Tag: Bisnis saham

10 Jenis Saham yang Pas untuk Milenial dan Berpotensi Cuan

Benar jika orang bilang investasi saham itu tidak pasti. Kalau beruntung, kamu bisa mendapatkan banyak uang. Sebaliknya, kalau tidak beruntung ya kamu kehilangan uang. Sebetulnya, untung atau tidaknya itu tergantung dari jenis saham yang kamu pilih. Kalau saham yang dipilih tepat, memang investasi saham jadi jauh lebih menguntungkan ketimbang investasi emas. 

Inilah mengapa kaum milenial yang mau mulai terjun ke dunia saham harus rajin-rajin membekali dirinya dengan pengetahuan baru soal saham, bisnis, invesatasi, obligasi, dan sejenisnya. Selain itu, kamu juga harus tahu berbagai jenis saham yang berpotensi cuan. Ini sangat membantu buat pemula yang ingin meminimalisir risiko rugi. 

Berikut pilihannya:

LQ 459

Dikutip dari Wikipedia, LQ 45 atau Liquid 45 adalah indeks saham di BEI (Bursa Efek Indonesia) yang terdiri dari 45 perusahaan dengan kriteria: masuk 60 perusahaan dalam kapitalisasi pasar tertinggi selama 2 bulan terakhir, masuk 60 perusahaan dalam transaksi tertinggi selama setahun terakhir, tercatat di BEI selama 3 bulan, dan punya nilai transaksi, prospek pertumbuhan, serta kondisi keuangan yang bagus. Indeks LQ45 dihitung tiap 6 bulan sekali oleh divisi penelitian dan pengembangan BEI. 

IDX 30

Menurut BEI, indeks saham ini disebut sebagai kumpulan saham unggulan. IDX 30 adalah indeks dengan 30 saham berkapitalisasi dan likuiditas terbaik. Setiap 6 bulan sekali, IDX30 dihitung dan ditinjau bagian divisi dan pengembangan BEI. 

ISSI

Ini adalah saham syariah, beda dengan dua indeks saham sebelumnya. ISSI adalah Indeks Saham Syariah Indonesia, yang terdiri dari berbagai saham syariah yang tercatat di BEI. Namun, bukan BEI yang menetapkan saham syariah atau bukan, melainkan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) lewat DES (Daftar Efek Syariah). Tiap enam bulan, saham syariah selalu ditinjau dan dihitung ulang. Kamu bisa cek daftarnya di portal BEI. 

Saham BUMN

Ini karena banyaknya proyek pemerintah dalam infrastruktur, seperti pembangunan bandara, jembatan, pelabuhan, dan jalan tol, sehingga saham BUMN yang bergerak di bidang pembangunan nilainya akan selalu meningkat. Tipe saham ini juga likuiditasnya tinggi, jadi mudah diperjualbelikan.            

Saham Barang Konsumsi

Saham dari perusahaan yang menjual berbagai kebutuhan pokok, dari mulai makanan, sabun, dan peralatan mandi, akan selalu diminati. Soalnya, orang akan selalu membutuhkan itu semua, sehingga harga sahamnya cenderung akan selalu naik. Nantinya, kita bisa mendapat selisih harga saham jual dan harga beli pertama kali lebih besar. 

Saham Perbankan

Kita tahu bahwa bank merupakan salah satu sektor yang sangat penting bagi negara. Kita tahu perputaran uang berasal dari sana. Dengan kata lain, semua perusahaan dan individu membutuhkan sektor perbankan. Dan rumusnya, semakin dibutuhkan, harga sahamnya akan semakin tinggi. 

Saham Properti

Karena suku bunga bank turun, properti jadi laris manis. Ditambah lagi, kini banyak dibangun perumahan kelas menengah dan bersubsidi. Berkecimpung dalam saham properti pun bisa menguntungkan. Namun ingat, selalu pilih properti yang kinerja sahamnya sejarahnya bagus ya. 

Saham Farmasi

Dari banyaknya rakyat Indonesia, tentu banyak yang sadar akan kesehatan dan berusaha untuk menjaga kesehatannya. Inilah mengapa nilai saham di bidan farmasi cenderung terus meningkat, karena kebutuhan di bidang farmasi memang tidak akan pernah pudar. 

Saham Telekomunikasi

Di era digital ini, apalagi ditambah semakin banyaknya kaum milenial, tentu telekomunikasi sudah jadi kebutuhan primer. Itulah sebabnya berinvestasi saham di sektor ini cenderung selalu menguntungkan. Hampir semua lapisan masyarakat sekarang memiliki ponsel, dan tentunya butuh jaringan untuk bisa terhubung. Berikut berbagai saham pilihan di sektor telekomunikasi: PT Telkom Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), PT XL Axiata (EXCL). dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). 

