Tag: Bisnis sukses

10 Hal yang Wajib Diantisipasi oleh Setiap Pebisnis Agar Tidak Rugi

Kesuksesan sebuah usaha ditentukan oleh berbagai. Setiap pebisnis wajib tahu apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai kesuksesan dalam berbisnis. Namun trik-trik menjalankan bisnis yang sukses saja terkadang tidak cukup untuk memastikan bahwa bisnis kita akan bertahan lama. Dalam berbisnis, terkadang ada berbagai resiko yang tak bisa dihindari. Untuk itu, setiap pebisnis harus pandai mengantisipasi segala hal agar bisnisnya tetap bertahan. Berikut 10 hal yang wajib kamu antisipasi kalo kamu mau bisnismu tidak mengalami kebangkrutan dan tetap berjaya di tengah segala perubahan yang ada.

Sumber Daya Manusia yang Tidak Melek Bisnis

Ketika kamu menjalankan bisnis, kamu harus tahu bahwa kamu bukan satu-satunya orang yang harus tahu bisnis saat menjalankan usaha kamu. Semua karyawan kamu, bahkan sampai level paling bawah sekalipun, wajib melek bisnis. Sumber daya manusia yang melek bisnis akan bekerja dengan lebih baik karena tidak hanya memposisikan dirinya sebagai karyawan tetapi juga pihak yang mempengaruhi kesuksesan bisnis kamu. Jangan sampai karyawanmu hanya bertindak seperti robot yang selalu menunggu perintah selanjutnya dari kamu sehingga bisnis akan tetap berjalan baik bahkan di momen-momen yang tak terduga dan membutuhkan improvisasi dari siapapun yang sedang menghadapi pelanggan pada saat itu.

Minimnya Wawasan Tentang Teknologi

Teknologi berkembang dengan sangat cepat dan siapa pun yang terlambat untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut akan tertinggal sehingga usahanya pun terancam gagal. Untuk itu, penting bagi kamu dan semua orang yang bekerja di bisnis yang kamu jalankan untuk melek teknologi dan memiliki wawasan yang menyeluruh tentang inovasi-inovasi baru yang berkaitan dengan teknologi di dunia bisnis.

Hubungan yang Kurang Mendalam Dengan Pelanggan

Banyak pebisnis melupakan pelanggan yang telah menggunakan layanan atau membeli produknya karena terlalu fokus mencari pelanggan baru. Ini merupakan langkah yang buruk bagi seorang pebisnis. Alasannya yaitu karena memahami pelanggan dengan mendalam bisa menentukan kesuksesan. Mari kita lihat dari satu sisi terlebih dahulu. Lebih baik melakukan percakapan dengan pelanggan dan mengetahui permasalahan dari awal daripada mengetahui permasalahan setelah penurunan pendapatan sudah terlanjur terjadi. Masih ada sisi-sisi lain di mana percakapan dengan pelanggan bisa berpengaruh besar dengan kesuksesan suatu usaha.

Tidak Stabilnya Kondisi Pasar

Tidak diragukan lagi, kondisi perekonomian berpengaruh besar pada kesuksesan bisnis karena naik turunnya perekonomian bisa menciptakan resiko tidak stabilnya bisnis. Naiknya harga bahan baku bisa menjadi contoh permasalahan ini. Maka dari itu, kamu harus mengantisipasi hal tersebut dengan cara, misalnya, menyimpan cadangan alternatif bahan baku produksi untuk menyelamatkan diri dari permasalahan yang muncul akibat tidak stabilnya kondisi pasar.

Munculnya Persaingan Bisnis

Di luar sana, sudah pasti ada bisnis yang serupa dengan bisnismu dan timbulnya persaingan dengan pebisnis lain adalah masalah yang harus selalu kamu antisipasi. Agar bisnismu tidak kalah bersaing, kamu harus memastikan bisnismu memiliki ciri tersendiri yang membuatnya berbeda dengan bisnis lain. Selain itu, kamu juga harus terus menciptakan inovasi-inovasi baru agar bisnismu selalu unggul dari yang lain. Salah satu contoh termudah inovasi dalam berbisnis adalah dengan memudahkan pelanggan untuk berbelanja menggunakan aplikasi.

