Tag: bisnis startup

7 Venture Capital Asing di Indonesia yang Siap Mendanai Bisnis Startup-mu

Sebagai pelaku bisnis kecil, tentu kamu sudah tak asing lagi dengan istilah venture capital. Bagaimana tidak, venture capital itu kurang lebih sama seperti angel investor perannya, bisa membantumu dalam hal pendanaan awal. 

Sebetulnya, ada banyak venture capital alias VC di Indonesia ini, baik yang lokal maupun yang asing. Semuanya memberikan nilai investasi yang fantastis, dan siap membantumu mendanai bisnis di awal, dan bahkan ada yang mau mendanai sampai tahap akhir. 

Masalahnya, banyak yang belum pernah dengar beberapa nama VC, karena memang mereka jarang dipublikasikan, atau kiprahnya terbilang masih baru di pasar modal. Padahal, kalau kamu punya usaha startup, penting untuk tahu nama-nama VC di Indonesia untuk jadi referensi nantinya kalau-kalau bisnismu terhalang masalah modal. 

Nah, berikut ini adalah 10 nama VC asing yang telah masuk Indonesia dan telah banyak membantu berbagai startup di sini. 

CyberAgent Ventures

Source: startupcity.vn

Perusahaan VC yang berasal dari Jepang ini telah berhasil membantu Tokopedia, berdua bersama perusahaan VC lokal, East Ventures. VC ini bersedia membantu di tahap seed founding sampai seri D. Jumlah total investasi yang biasanya mereka berikan berkisar antara 1,6 miliar Rupiah hingga 142 miliar Rupiah. 

500 Startup

VC ini bisa dibilang cukup terkenal di dunia, karena memang pendirinya merupakan “mantan” pemiliki startup ternama di dunia, seperti Paypal, Facebook, Google, dan lain sebagainya. Itulah mengapa mereka kemudian tergerak untuk membantu berbagai pelaku bisnis kecil, karena mereka dulunya pun adalah pelaku bisnis kecil, sebelum jadi sebesar sekarang. Perusahaan ini masuk ke Indonesia dari tahun 2013, dan salah satu startup yang mereka bantu adalah Bukalapak. Mereka mau mendanai dari tahap seed sampai seri D, dengan total investasi berkisar dari 346 juta sampai 932 miliar Rupiah. 

Rebright Partners

Source: rebrightpartners.com

Perusahaan VC yang dibentuk oleh Takeshi Ebihara ini cuma fokus di area Asia Tenggara saja. Kamu bisalihat investasinya di bisnis aturduit, indotrading, dan masih banyak lagi. VC in siap mendanai berbagai bisnis startup di tahap-tahap awal, yakni seed founding dan seri A. Total jumlah investasinya berkisar antara 13 miliar sampai 53 miliar Rupiah. 

Fenox Venture Capital

Source: prnewswire.com

VC yang berasal dari Silicon Valley ini sebetulnya namanya sudah cukup sering didengar. Yang bikin untung dari VC ini adalah, kalau startup-mu berhasil didanai, kamu bukan cuma dapat modal, tapi bisnismu akan masuk ke dalam portofolio mereka, dan secara otomatis akan terhubung dengan berbagai perusahaan dan bisnis di Silicon Valley dan Jepang. Nantinya bisnismu jadi akan tumbuh dengan cepat. Total investasi yang diberikan mereka pada tiap startup berkisar antara 6,6 miliar sampai 133 miliar Rupiah. 

Gree Ventures

Source: glints.com

VC ini menjadi perusahaan yang paling aktif berinvestasi di Indonesia, dengan total dana segar yang cukup besar. Beberapa startup yang berhasil mereka danai adalah Berrybenka, Pricearea, Urbanindo, dan Bukalapak. VC ini mampu mendanai berbagai tahapan startup, dari mulai Seed sampai Seri D. Jumlah investasi yang diberikan berkisar antara 106 miliar sampai 667 miliar Rupiah. Angka yang fantastis, bukan? 

Monk’s Hill Ventures

Source: monkshill.com

VC yang satu ini hanya khusus untuk startup yang butuh didanai di tahap seri A. Meski baru saja masuk ke Indonesia, Monk’s Hill Ventures merupakan salah satu VC asing yang sangat aktif dalam investasi ke startup. Belum jelas startup apa saja yang telah berhasil mereka danai dan berapa jumlah total investasi yang mereka berikan. Namun menurut beberapa sumber, mereka bisa menyediakan dana sampai 33 miliar Rupiah untuk startup-mu. 