Saham Logam

Siapa yang butuh logam? Banyak! Kebutuhan di bidang ekspor impor ini membuat logam dan tambang menjadi primadona. Kalau kamu tertarik untuk berinvestasi di saham logam, berikut saham pilihan yang berpotensi cuan: PT Timah Tbk (TINS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Vale Indonesia (INCO), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). 

Advertisements

7 Tips Bisnis Trading/Saham Untuk Generasi Milenial

Kalau kamu adalah bagian dari generasi milenial, kamu tentu familiar dengan bisnis trading atau saham. Saham adalah produk jual beli yang bisa menjanjikan keuntungan besar kalau kamu tahu trik-trik yang berkaitan dengannya. Kalau kamu anggota generasi milenial dan kamu ingin sukses di bisnis saham, berikut tips-tips yang wajib kamu catat.

Cari yang Murah Tapi Tidak Murahan

Tips pertama untuk kamu yang baru mau mulai berbisnis saham adalah mulai dari nominal yang kecil atau, dengan kata lain, saham yang murah, terlebih dulu. Namun, kamu harus tetap berhati-hati dalam memilih saham murah untuk diperjual belikan. Cari saham yang murah tapi tidak murahan. Apa maksudnya? Misalnya, ada saham seharga Rp. 2000,00 yang setahun kemudian bisa kamu jual dengan harga Rp. 10.000,00 tapi ada juga saham yang lebih murah misal seharga Rp. 500,00 yang bisa saja turun ke nominal Rp. 100,00 setahun kemudian. Pastikan kamu memilih saham dengan sejeli mungkin. Nah, lanjut ke tips selanjutnya untuk bisa lebih jeli memilih saham.

Pilih Saham Perusahaan yang Produknya Murah dan Mudah Dimengerti

Salah satu cara paling efektif untuk memilih saham adalah dengan memilih saham perusahaan yang produknya tidak hanya mudah dimengerti tapi juga tidak butuh banyak modal atau capex. Salah satu contoh produk macam ini adalah pakan ternak, yang masuk ke dalam kategori low capex high return.

Harus Punya Modal Pengetahuan

Dunia trading bisa digambarkan seperti medan perang dan untuk bisa selamat di dalamnya, kamu harus punya senjata yang ampuh. Dalam hal ini, senjata yang bisa kamu gunakan adalah pengetahuan yang menyeluruh mengenai trading. Jangan sekali-kali masuk ke dunia trading tanpa tahu apa itu titik support atau kapan harus menjual saham dan sebagainya. Satu hal yang wajib kamu catat yaitu trading bukanlah spekulasi. Semua harus diperhitungkan dengan matang.

Cari Perusahaan Dengan Utang Rendah

Trik selanjutnya yaitu memilih saham perusahaan yang terbukti bisa mencetak return on equity yang tinggi dan utang yang rendah. Salah satu indikasi yang bisa digunakan yaitu biasanya perusahaan seperti ini mempunyai profit margin yang lebih besar dibanding para kompetitor mereka.

Jangan Gegabah Menggunakan Modal

Sebagai pemula, kamu tidak disarankan untuk menggunakan semua modalmu hanya demi satu transaksi. Lebih baik gunakan sedikit dulu kemudian simpan sisanya. Pahami dulu seperti apa trading itu sehingga kamu bisa menangani semua masalah yang ada dengan tetap bisa membatasi tingkat kerugian yang mungkin datang. Jangan sampai mengeluarkan modal yang terlalu besar untuk belajar trading.

Pilih Saham Perusahaan yang “Baik”

Memilih perusahaan yang “baik” juga merupakan salah satu trik paling efektif dalam menjalani bisnis trading. Carilah perusahaan yang memiliki GCG atau Good Corporate Governance yang baik. Perusahaan macam ini biaanya tidak menyalahgunakan uang perusahaan dan dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki kapasitas mumpuni.

Riset Value Perusahaan

Perusahaan yang sahamnya wajib kamu masukkan daftar jual beli kamu adalah perusahaan yang memiliki PER di bawah 5 kali serta memiliki PBV di bawah 0.8 kali. Kemudian, perusahaan tersebut juga harus memiliki nav atau net asset value yang nilainya di atas nilai pasar ekuitas. Lakukan risetmu dengan serius sebelum berjual-beli saham.

Nah, itu tadi beberapa tips yang bisa kamu catat kalau kamu ingin menapaki jalan menuju kemapanan dengan berbisnis saham. Kuncinya adalah harus serius dan jeli. Pada dasarnya, pasar jual beli saham bukanlah tempat untuk berspekulasi.