Manajemen yang Tidak Efektif dan Efisien

Dalam setiap perusahaan, posisi manajemen tak diragukan lagi memegang peranan yang sangat penting. Oleh karena itu, manajemen haruslah efektif dan efisien dalam melakukan tugasnya. Manajemen bisa dibilang efektif jika bisa memilih tujuan dengan tepat pada saat yang tepat serta memiliki beberapa pilihan alternatif yang bisa menjadi rencana cadangan. Kemudian, manajemen baru bisa disebut efisien ketika bisa memanfaatkan sumber daya dengan jumlah minimal untuk mendapatkan hasil yang optimal. Jika tim manajemen di bisnismu tidak melakukan kedua hal tersebut, sudah saatnya membangun tim manajemen baru agar bisnismu selamat dari kebangkrutan.

Perubahan Pola Konsumsi Pelanggan

Pola konsumsi pelanggan bisa berubah sewaktu-waktu dan hal tersebut adalah permasalahan yang wajib kamu antisipasi saat berbisnis. Perubahan pola konsumsi pelanggan bisa disebabkan oleh banyak hal seperti, misalnya, perkembangan teknologi. Untuk itu, penting bagi seorang pebisnis untuk memiliki determinasi tinggi dan juga konsistensi dalam menyesuaikan diri dengan perubahan semacam ini agar bisnisnya bisa bertahan dan terus mencapai kesuksesan.

Investor yang Tidak Sejalan

Masalah lain yang perlu diantisipasi saat menjalankan bisnis adalah tidak sejalannya visi dan misi pemilik usaha dengan investor. Jika kamu ingin bisnismu sukses, sebaiknya kamu mencari investor yang sesuai dengan industri yang digeluti oleh bisnismu. Pastikan investor kamu tidak memiliki pandangan yang bertolak belakang denganmu dalam masalah ini karena hal tersebut bisa menghambat kemajuan bisnis yang kamu jalankan.

Tim yang Tidak Solid

Dalam sebuah usaha, tim kerja yang tidak solid bisa menjadi penghambat besar karena kesuksesan suatu usaha ditentukan oleh kerjasama semua anggota tim. Anggota tim yang solid akan tetap bangkit bersama-sama saat sedang terjatuh sehingga usaha tidak akan berhenti dan mengalami kebangkrutan. Tim yang solid biasanya terdiri dari anggota yang memiliki tujuan yang sama sehingga saling percaya dengan satu sama lain. Jika kamu tidak menemukan aspek-aspek tersebut dalam diri anggota-anggota timmu, sudah saatnya kamu melakukan perombakan besar-besaran.

Attitude yang Salah

Attitude sangatlah penting dalam dunia bisnis karena sikap pelaku usaha, terutama sang pendiri atau pemilik, sangat mempengaruhi kesuksesan usaha yang digelutinya. Saat berbisnis, pastikan kamu tidak memiliki sikap acuh tak acuh dengan masukan atau kritik dari pelanggan karena jika tidak, presentase kegagalan bisnismu akan menjadi sangat besar. Seorang pelaku bisnis hendaknya mau berubah demi kebaikan bisnisnya dan bisa mendengarkan saran dan kritik dari pelanggan serta menghadapi masalah dan tantangan yang datang dengan pikiran terbuka.

Buat Milenial yang Ingin Buat Bisnis, Ini 7 Trik Jitu Untuk Mengawalinya

Milenial sekarang ini identik dengan bisnis. Soalnya, mereka sekarang paham bahwa cari uang bukan melulu dari kantor. Apalagi di era digital ini, cari uang tampaknya semakin mudah. Dari mulai bikin bisnis online kecil-kecilan sampai buka usaha e-commerce. Tak heran banyak bisnis startup bermunculan. 

Masalahnya, buka bisnis itu memang tidak bisa langsung sukses. Apalagi untuk bisnis startup, yang terbilang masih hijau. Tentu risiko ruginya lebih besar ketimbang bisnis yang sudah lama berjalan.  

Lalu, bagaimana tipsnya supaya bisa meninimalisir risiko rugi bagi kamu yang ingin memulai bisnis?

Riset

Sebelum memutuskan mau buka bisnis di bidang apa, kamu tentunya harus buat riset kecil-kecilan di masyarakat sekitar. Apa yang menjadi masalah mereka? Bagaimana bisnismu bisa membantumu menyelesaikan masalah mereka? Dari situlah kamu nanti bisa punya ide untuk mengembangkan bisnis yang dibutuhkan pasar. 