Mountain SEA Ventures

Source: mountainpartners.asia

Venture Capital yang berasal dari Swiss ini siap mendanai berbagai startup di Indonesia di tahap-tahap awal, dari mulai Seed sampai Seri A. VC asing yang bekerja sama dengan kejora ini mampu berinvestasi dengan total angka sebesar 200 juta Rupiah. 

Advertisements

Kenali 6 Venture Capital Indonesia Berikut Untuk Pendanaan Bisnis Startup-mu

Mengingat kini milenial sudah semakin paham akan pentingnya berinvestasi dari sejak dini, banyak cara yang mereka lakukan untuk memutar uang. Salah satunya adalah dengan membuka usaha bisnis. Pelaku bisnis kecil sekarang ini memang tengah menjamur di Indonesia. Ada banyak startup dalam berbagai bidang yang bisa kamu temukan. 

Sebetulnya, kaum milenial itu kreatif ketika mencari ide dan peluang bisnis. Mereka bahkan bisa membangun sebuah tim yang solid untuk membangun sebuah bisnis. Masalahnya, banyak yang tidak paham soal pendanaan awal. Banyak yang bisnisnya lalu jadi setengah matang hanya karena kurang modal. 

Padahal, di luar sana ada banyak angel investor maupun perusahaan venture capital yang mau mengucurkan dananya bagi pelaku bisnis kecil yang baru merintis. Itu bisa jadi peluang emas yang bisa kamu manfaatkan. Sayangnya, banyak pelaku bisnis kecil yang tidak mampu memanfaatkan peluang tersebut. Mereka tidak siap untuk meraih kesempatan yang ada. Akhirnya ya bisnis jadi tidak berkembang. 

Nah, kalau kamu merasa dirimu milienial kreatif yang sedang mengembangkan startup tapi masih terhalang masalah modal, kamu harus kenali dulu perusahaan venture capital Indonesia agar bisa memanfaatkan kesempatan yang mereka berikan dalam bidang finansial.

East Ventures

Source: id.techinasia.com

VC (Venture Capital) yang satu ini sih sudah tidak asing lagi di telinga pelaku bisnis kecil. Bisa dibilang ini adalah VC pertama di Indonesia sejak tahun 2010, ketika startup masih diragukan banyak orang. East Ventures berinvestasi dalam berbagai tahap di startup, dari mulai tahap awal, seed, seri A, B, C, bahkan sampai seri D, dengan jumlah investasi kisaran 1,5 miliar Rupiah sampai 280 miliar Rupiah. Salah satu startup yang berhasil dibantu oleh mereka adalah Tokopedia.

Emtek Group

Source: dailysocial.id

Namanya mungkin memang tidak seterkenal East Ventures, tapi Emtek Group ini masuk ke dalam kategori VC Indonesia yang aktif mendanai banyak startup lokal. Salah satu startup yang berhasil didanai Emtek Group adalah Bukalapak. Jumlah besarannya pendanaannya sendiri tidak diketahui berapa, tapi kamu bisa coba kunjungi situs resmi mereka untuk informasi lebih lengkap. 

Convergence

Source: convergencevc.com

Banyak yang belum pernah dengar soal Convergence. Ini adalah VC yang merupakan bagian dari Bakrie Group. Perusahaan ini memiliki dana mencapai 333 miliar Rupiah yang siap dikucurkan pada berbagai startup di Indonesia. Tiap investasi yang diberikan kisarannya 13 sampai 20 miliar Rupiah. Sangat lumayan kan? 

Skystar Capital

Source: skystarcapital.com

VC ini terbilang masih baru, baru 2 tahun berdiri di Indonesia. Namun, usia muda bukan berarti VC ini tidak bisa dipertimbangkan. Soalnya Skystar Capital sampai saat ini merupakan satu-satunya VC yang resmi terdaftar jadi anggota di GAN (Global Accelerator Network), yang adalah asosiasi akselerator terbesar di dunia, Perusahaan ini membantu startup di tahap seed founding dan serI A, alias tahap awal dan pengembangan. Bukan cuma dana yang diberikan Skystar Capital, tapi juga network, karena perusahana ini juga membantu startup terhubung dengan berbagai relasi bisnis yang sekiranya sesuai dengan mereka. 

SB + ISAT

Source: techinasia.com

Perusahaan venture capital yang ini merupakan kerja sama antara Soft Bank dan Indossat, yang merupakan perusahaan telekomunikasi besar. VC ini memiliki dana sekitar 50 juta dolar yang siap dikucurkan ke startup-startup di Indonesia pada tahap awal. Untuk besaran nominalnya dalam tiap investasi memang tidak diketahui karena memang dirahasiakan. 

