Tag: bisnis

Tertarik Buka Usaha Sendiri? Ini 5 Tips Dasar Buat Milenial yang Mau Berbisnis

Sekarang ini, milenial banyak “dicekoki” saran untuk berhenti jadi karyawan dan mulai jadi bos sendiri. Dan kenapa tidak? Bosan jadi karyawan sah-sah saja kok, mengingat tempat, waktu, dan situasi kerja seringnya malah membuat stress. Makanya banyak juga yang tergoda dengan saran itu. Katanya kan lebih baik pendapatan tak seberapa tapi bisa jadi bos ketimbang gaji besar tapi masih jadi orang suruhan?

Nah, kalau kamu sudah mulai lirik-lirik soal bisnis, ada baiknya kamu paham beberapa hal mendasar soal membangun bisnis. Soalnya, kita tahu dunia bisnis itu fluktuatif, tidak bisa diprediksi. Untuk meminimalisir kerugian, berikut yang bisa kamu persiapkan.

Ikuti Passion

Kalau dulu kamu masih ragu mengikuti passion dengan alasan penghasilan yang tidak stabil, sekarang setelah kamu sudah benar-benar meninggalkan dunia kerja, kenapa ga mulai bisnis yang sesuai minatmu? Bisnis beda dengan dunia kerja. Kalau kamu menyukai bisnis di bidang yang kamu suka, kamu ga akan cepat bosan.

Contohnya, kamu adalah skincare enthusiast. Kenapa ga coba jual skincare? Pertama, kamu bisa mulai sebagai reseller. Nantinya, siapa tahu kamu bisa jadi distributor? Begitu juga yang suka fashion. Coba jual fashion items yang sekiranya kamu suka. Siapa tahu nantinya kamu bisa punya brand sendiri?

Pastikan Produknya Berguna

Oke, kamu berbisnis sesuai passion. Namun tetap perhatikan satu hal, prospek. Pastikan barang (atau jasa) yang kamu tawarkan berguna dan bisa dipakai/digunakan/dimanfaatkan banyak kalangan. Dengan begitu, bisnismu akan selalu berkembang karena produk-produk yang kamu tawarkan akan selalu dibutuhkan.

Contohnya, kamu minat dalam hal fashion. Untuk pemula, jangan langsung jual banyak barang. Pilih satu item yang bisa jadi trademark-mu, hijab misalnya. Seperti yang kamu tahu, kebutuhan akan hijab selalu meningkat. Jadi kamu bisa yakin, kalau dipasarkan dengan tepat, produkmu tidak akan pernah sepi peminat.

Manfaatkan Medsos

Seperti yang tadi disebutkan, produk jika dipasarkan dengan tepat sebetulnya tidak akan pernah sepi peminat. Maka itu, pelajari teknik pemasaran dan pengiklanan yang tepat. Tidak usah susah-susah, cukup manfaatkan medsos-mu.

Instagram, contohnya, adalah salah satu media sosial yang paling sering diidentikkan dengan online shop. Kamu bisa buka akun bisnis (yang terpisah dari akun pribadimu), lalu mulai posting foto-foto produk di sana. Ingat, foto produk yang kamu unggah harus dibuat semenarik mungkin. Karenanya, ga ada salahnya minta tolong temanmu yang fotografer untuk membantumu sedikit dalam hal ini. Pelajari cara memotret produk agar terlihat jelas dan menarik calon pembeli. Setelah itu, jangan lupa tambahkan tagar yang banyak saat posting foto. Tagar yang kamu tambahkan harus sesuai dengan produk yang kamu jual.

Jangan Sepelekan Layanan Pelanggan

Ingat, sebagus apapun produk yang kamu jual, kalau kamu tidak bisa mengambil hati calon pembeli, maka jangan harap usahamu bisa ramai. Kepuasan pelanggan harus jadi prioritas. Ditambah lagi, bisnismu bisa dibilang masih nol. Kamu masih belum mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Itulah makanya kamu butuh usaha dobel untuk meyakinkan calon pembeli bahwa tokomu terpercaya, dan produk yang kamu tawarkan berkualitas baik.

