Tag: Kesehatan mental

10 Gangguan Mental yang Perlu Kamu Ketahui

Banyak orang yang sekarang ini masih belum paham soal penyakit mental. Rata-rata orang meremehkan penyakit psikis, karena memang wujudnya tidak terlihat seperti penyakit fisik, dan penderitanya bisa menutupi penyakitnya dengan baik. Makanya, saat akhirnya ada orang yang mengakui bahwa mentalnya tidak sehat, rata-rata orang di sekitarnya malah memberi saran yang tidak tepat, atau malah menganggap si penderita cuma “lebay” dan dramatis. 

Tahu ngga, peranmu pada penderita gangguan mental itu sangat penting lho. Dukungan yang kamu berikan bisa menyelamatkan jiwa seseorang, karena penyakit mental pun bisa merenggut nyawa. Itulah makanya penting bagi kita untuk tahu berbagai jenis gangguan mental berikut tanda-tandanya, biar tidak salah kaprah saat harus menolong seseorang yang butuh bantuan. 

Berikut 10 gangguan mental yang wajib kamu kenali. Cek, apakah kamu mengidap salah satunya? 

Bipolar Disorder

Source: walkinmyshoes.ie

Ini adalah keadaan di mana penderitanya mengalami perubahan mood secara drastis, dari satu titik ekstrem ke titik ekstrem lainnya. Contohnya, penderita bisa merasa sangat bahagia, lalu kemudian berubah ke sangat sedih. Meski belum diketahui penyebabnya, beberapa ahli menyimpulkan bahwa keadaan ini disebabkan oleh ketidakseimbangan zat pengontrol otak. 

Skizofrenia

Source: verywellmind.com

Penderita skizofrenia umumnya mengalami halusinasi, delusi, dan pikiran yang kacau sehingga mengubah perilakunya. Gejala paling umum dari penderita skizofrenia adalah ia tidak mampu membedakan mana kenyataan mana halusinasi. Dalam jenisnya, skizofrenia dibagi menjadi beberapa bagian, tapi semuanya tetap merujuk pada gejala umum halusinasi dan delusi tadi. 

Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Source: msdmanuals.com

Penyakit ini merupakan bagian dari gangguan kecemasan, di mana penderitanya diganggu pikiran tak masuk akal yang kemudian memicu obsesi dan mendorong penderita untuk berperilaku kompulsif dan repetitif. Contohnya, penderita dihantui pikiran bahwa tangannya dipenuhi dengan bakteri dan kuman berbahaya sehingga ia harus berkali-kali cuci tangan, tapi tetap merasa kotor. 

Generalized Anxiety Disorder (GAD)

Source: verywellmind.com

Memang rasa cemas sebetulnya adalah hal yang wajar. Namun untuk kasus GAD, penderitanya sering dihantui berbagai kecemasan dan tidak bisa mengontrolnya sehingga mengubah perilaku si penderita. Contohnya, penderita merasa cemas dan takut akan apa yang bisa terjadi padanya saat ia keluar rumah untuk bekerja. Akhirnya ia memilih untuk mengunci diri di kamar dan menolak untuk keluar. 

Self Harm

Ini adalah kelainan psikologis di mana penderitanya sengaja melukai diri sendiri untuk mengalihkan rasa sakit psikisnya ke rasa sakit fisik. Umumnya penderita mengiris, membuat memar, membakar, atau menggores kulitnya sendiri. Bahkan untuk kasus yang parah, ada yang sengaja mematahkan tulangnya. Penderita merasakan ketenangan saat melakukan ini, sehingga menciptakan rasa ketagihan. 

Paranoid

Source: anxietypanicattacks.com

Buat kamu yang sering menyebut kata “parno” dalam ucapan sehai-hari sebagai singkatan dari paranoid, kamu harus tahu arti sesungguhnya dari kata tersebut. Paranoid adalah gangguan psikologis di mana penderitanya yakin bahwa ada seseorang (atau sesuatu) yang berusaha mencelakakan dirinya. Keadaan ini jadi bentuk gangguan karena sifatnya mengganggu dan irasional. 

Anoreksia Nervosa

Source: slideplayer.info

Mungkin kamu sudah pernah dengar soal gangguan mental yang satu ini. Penderita merasa dirinya kelebihan berat badan dan memaksa diri mereka untuk kelaparan agar tubuh jadi kurus. Umumnya penderita anoreksia berat badannya jauh di bawah normal sehingga kelihatan sangat kurus. Namun penderitanya tetap merasa bahwa ia kelebihan berat badan. Baginya, tubuh kurus adalah tujuan hidup. 

Antisocial Personality Disorder

Kata “ansos” juga sering dipakai sehari-hari untuk menggambarkan seseorang yang tidak senang bergaul dan lebih senang menyendiri. Padahal, kamu harus tahu bahwa ada perbedaan besar antara pemalu, introvert, dan antisocial. Antisocial dikategorikan sebagai gangguan karena penderitanya sengaja mengucilkan diri karena merasa ia tidak diterima masyarakat, dan menganggap ia tidak seberuntung orang lain. Akibatnya, penderita jadi sinis, cenderung tidak berperasaan, defensif, kurang berempati, dan suka menghina penderitaan orang lain. 

Psikopat

Source: neorainsticts.com

Orang sering tidak bisa membedakan antara psikopat dan skizofrenia. Padahal, penderita skizofrenia sering tidak sadar melakukan sesuatu karena ia tidak bisa membedakan mana khyalan mana kenyataan, sedangkan psikopat justru sadar sepenuhnya saat melakukan sesuatu. Itulah makanya psikopat sering juga disebut sebagai sakit jiwa. Ciri seorang psikopat adalah tiadanya empati, manipulatif, tidak bisa merasakan penderitaan orang lain, suka memutar balik fakta, suka berbohong, membuat kamuflase rumit, dan gemar menebar fitnah. Semua itu bisa memberikan kepuasan bagi dirinya. 

Multiple Identity Disorder

Source: imgur.com

Gangguan ini sering dikenal dengan sebutan kepribadian ganda. Biasanya ini disebabkan dari rasa trauma kronis yang dialami penderita di masa kecilnya. Rasa trauma itu dipicu oleh penderitaan ekstrem yang membuatnya “melepaskan” diri sejenak untuk lari dari rasa sakit, dan menciptakan kepribadian lain di dalam dirinya untuk menanggung rasa sakit tersebut. 

Advertisements

10 Tips Cerdas Untuk Menghadapi Bullying di Kantor Tanpa Drama

Siapa bilang kasus bullying cuma terjadi pada anak-anak di sekolah? Bullying itu adalah kelakuan negatif yang berasal dari orang yang mentalnya bermasalah. Jika kesehatan mental dan psikologisnya belum dibenahi, kecenderungan seseorang untuk merisak atau mem-bully akan terus ada dari ia kecil sampai dewasa. Jadi jangan heran kalau orang dewasa yang seharusnya sudah lebih matang pun bisa mem-bully. 

Salah satu tempat yang rentan kasus bullying adalah tempat kerja. Di kantor, bukan tidak mungkin jika rekan kerja, atau malah bosmu, tanpa kamu sadari, sudah merisakmu. Kalau kamu merasa tidak nyaman, sedih, kecewa, dan jadi benci pada diri sendiri akibat kata-kata yang dilontarkan mereka padamu, besar kemungkinan kamu adalah korban bullying di kantor. 

Lalu apa yang harus kamu lakukan untuk menghadapinya? Berikut 10 tips untuk mengatasi bullying di tempat kerja dengan anggun tanpa banyak drama. 

Beri Batasan

Tanyakan pada diri sendiri, bagaimana perasaanmu yang sebenarnya terhadap kasus bullying ini. Tetapkan batasan pada perlakukan mana yang bisa kamu tolerir dan mana yang kamu anggap keterlaluan. Kalau rekan-rekanmu sering bercanda menertawakanmu di depan umum dan kamu merasa malu dan sakit hati, itu berarti kasusnya sudah bukan lagi sekadar bercanda biasa. 

Jangan Diam Saja

Kalau pelaku hanya segelintir, sekitar satu atau dua orang, kamu bisa katakan langsung pada mereka bahwa kamu tidak suka diperlakukan seperti itu. Seringnya, pelaku bullying tidak tahu perlakuan yang mereka anggap biasa ternyata bisa menghancurkan seseorang. 

Laporkan ke Orang yang Berwenang

Kalau pelaku bullying-nya ternyata banyak, atau cara mengkonfrontasi langsung ternyata tidak efektif, berarti kini saatnya untuk lapor ke orang yang berwenang, seperti HRD, manajer, atau supervisor. Saat melapor, kamu juga harus menyertakan bukti-bukti atau saksi yang bisa dipercaya. 

Kumpulkan Bukti dan Saksi

Memang tidak semua kasus bullying di kantor meninggalkan bukti. Namun bukannya tidak mungkin ditemukan. Jika kamu mendapat pesan bernada mengancam, itu bisa kamu gunakan sebagai bukti. Jangan lupa untuk menemukan saksi yang bisa dipercaya. Ingat, bukti dan saksi tidak cuma terbatas pada kasusmu saja. Mungkin ada lagi korban bullying lainnya yang lebih memilih diam. Kamu lah yang harus berusaha untuk menemukan mereka dan membantu mereka untuk speak up

Jangan Membalas

Ketika kamu di-bully, jangan terpancing untuk membalas. Selain akan memberi citra buruk padamu sebagai korban, masalahnya juga akan semakin panjang. Jadi, sebisa mungkin kuasai diri saat kamu di-bully. 

Bukan Berarti Diam Saja

Menguasai diri saat di-bully bukan berarti kamu harus diam saja saat itu terjadi. Kamu justru tidak boleh diam, karena pelaku justru senang melihatmu tidak berdaya. Kamu harus bereaksi yang tidak diduga oleh si pelaku. Alih-alih membalas, kamu bisa memberinya pujian. Kalau ditertawakan, kamu bisa ikut tertawa. 

Klarifikasi

Kalau bullying ini sudah menyangkut sesuatu yang berasal dari gosip, kamu wajib klarifikasi. Temukan siapa yang pertama kali memulai gosip ini, lalu secara empat mata jelaskan duduk permasalahannya. 

Libatkan si Tukang Bully dalam Berbagai Kegiatan

Bukan tidak mungkin kasus bullying biasanya diawali dengan perasaan iri si pelaku terhadap korban. Bisa jadi pelaku iri melihat karirmu yang gemilang. Kalau menurutmu kasusnya memang seperti ini, usahakan untuk mendekati si pelaku secara personal. Buat ia mengenalmu secara lebih baik. Libatkan ia dalam berbagai acara kantor atau bahkan hangout after work

Ketahui Cara Untuk Melawannya

Kalau pelaku bullying adalah bosmu sendiri, bisa dipahami kalau kamu merasa tidak enak untuk bertindak ekstrem. Kenali saja polanya. Misalnya, ia perfeksionis dan selalu ingin sempurna. Maka biarkan ia mengontrol. