yang mau dijual. Lalu kamu bisa bantu iklankan di media sosialmu. Pasang harga sedikit lebih tinggi dari yang diminta si penjual. Namun ingat, harganya harus tetap masuk akal ya.

Bekali Diri Tentang Pengetahuan Seputar Properti

Kamu harus sering-sering lihat iklan properti, baik itu di media sosial maupun koran. Jangan malas untuk cari-cari info. Usahakah untuk tidak mencari informasi tentang satu rumah yang akan dijual saja, tapi beberapa. Jadi ketika kamu sudah punya calon pembeli, kamu bisa menawarkan alternatif rumah lain kepadanya. Calon pembeli nanti tinggal memilih rumah mana yang ia inginkan. Kalau sudah oke, buatlah perjanjian dengan pemilik rumah, tentang komisi yang kamu dapatkan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya perjanjian ini dibuat dalam bentuk hitam di atas putih dan materai.

Jangan Pilih-pilih Rumah

Memang sih, lokasi rumah, luas tanah, bangunan, spesifikasi, dan usia properti itu berpengaruh besar dalam faktor pembelian. Namun, sebaiknya kamu jangan pilih-pilih rumah. Kalau memang ada rumah dijual, masukkan saja ke daftarmu. Meski kelihatannya rumah tersebut tidak memenuhi standar kebanyakan orang, tapi tidak ada salahnya kamu catat. Selain itu, tidak semua rumah dijual langsung dari pemilik. Kadang kamu harus berurusan dengan developer atau sesama broker. Tidak apa-apa. Kamu masih bisa dapat komisi kok meski sudah menjadi pihak kesekian dalam perantara penjualan rumah. Asal perjanjiannya harus ada. 

Kembangkan Teknik Marketing yang Kamu Punya

Kemampuan marketing bukan cuma dibutuhkan saat pasang iklan di media sosial saja, tapi juga saat berhadapan langsung dengan calon pembeli. Sebagai pengiklan, tugasmulah untuk meyakinkan calon pembeli tersebut untuk membeli “dagangan”mu. Beri tahu berbagai keuntungan yang akan didapatkan calon pembeli jika berhasil membeli rumah tersebut. Namun ingat, jangan berlebihan dan jangan berbohong tentang keadaan suatu rumah. Sekali berbohong, maka rusaklah reputasimu sebagai broker. 

Sisihkan Keuntungan

Kalau sudah berhasil dapat komisi, alangkah baiknya jika uang tersebut kamu simpan untuk mengembangkan bisnis properti kecil-kecilan yang kamu jalani sekarang. Sekarang kamu mungkin masih jadi broker biasa. Namun dengan modal yang nantinya kamu punya, siapa tahu kamu bisa beli properti sendiri sebagai investasi, lalu menjualnya lagi dengan harga tinggi? 

Advertisements

Tertarik Buka Usaha Sendiri? Ini 5 Tips Dasar Buat Milenial yang Mau Berbisnis

Sekarang ini, milenial banyak “dicekoki” saran untuk berhenti jadi karyawan dan mulai jadi bos sendiri. Dan kenapa tidak? Bosan jadi karyawan sah-sah saja kok, mengingat tempat, waktu, dan situasi kerja seringnya malah membuat stress. Makanya banyak juga yang tergoda dengan saran itu. Katanya kan lebih baik pendapatan tak seberapa tapi bisa jadi bos ketimbang gaji besar tapi masih jadi orang suruhan?

Nah, kalau kamu sudah mulai lirik-lirik soal bisnis, ada baiknya kamu paham beberapa hal mendasar soal membangun bisnis. Soalnya, kita tahu dunia bisnis itu fluktuatif, tidak bisa diprediksi. Untuk meminimalisir kerugian, berikut yang bisa kamu persiapkan.

Ikuti Passion

Kalau dulu kamu masih ragu mengikuti passion dengan alasan penghasilan yang tidak stabil, sekarang setelah kamu sudah benar-benar meninggalkan dunia kerja, kenapa ga mulai bisnis yang sesuai minatmu? Bisnis beda dengan dunia kerja. Kalau kamu menyukai bisnis di bidang yang kamu suka, kamu ga akan cepat bosan.