Ideosource

Source: techinasia.com

Sebagai VC lokal, Idesource memang jarang didengar namanya. Namun, VC ini memang bekerja tanpa banyak publikasi. Buktinya, ada banyak startup lokal yang telah berhasil mereka danai. Coba saja cek portofolionya. Dalam setiap investasi, tak tanggung-tanggung, mereka sanggup mendanai sampai 1 juta dolar. 

Buat Milenial yang Ingin Buat Bisnis, Ini 7 Trik Jitu Untuk Mengawalinya

Milenial sekarang ini identik dengan bisnis. Soalnya, mereka sekarang paham bahwa cari uang bukan melulu dari kantor. Apalagi di era digital ini, cari uang tampaknya semakin mudah. Dari mulai bikin bisnis online kecil-kecilan sampai buka usaha e-commerce. Tak heran banyak bisnis startup bermunculan. 

Masalahnya, buka bisnis itu memang tidak bisa langsung sukses. Apalagi untuk bisnis startup, yang terbilang masih hijau. Tentu risiko ruginya lebih besar ketimbang bisnis yang sudah lama berjalan.  

Lalu, bagaimana tipsnya supaya bisa meninimalisir risiko rugi bagi kamu yang ingin memulai bisnis?

Riset

Sebelum memutuskan mau buka bisnis di bidang apa, kamu tentunya harus buat riset kecil-kecilan di masyarakat sekitar. Apa yang menjadi masalah mereka? Bagaimana bisnismu bisa membantumu menyelesaikan masalah mereka? Dari situlah kamu nanti bisa punya ide untuk mengembangkan bisnis yang dibutuhkan pasar. 

Tingkatkan Kemampuan Berbisnis

Kamu harus jadi cerdas untuk bisa bersaing di dunia bisnis yang memang menjamur sekarang ini. Kemampuan yang kamu butuhkan antara lain komunikasi, untuk bisa menyampaikan informasi ke karyawan yang kamu pekerjakan atau ke calon klien. Kamu juga harus bisa menganalisis pasar, kira-kira produk apa yang akan disukai masyarakat. Jangan lupa kemampuan manajemen juga harus kamu miliki. Intinya, pemilik bisnis yang mau belajar dan berkembang bisa membuat sebuah bisnis maju. 

Hubungi Angel Investor

Sebagai bisnis startup, tentu kamu masih butuh modal untuk bisa membuat bisnis berputar. Masalanya, rata-rata entrepreneur memiliki dana terbatas saat mulai membangun. Inilah saatnya kamu mencari angel investor. Angel investor adalah investor yang mau menanamkan modalnya di bisnis startup, yang berani ambil risiko untuk bermain di fase awal atau mula-mula operasional bisnis. Rata-rata investor tidak mau memberi modal di bisnis yang belum jelas akan untung atau tidak. Tapi tidak demikian dengan angel investor. Ia bisa sangat membantu bisnis startup dalam soal finansial. 

Cari Dana di Bekraf

Alternatif lain dari angel investor adalah Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif). Bekraf menyalurkan BIP (Bantuan Insentif Pemerintah) ke pebisnis-pebisnis awal yang masih kesulitan mendapatkan pinjaman untuk modal. BIP ini berupa hibah dari pemerintah. Namun, tentu mendapatkannya tidak sembarangan. Kamu harus ikuti tata caranya di situs resmi Bekraf. Ajukan proposalmu, lalu persiapkan  diri untuk wawancara. 

Cari Sendiri Klien/Pembelimu

Karena modalmu memang masih minim, tentunya sebagai bisnis startup kamu masih belum bisa mempekerjakan banyak karyawan. Karena itu, sebisa mungkin ambil alih sendiri pekerjaan yang bisa kamu lakukan, contohnya menjaring klien atau pembeli. Tentunya kamu sendiri harus menguasai teknik marketing dan promosi. 

Sebetulnya tipsnya tidak sulit, cukup manfaatkan media sosial yang kamu punya. Sayangnya, banyak orang yang merasa malu atau gengsi untuk berjualan produk atau menawarkan jasa pakai akun media sosial pribadi. Padahal, semua itu berawal dari kekuatan media sosial lho. 

Ikuti Kelas dan Seminar Soal Bisnis

Seperti yang tadi disebutkan, kita sebagai pendiri bisnis harus mau belajar dan berpikiran terbuka untuk bisa menerima pengetahuan baru. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah mengikuti berbagai seminar dan workshop soal bisnis. Biasanya, mendengarkan cerita-cerita soal kesuksesan orang yang berhasil berbisnis bisa jadi penyemangat. Terlebih lagi, kalau sudah melengkapi diri dengan ilmu, biasanya kamu jadi tidak ragu dan takut lagi untuk mulai berbisnis. 

Belajar Dengan Mentor

Sama seperti poin di atas, berdiskusi dengan mentor juga fungsinya untuk menambah ilmu.Temukan pebisnis yang sudah sukses, dan jangan gengsi untuk meminta tips dan nasehat guna menjalankan bisnis startup. Jadikan pebisnis yang sudah sukses ini sebagai mentormu. Kalau perlu, ia bisa membimbingmu langsung dari langkah pertama membangun bisnis sampai nanti saat bisnismu sudah mulai berkembang. 

Kenali 5 Angel Investor Ini Jika Kamu Ingin Memulai Startup

Di tengah maraknya bisnis startup, banyak dari kita yang jadi tergiur juga untuk terjun di dunia bisnis. Masalahnya, buat bisnis startup tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Apalagi kalau sudah “kepentok” masalah dana. Bisnis yang baru dibangun tentu butuh modal yang tidak sedikit. Dan kalau kamu merasa uangmu belum mencukupi, haruskah mimpi bikin startup kandas begitu saja?

Tidak. Di sinilah para angel investor berperan. Semua startup yang sudah sukses awalnya juga membutuhkan kucuran dana, dan mereka punya angel investor masing-masing. Angel investor adalah investor awal yang berani mengucurkan dananya untuk bisnis yang belum jelas akan menghasilkan untung atau tidak. Ketika investor lain tidak berani ambil risiko untuk mendanai bisnis startup, angel investor justru tidak gentar untuk berinvestasi di fase awal, startup yang baru beroperasi. 

Kalau kamu tertarik memulai bisnis startup, berikut 5 angel investor yang wajib kamu kenali.


Victor Fungkong

Source: generasimandiri.id

Ia adalah pendiri sekaligus CEO PT Indonusa Dwitama, perusahaan bisnis teknologi informasi dan internet, jasa keuangan, sumber daya mineral, dan energi. Victor adalah angel investor tokopedia.com. Ia juga membantu menyumbangkan ide dan hasil risetnya pada Leontinus Alpha Edison dan William Tanuwijaya, founder Tokopedia, saat Tokopedia masih berupa ide. Victor memang sudah lama berkecimpung dalam dunia bisnis internet dan sudah membangun startup sendiri di Amerika Serikat sejak tahun 2000. Ketika Tokopedia tidak berhasil mendapatkan seorang investor pun, Victor bersedia untuk investasi sebesar Rp. 2.4 miliar, menjadikannya memiliki saham sebesar 80% di Tokopedia. Saham sisanya dimiliki oleh Leontinus dan William yang berhasil membangun startup-nya tanpa sepeser uang pun. 

Danny Oei Wirianto

Source: startupgrind.com

Ia adalah Chief Marketing Officer GDP Venture, yang adalah perusahaan modal ventura lokal punya Djarum Group. Danny menjadi angel investor untuk Kaskus di Indonesia, Carousell di Singapura, berikut Ryce dan Eaze yang berbasis di Amerika Serikat. Danny tidak menyebutkan secara spesifik berapa dana yang ia kucurkan untuk startup-startup tersebut, tapi ia mengatakan bahwa untuk menjadi angel investor, dana yang dikucurkan berkisar antara Rp 50 juta sampai Rp 1 miliar. 

Shinta Dhanurwardoyo

Source: thejakartapost.com

Ia juga dikenal sebagai Shinta Bubu. Shinta sendiri sudah banyak berperan sebagai angel investor di banyak startup, meski beberapa startup itu sudah ada yang mati. Kini, Shinta menjadi angel investor di startup Kartoo (financial tehcnology, masih dalam proses inkubasi), Catfiz (aplikasi kirim pesan dan media sosial), DreadOut (gim horor), dan DewaNation (jaringan sosial berbasis negara). Semua dana yang dikucurkan berasal dari kantung pribadi Shinta, karena ia bilang ia memiliki minat di startup. Itu yang kemudian membuatnya membentuk klub angel investor bernama Angel-eQ Network.