Sediakan juga nomer khusus yang bisa dihubungi oleh calon pembeli. Usahakan nomernya beda dengan nomer pribadimu, jadi kamu tidak bingung. Usahakan untuk membalas chat pelanggan secepat mungkin, dan membalasnya dengan bahasa yang sopan.

Kerja Paruh Waktu

Memang bisnis, semenggiurkan apapun, tidak bisa langsung memberimu kesuksesan dalam sekejap. Karena itu, sambil menunggu bisnismu mulai menghasilkan, kamu bisa kerja paruh waktu dulu. Bahkan meski kamu punya tabungan untuk hidup tanpa bekerja selama setahun penuh pun, lebih baik kalau kamu kerja paruh waktu di rumah. Selain bagus untuk keadaan mental, kamu juga bisa membangun network di “tempat kerja” baru untuk memasarkan bisnis.

Inilah Startup Baru yang Jadi Tren di Awal 2019

Keberadaan startup kini menjadi tren yang ramai di tengah perkembangan dalam bidang ekonomi kreatif. Kaum milenial tanah air semakin menunjukkan gaungnya dengan melahirkan startup-startup baru yang keberadaannya patut diperhitungkan. Mulai dari startup yang menyediakan jasa traveling, catering, hobi, properti, hingga event organizer. Siapa saja mereka? Mari kita simak lima startup baru yang bersinar di awal tahun ini.

Trivatrip

Generasi milenial sangat suka travelling. Nah, untuk memudahkan para traveller untuk memesan layanan jasa perjalanan, ada aplikasi Trivatrip. Melalui aplikasi ini, traveller yang ingin memesan open trip atau private trip bisa melihat berbagai jenis operator travel sebelum memilih perjalanan. Cukup memudahkan bagi mereka yang ingin menikmati perjalanan bisnis/liburan yang well-organized.

Hepimama

Keterbatasan waktu membuat kebanyakan orang sibuk dengan aktivitas dan tak sempat menyiapkan makanan di rumah. Aplikasi Hepimama hadir untuk membantu menyediakan paket katering dengan berbagai jenis menu makanan. Mulai dari makanan Jepang, khusus vegetarian, pelaku diet dan sebagainya. Setelah melakukan pemesanan dan membayar, menu akan datang esok hari. Hmmm…cocok untuk para ibu muda yang selalu ingin praktis tapi tak melupakan kualitas.

Hobiku

Hobiku adalah aplikasi yang bisa menghubungkan Anda dengan orang yang memiliki minat atau hobi yang sama. Aplikasi ini juga menghadirkan informasi tentang keberadaan komunitas olahraga, musik, hingga game. Cocok bagi Anda yang senang mencari teman baru dari dunia yang sama.

UrbanAce

UrbanAce adalah agen properti digital yang memungkinkan Anda untuk bergabung dengan jaringan mereka (Ambassador Network) dan ikut menjual properti. Dengan solusi teknologi yang mereka hadirkan, kamu bisa melakukan penjualan properti tersebut dari mana saja. Mereka mengaku telah mempunyai sekitar enam ratus orang anggota, dengan jumlah pendapatan yang mencapai Rp12 miliar di tahun 2017. Wow!

Invita

Bagi pembuat event organizer, aplikasi yang dihadirkan startup Invita pasti akan sangat mempersingkat waktu dan memudahkan pekerjaan. Semua pekerjaan seperti membuat undangan konferensi, acara pernikahan, pesta bisa dibuat hanya melalui satu aplikasi. Di dalamnya sudah ada platform untuk membuat template undangan, membaginya ke akun media sosial atau email, dan mengelola buku tamu para pengunjung cukup dari satu aplikasi.

Banyaknya pesaing, tentulah bukan menjadi hal yang mudah dihadapi bagi setiap startup. Hal ini terlihat sangat jelas, melakukan berbagai macam strategi serta tips jitu agar startup terus berjalan dan semakin berkembang.

Berkat kerja sama yang kuat antara CEO dengan timnya, tak sedikit startup milik millenial Indonesia ini terbilang semakin sukses, bahkan hampir semua startup di Indonesia dilirik investor dari luar negeri. 

Bravo, Indonesian Youth!