Contohnya, kamu adalah skincare enthusiast. Kenapa ga coba jual skincare? Pertama, kamu bisa mulai sebagai reseller. Nantinya, siapa tahu kamu bisa jadi distributor? Begitu juga yang suka fashion. Coba jual fashion items yang sekiranya kamu suka. Siapa tahu nantinya kamu bisa punya brand sendiri?

Pastikan Produknya Berguna

Oke, kamu berbisnis sesuai passion. Namun tetap perhatikan satu hal, prospek. Pastikan barang (atau jasa) yang kamu tawarkan berguna dan bisa dipakai/digunakan/dimanfaatkan banyak kalangan. Dengan begitu, bisnismu akan selalu berkembang karena produk-produk yang kamu tawarkan akan selalu dibutuhkan.

Contohnya, kamu minat dalam hal fashion. Untuk pemula, jangan langsung jual banyak barang. Pilih satu item yang bisa jadi trademark-mu, hijab misalnya. Seperti yang kamu tahu, kebutuhan akan hijab selalu meningkat. Jadi kamu bisa yakin, kalau dipasarkan dengan tepat, produkmu tidak akan pernah sepi peminat.

Manfaatkan Medsos

Seperti yang tadi disebutkan, produk jika dipasarkan dengan tepat sebetulnya tidak akan pernah sepi peminat. Maka itu, pelajari teknik pemasaran dan pengiklanan yang tepat. Tidak usah susah-susah, cukup manfaatkan medsos-mu.

Instagram, contohnya, adalah salah satu media sosial yang paling sering diidentikkan dengan online shop. Kamu bisa buka akun bisnis (yang terpisah dari akun pribadimu), lalu mulai posting foto-foto produk di sana. Ingat, foto produk yang kamu unggah harus dibuat semenarik mungkin. Karenanya, ga ada salahnya minta tolong temanmu yang fotografer untuk membantumu sedikit dalam hal ini. Pelajari cara memotret produk agar terlihat jelas dan menarik calon pembeli. Setelah itu, jangan lupa tambahkan tagar yang banyak saat posting foto. Tagar yang kamu tambahkan harus sesuai dengan produk yang kamu jual.

Jangan Sepelekan Layanan Pelanggan

Ingat, sebagus apapun produk yang kamu jual, kalau kamu tidak bisa mengambil hati calon pembeli, maka jangan harap usahamu bisa ramai. Kepuasan pelanggan harus jadi prioritas. Ditambah lagi, bisnismu bisa dibilang masih nol. Kamu masih belum mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Itulah makanya kamu butuh usaha dobel untuk meyakinkan calon pembeli bahwa tokomu terpercaya, dan produk yang kamu tawarkan berkualitas baik.

Sediakan juga nomer khusus yang bisa dihubungi oleh calon pembeli. Usahakan nomernya beda dengan nomer pribadimu, jadi kamu tidak bingung. Usahakan untuk membalas chat pelanggan secepat mungkin, dan membalasnya dengan bahasa yang sopan.

Kerja Paruh Waktu

Memang bisnis, semenggiurkan apapun, tidak bisa langsung memberimu kesuksesan dalam sekejap. Karena itu, sambil menunggu bisnismu mulai menghasilkan, kamu bisa kerja paruh waktu dulu. Bahkan meski kamu punya tabungan untuk hidup tanpa bekerja selama setahun penuh pun, lebih baik kalau kamu kerja paruh waktu di rumah. Selain bagus untuk keadaan mental, kamu juga bisa membangun network di “tempat kerja” baru untuk memasarkan bisnis.

Milenial, Ketahui 5 Cara Untuk Memulai Investasi Emas Berikut Ini

Dibandingkan dengan investasi yang lain, investasi emas dinilai yang paling aman karena nyaris tidak tersentuh inflasi atau kenaikan harga. Selain itu, nilai emas cenderung stabil dalam jangka waktu panjang. Likuiditasnya juga tinggi, sehingga emas bisa dijual lagi dengan cepat, dan harganya pun tidak berbeda jauh harga belinya.