Sugiono Wiyono

Source: asiaone.com

Ia adalah CEO PT Trikomsel Oke Tbk. Sugiono terkenal karena ia memang banyak membantu para pebisnis awal yang kekurangan dana. Ia menjadi angel investor Kapanlagi Network dan Mig33 yang kemudian berubah menjadi Migme. Pada tahun 2011, berdua dengan Indra Widjaja (Sinarmas Group), Sugiono mendirikan Ideosource yang adalah perusahaan modal ventura lokal. Sampai kini ada 22 startup yang telah mereka bantu. 

Amir Sambodo

Source: tambang.co.id

Ia adalah mantan CEO Berau Coal yang bukan cuma berinvestasi di startup teknologi digital, tapi juga teknologi yang lebih luas, seperti pembangkit listrik. Ia sudah membantu berbagai startup, seperti Bitread (platform penerbitan digital), GNFI (media massa yang menggunana media sosial), T-Files (vendor turbin pembangkit listrik tenaga arus laut), Nuesto (software house untuk platfform antrian daring dan media sosial untuk masjid), dan startup lainnya yang berbasis web. Ia mengatakan investasi yang ia keluarkan untuk berbagai startup yang ia bantu berkisar antar Rp. 100 juta sampai Rp. 1 miliar. 

Inilah Startup Baru yang Jadi Tren di Awal 2019

Keberadaan startup kini menjadi tren yang ramai di tengah perkembangan dalam bidang ekonomi kreatif. Kaum milenial tanah air semakin menunjukkan gaungnya dengan melahirkan startup-startup baru yang keberadaannya patut diperhitungkan. Mulai dari startup yang menyediakan jasa traveling, catering, hobi, properti, hingga event organizer. Siapa saja mereka? Mari kita simak lima startup baru yang bersinar di awal tahun ini.

Trivatrip

Generasi milenial sangat suka travelling. Nah, untuk memudahkan para traveller untuk memesan layanan jasa perjalanan, ada aplikasi Trivatrip. Melalui aplikasi ini, traveller yang ingin memesan open trip atau private trip bisa melihat berbagai jenis operator travel sebelum memilih perjalanan. Cukup memudahkan bagi mereka yang ingin menikmati perjalanan bisnis/liburan yang well-organized.

Hepimama

Keterbatasan waktu membuat kebanyakan orang sibuk dengan aktivitas dan tak sempat menyiapkan makanan di rumah. Aplikasi Hepimama hadir untuk membantu menyediakan paket katering dengan berbagai jenis menu makanan. Mulai dari makanan Jepang, khusus vegetarian, pelaku diet dan sebagainya. Setelah melakukan pemesanan dan membayar, menu akan datang esok hari. Hmmm…cocok untuk para ibu muda yang selalu ingin praktis tapi tak melupakan kualitas.

Hobiku

Hobiku adalah aplikasi yang bisa menghubungkan Anda dengan orang yang memiliki minat atau hobi yang sama. Aplikasi ini juga menghadirkan informasi tentang keberadaan komunitas olahraga, musik, hingga game. Cocok bagi Anda yang senang mencari teman baru dari dunia yang sama.

UrbanAce

UrbanAce adalah agen properti digital yang memungkinkan Anda untuk bergabung dengan jaringan mereka (Ambassador Network) dan ikut menjual properti. Dengan solusi teknologi yang mereka hadirkan, kamu bisa melakukan penjualan properti tersebut dari mana saja. Mereka mengaku telah mempunyai sekitar enam ratus orang anggota, dengan jumlah pendapatan yang mencapai Rp12 miliar di tahun 2017. Wow!

Invita

Bagi pembuat event organizer, aplikasi yang dihadirkan startup Invita pasti akan sangat mempersingkat waktu dan memudahkan pekerjaan. Semua pekerjaan seperti membuat undangan konferensi, acara pernikahan, pesta bisa dibuat hanya melalui satu aplikasi. Di dalamnya sudah ada platform untuk membuat template undangan, membaginya ke akun media sosial atau email, dan mengelola buku tamu para pengunjung cukup dari satu aplikasi.

Banyaknya pesaing, tentulah bukan menjadi hal yang mudah dihadapi bagi setiap startup. Hal ini terlihat sangat jelas, melakukan berbagai macam strategi serta tips jitu agar startup terus berjalan dan semakin berkembang.

Berkat kerja sama yang kuat antara CEO dengan timnya, tak sedikit startup milik millenial Indonesia ini terbilang semakin sukses, bahkan hampir semua startup di Indonesia dilirik investor dari luar negeri. 

Bravo, Indonesian Youth!