Tingkatkan Kemampuan Berbisnis

Kamu harus jadi cerdas untuk bisa bersaing di dunia bisnis yang memang menjamur sekarang ini. Kemampuan yang kamu butuhkan antara lain komunikasi, untuk bisa menyampaikan informasi ke karyawan yang kamu pekerjakan atau ke calon klien. Kamu juga harus bisa menganalisis pasar, kira-kira produk apa yang akan disukai masyarakat. Jangan lupa kemampuan manajemen juga harus kamu miliki. Intinya, pemilik bisnis yang mau belajar dan berkembang bisa membuat sebuah bisnis maju. 

Hubungi Angel Investor

Sebagai bisnis startup, tentu kamu masih butuh modal untuk bisa membuat bisnis berputar. Masalanya, rata-rata entrepreneur memiliki dana terbatas saat mulai membangun. Inilah saatnya kamu mencari angel investor. Angel investor adalah investor yang mau menanamkan modalnya di bisnis startup, yang berani ambil risiko untuk bermain di fase awal atau mula-mula operasional bisnis. Rata-rata investor tidak mau memberi modal di bisnis yang belum jelas akan untung atau tidak. Tapi tidak demikian dengan angel investor. Ia bisa sangat membantu bisnis startup dalam soal finansial. 

Cari Dana di Bekraf

Alternatif lain dari angel investor adalah Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif). Bekraf menyalurkan BIP (Bantuan Insentif Pemerintah) ke pebisnis-pebisnis awal yang masih kesulitan mendapatkan pinjaman untuk modal. BIP ini berupa hibah dari pemerintah. Namun, tentu mendapatkannya tidak sembarangan. Kamu harus ikuti tata caranya di situs resmi Bekraf. Ajukan proposalmu, lalu persiapkan  diri untuk wawancara. 

Cari Sendiri Klien/Pembelimu

Karena modalmu memang masih minim, tentunya sebagai bisnis startup kamu masih belum bisa mempekerjakan banyak karyawan. Karena itu, sebisa mungkin ambil alih sendiri pekerjaan yang bisa kamu lakukan, contohnya menjaring klien atau pembeli. Tentunya kamu sendiri harus menguasai teknik marketing dan promosi. 

Sebetulnya tipsnya tidak sulit, cukup manfaatkan media sosial yang kamu punya. Sayangnya, banyak orang yang merasa malu atau gengsi untuk berjualan produk atau menawarkan jasa pakai akun media sosial pribadi. Padahal, semua itu berawal dari kekuatan media sosial lho. 

Ikuti Kelas dan Seminar Soal Bisnis

Seperti yang tadi disebutkan, kita sebagai pendiri bisnis harus mau belajar dan berpikiran terbuka untuk bisa menerima pengetahuan baru. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah mengikuti berbagai seminar dan workshop soal bisnis. Biasanya, mendengarkan cerita-cerita soal kesuksesan orang yang berhasil berbisnis bisa jadi penyemangat. Terlebih lagi, kalau sudah melengkapi diri dengan ilmu, biasanya kamu jadi tidak ragu dan takut lagi untuk mulai berbisnis. 

Belajar Dengan Mentor

Sama seperti poin di atas, berdiskusi dengan mentor juga fungsinya untuk menambah ilmu.Temukan pebisnis yang sudah sukses, dan jangan gengsi untuk meminta tips dan nasehat guna menjalankan bisnis startup. Jadikan pebisnis yang sudah sukses ini sebagai mentormu. Kalau perlu, ia bisa membimbingmu langsung dari langkah pertama membangun bisnis sampai nanti saat bisnismu sudah mulai berkembang. 

Mau Dulang Uang dari Media Sosial? Ini yang Harus Kamu Lakukan

Tak dipungkiri banyak orang yang ingin menghasilkan pundi-pundi rupiah secara online di era modern seperti sekarang ini. Kalau kamu juga tertarik, kamu harus tahu bahwa menghasilkan uang secara online bukanlah omong kosong sama sekali. Ada berbagai cara yang bisa kamu gunakan untuk mempertebal kantongmu lewat internet, dan salah satunya adalah dengan memanfaatkan media sosial. Berikut trik-trik yang bisa kamu coba.

Jadi Traveller

Apakah kamu suka jalan-jalan menikmati keindahan tempat-tempat wisata? Kenapa tidak mencoba memanfaatkan hobimu ini untuk menghasilkan uang? Caranya mudah. Hampir semua orang suka jalan-jalan dan ingin melihat tempat-tempat baru di luar sana. Kamu hanya perlu mengambil keuntungan dari hal ini.

Unggah video dan foto perjalanan kamu ke media sosial seperti YouTube dan Instagram. Pastikan bahwa postingan-mu menarik dan informatif sehingga banyak orang merasakan ketertarikan dan kebutuhan untuk melihat setiap postingan yang kamu unggah. Dengan menjaring banyak viewer dan subscriber, kamu bisa menghasilkan uang lewat iklan di akun YouTube-mu dan lewat endorsement di Instagram. Menarik, bukan?

Jadi Food Vlogger

Selain tempat wisata, makanan juga menjadi salah satu hal yang selalu ingin dieksplor oleh kebanyakan orang. Hampir semua orang ingin mencicipi makanan baru dan tentu mereka ingin tau makanan enak apa saja yang belum pernah mereka coba di luar sana. Nah, ini bisa menjadi peluang meraup untung buatmu kalau kamu suka melakukan wisata kuliner.

Cobalah untuk merekam setiap sesi wisata kulinermu dan menguploadnya ke Instagram, YouTube dan Blog pribadimu. Pastikan videomu jernih dan menarik. Jangan lupa untuk memberikan ulasan yang maneira tentang makanan yang kamu santap sehingga orang-orang tergugah untuk menyantap mereka. Ini peluang bisnis yang bisa memberikan keuntungan lewat banyaknya jumlah viewer dan iklan maupun lewat kerjasama dengan pemilik usaha kuliner.

Jadi Pebisnis Online “Tanpa Produk”

Bahkan tanpa memiliki produk sekalipun, kamu bisa menghasilkan uang lewat internet. Caranya adalah dengan menjadi perantara supplier dan pembeli. Kamu tinggal menyediakan platform bagi pembeli untuk memesan produk misal lewat akun Instagrammu. Nah, selanjutnya kamu tinggal memosting foto produk yang ditawarkan oleh supplier. Setelah mendapatkan pemesan, kamu tinggal memforward pemesanan dan pihak supplier akan mengurus proses pengiriman barang ke konsumen. Menjadi perantara seperti ini sangatlah menguntungkan karena kamu hanya perlu akun Instagram gratis dan tidak harus menyiapkan produk atau membelinya terlebih dahulu dari supplier.

Salah satu trik untuk meraih sukses dalam bisnis semacam ini adalah sering-sering memosting foto atau video yang terkait dengan produk yang dijual oleh supplier. Tujuannya adalah supaya postingan-postinganmu sering muncul di timeline para follower. Sementara itu, dari segi teknis, postingan kamu tentunya harus menarik serta bermanfaat. Salah satu tipe postingan yang bisa menjaring banyak viewer adalah video tutorial produk.

Jadi “Media Partner”

Yang harus kamu lakukan hanyalah menjadi wadah untuk menggalang dana (crowdfunding) untuk sebuah acara yang akan dilaksanakan. Galang dana mungkin kedengarannya sulit, tapi sebetulnya tidak ribet kok. Kamu cuma perlu posting kegiatan sebelumnya, dan jelaskan inti kegiatan tersebut, bergerak di bidang apa, sehingga orang tertarik.

Nantinya, kalau ada perusahaan atau instansi yang ingin acaranya dipromosikan agar dananya terkumpul, bisa kamu kenakan tarif.

Jadi Selebgram

Nah, ini nih cita-cita kebanyakan milenial sekarang. Memang jadi selebgram enak, sudah terkenal, dapat banyak endorse, dibayar lagi. Masalahnya, tidak semudah itu untuk bisa terkenal di Instagram.

Kalau kamu tertarik jadi selebgram, setidaknya kamu harus tahu tren-tren terkini, apa yang sedang ramai dibicarakan di berbagai media sosial. Kemudian, kamu juga harus posting konten yang menarik. Setidaknya kuasai teknik fotografi dasar agar feed-mu selalu rapi. Konten yang di-post juga harus original dan unik. Jangan lupa sertakan tagar dalam setiap postingan agar menarik banyak viewer.

Butuh waktu lama sih untuk bisa jadi selebgram yang sukses, yang benar-benar mengumpulkan followers dari 0, tapi semuanya followers asli. Tapi kalau sudah berhasil, penghasilanmu bahkan bisa lebih besar dari pegawai pada umumnya.

Milenial Wajib Tahu: 5 Tips Jitu Untuk Mulai Berbisnis Properti Bagi Pemula

Bisnis properti? Pasti yang terlintas di benakmu adalah developer perumahan, usaha kos-kosan, usaha kontrakan, dan lain sebagainya. Butuh modal besar dong? Padahal tidak lho. Kita sebagai kaum milenial juga sudah harus melek bisnis. Bisnis properti bukan cuma milik mereka yang sudah sukses dalam karir selama puluhan tahun.

Jangan muluk-muluk membayangkan membangun perumahan, kontrakan dengan banyak pintu, dan sejenisnya. Sebagai pemula, satu buah properti saja sudah cukup. Kalau berhasil, keuntungannya bukan cuma sekadar ratusan ribu, tapi jutaan!

Tertarik? Begini 5 tips untuk milenial yang mulai ingin terjun ke investasi properti.

Jangan Berhutang, Lunasi Hutang

Rata-rata investor pemula memilih metode hutang sebagai modal awal bisnis. Kalau kamu masih belum yakin akan keadaan finansialmu selama beberapa tahun ke depan, hindari cara ini. Setidaknya, kamu harus punya cukup tabungan sebagai modal awal. Dan jangan pernah terpikir untuk memulai bisnis jika kamu masih punya hutang atau beban tunggakan. Lunasi dulu hutang dan cicilanmu, baru kemudian mulai berinvestasi.

Pahami Sistem KPR

Seperti yang tadi disebutkan, persiapkan tabunganmu sebagai modal awal. Modal di sini adalah uang muka KPR. Ketahui jumlah nominal yang harus kamu bayarkan, biasanya bukan cuma uang muka saja, tapi ada biaya-biaya ekstra lainnya di awal. Biaya pembelian properti yang dibebankan pada pembeli antara lain: uang tanda jadi, uang muka, dan angsuran. Sedangkan untuk biaya ekstra, biasanya itu mencakup: biaya untuk bank, biaya asuransi, biaya notaris, dan biaya pajak.

Kalau tabunganmu sudah lebih dari cukup, akan lebih mudah untuk mengajukan KPR ke bank. Cari tahu juga soal suku bunga. Suku bunga sekarang mungkin terdengar rendah, tapi kalau KPR sudah mulai diajukan, bunga bisa lebih tinggi lagi. Maka itu, kamu harus cari bank dengan suku bunga paling rendah.

Jangan Tergoda Beli Rumah Second

Kecuali kamu punya kenalan arsitek atau tukang untuk renovasi rumah, jangan pernah tergoda beli rumah second. Jangan berharap biaya renovasi yang kamu keluarkan akan kembali setelah ada penyewa. Kalau pun kamu beli rumah second, pastikan rumahnya masih dalam keadaan bagus dan tidak membutuhkan banyak renovasi.

Selain itu, ketahui juga dengan pasti biaya operasional yang akan kamu keluarkan. Ini nih yang sering dilupakan oleh investor properti. Bukan cuma biaya renovasi saja, tapi juga biaya pajak dan lain sebagainya.

Tentukan Lokasi yang Tepat

Lokasi rumah yang kamu beli harus strategis. Strategis di sini maksudnya aksesnya mudah ke mana-mana, seperti pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, bisa dijangkau moda transportasi, dan sebagainya. Pastikan juga areanya bebas banjir, rendah kriminalitas, dan lingkungannya bersahabat. Selain itu, kamu juga harus pertimbangkan keuntungan untukmu sendiri. Lokasinya harus yang biaya pajaknya rendah.

Ketahui Legalitas dan Masalah Hukumnya

Jangan cuma asal beli. Kamu juga harus tahu masalah-masalah legal. Telitilah sertifikat tanah pengembang. Jangan sampai rumah yang sudah kamu beli ternyata tanahnya sengketa. Soalnya, sertifikat tanah memastikan status kavling tanah dari rumah yang akan kamu beli. Hal-hal yang berkaitan dengan legalitas ini isa ditanyakan pada notaris yang mengurus akta tanah.

Selain itu, kamu juga harus tahu waktu serah terima rumah. Biasanya ada sedikit ketidaksesuaian, dan keterlambatan. Ketahui apa konsekuensi dan kebijakan yang kamu dapatkan dari pengembang jika itu terjadi. Semua harus jelas di awal perjanjian jual beli. Ini penting untuk menghindari tindak penipuan yang umumnya terjadi dalam bisnis properti.

Selamat berbisnis!