Itulah sebabnya investor pemula atau milenial yang mulai ingin berbisnis banyak mengincar emas. Namun jangan salah, meski investasi emas tergolong “aman”, kamu tetap harus ketahui liku-likunya biar bisa dapat hasil yang diinginkan. Berikut 5 hal mendasar yang harus kamu pahami:

Ketahui Kemampuan Finansialmu

Apapun investasi yang kamu pilih, bahkan yang mudah seperti emas sekalipun, tetap butuh dana lebih. Itulah sebabnya pendapatanmu harus lebih tiap bulannya kalau ingin berinvestasi. Kelebihan pendapatan tiap bulan bisa kamu alokasikan untuk beli emas.

Aturan dasar dalam investasi adalah: jangan mengalokasikan seluruh pendapatanmu untuk meraup keuntungan investasi. Setidaknya kamu harus punya dana ekstra atau dana cadangan yang jumlahnya cukup memadai sebelum investasi. Setidaknya, persiapkan 6-12 bulan dulu sebelum mulai berinvestasi.

Selain itu, jangan berhutang. Jangan meminjam uang untuk memulai bisnis kalau kamu masih pemula. Lunasi dulu semua hutang, tunggakan, dan cicilan jika ada. Dengan begitu, kamu bisa meraup keuntungan bersih lebih banyak dari hasil investasi.

Tentukan Tujuan dan Rencana yang Pasti

Apa tujuanmu mau investasi emas? Ingat, investasi emas itu BUKAN cuma sekadar beli emas, disimpan, kemudian dijual lagi kalau butuh uang. Harus ada tujuan dari setiap investasi. Contohnya, kamu mau investasi emas sebagai modal nikah, atau untuk persiapan dana pendidikan, biaya jalan-jalan, dan lain sebagainya.

Kalau tujuannya seudah jelas, akan lebih mudah untuk bikin perencanaan. Seperti berapa banyak gram emas yang mau kamu beli, berapa banyak yang ingin kamu beli dalam setiap periode, waktu belinya, dan lain sebagainya.

Ketahui Waktu yang Tepat Saat Beli Emas

Rajin-rajinlah mengecek harga emas di pasaran. Pelajari juga pergerakan harganya di pasaran. Semua itu berguna untuk memastikan kapan waktu yang pas untukmu beli emas. Kenapa beli emas tidak bisa sesukanya? karena meski tidak banyak, tapi harga emas juga ada naik turunnya. Beli emas saat harganya sedang turun, dan jual kembali saat harganya naik. Dengan begitu, keuntungannya bisa maksimal.

Perhatikan juga jangka waktu penyimpanan emas. Investasi emas sebaiknya dilakukan untuk jangka panjang, minimal 5 tahun. Semakin “tua” emas, semakin naik harganya.

Lakukan Jual Beli Emas di Tempat yang Terpercaya

Teliti dulu toko-toko emas yang kamu incar. Kalau tidak, salah-salah kamu bisa kena tipu. Soalnya, ada banyak penjual tidak jujur yang bisa memalsukan serta mengurangi kadar emas yang hendak kita beli. Alhasil kamu yang rugi, sudah beli mahal tahunya kadar/karat emasnya rendah. Itu kalau kamu beli emas dengan metode lama alias konvensional.

Kalau untuk kaum milenial sih rata-rata pakai aplikasi jual beli emas. Aplikasi berbasis digital ini dinilai lebih cocok untuk kaum muda. Ditambah lagi, tentu lebih aman karena kamu tidak perlu bawa-bawa uang banyak ke toko emas dan risiko ditipu juga tidak ada.

Pikirkan Tempat Penyimpanannya

Kalau sudah beli emas, di mana rencananya kamu mau menyimpan emas-emas tersebut? Jelas berisiko tinggi kalau kamu simpan begitu saja di rumah. Ada beberapa pilihan aman yang bisa kamu pilih, antara lain di brankas atau safe deposit box. Brankas bisa diletakkan di rumah, sedangkan safe deposit box cuma tersedia di bank-bank ternama, di mana kalau kamu ingin menyimpan barang di sana, harus bayar sewa yang mesti diperbarui tiap tahunnya.

Milenial Wajib Tahu: 5 Tips Jitu Untuk Mulai Berbisnis Properti Bagi Pemula

Bisnis properti? Pasti yang terlintas di benakmu adalah developer perumahan, usaha kos-kosan, usaha kontrakan, dan lain sebagainya. Butuh modal besar dong? Padahal tidak lho. Kita sebagai kaum milenial juga sudah harus melek bisnis. Bisnis properti bukan cuma milik mereka yang sudah sukses dalam karir selama puluhan tahun.

Jangan muluk-muluk membayangkan membangun perumahan, kontrakan dengan banyak pintu, dan sejenisnya. Sebagai pemula, satu buah properti saja sudah cukup. Kalau berhasil, keuntungannya bukan cuma sekadar ratusan ribu, tapi jutaan!

Tertarik? Begini 5 tips untuk milenial yang mulai ingin terjun ke investasi properti.

Jangan Berhutang, Lunasi Hutang

Rata-rata investor pemula memilih metode hutang sebagai modal awal bisnis. Kalau kamu masih belum yakin akan keadaan finansialmu selama beberapa tahun ke depan, hindari cara ini. Setidaknya, kamu harus punya cukup tabungan sebagai modal awal. Dan jangan pernah terpikir untuk memulai bisnis jika kamu masih punya hutang atau beban tunggakan. Lunasi dulu hutang dan cicilanmu, baru kemudian mulai berinvestasi.

Pahami Sistem KPR

Seperti yang tadi disebutkan, persiapkan tabunganmu sebagai modal awal. Modal di sini adalah uang muka KPR. Ketahui jumlah nominal yang harus kamu bayarkan, biasanya bukan cuma uang muka saja, tapi ada biaya-biaya ekstra lainnya di awal. Biaya pembelian properti yang dibebankan pada pembeli antara lain: uang tanda jadi, uang muka, dan angsuran. Sedangkan untuk biaya ekstra, biasanya itu mencakup: biaya untuk bank, biaya asuransi, biaya notaris, dan biaya pajak.

Kalau tabunganmu sudah lebih dari cukup, akan lebih mudah untuk mengajukan KPR ke bank. Cari tahu juga soal suku bunga. Suku bunga sekarang mungkin terdengar rendah, tapi kalau KPR sudah mulai diajukan, bunga bisa lebih tinggi lagi. Maka itu, kamu harus cari bank dengan suku bunga paling rendah.

Jangan Tergoda Beli Rumah Second

Kecuali kamu punya kenalan arsitek atau tukang untuk renovasi rumah, jangan pernah tergoda beli rumah second. Jangan berharap biaya renovasi yang kamu keluarkan akan kembali setelah ada penyewa. Kalau pun kamu beli rumah second, pastikan rumahnya masih dalam keadaan bagus dan tidak membutuhkan banyak renovasi.

Selain itu, ketahui juga dengan pasti biaya operasional yang akan kamu keluarkan. Ini nih yang sering dilupakan oleh investor properti. Bukan cuma biaya renovasi saja, tapi juga biaya pajak dan lain sebagainya.

Tentukan Lokasi yang Tepat

Lokasi rumah yang kamu beli harus strategis. Strategis di sini maksudnya aksesnya mudah ke mana-mana, seperti pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, bisa dijangkau moda transportasi, dan sebagainya. Pastikan juga areanya bebas banjir, rendah kriminalitas, dan lingkungannya bersahabat. Selain itu, kamu juga harus pertimbangkan keuntungan untukmu sendiri. Lokasinya harus yang biaya pajaknya rendah.

Ketahui Legalitas dan Masalah Hukumnya

Jangan cuma asal beli. Kamu juga harus tahu masalah-masalah legal. Telitilah sertifikat tanah pengembang. Jangan sampai rumah yang sudah kamu beli ternyata tanahnya sengketa. Soalnya, sertifikat tanah memastikan status kavling tanah dari rumah yang akan kamu beli. Hal-hal yang berkaitan dengan legalitas ini isa ditanyakan pada notaris yang mengurus akta tanah.

Selain itu, kamu juga harus tahu waktu serah terima rumah. Biasanya ada sedikit ketidaksesuaian, dan keterlambatan. Ketahui apa konsekuensi dan kebijakan yang kamu dapatkan dari pengembang jika itu terjadi. Semua harus jelas di awal perjanjian jual beli. Ini penting untuk menghindari tindak penipuan yang umumnya terjadi dalam bisnis properti.

Selamat berbisnis!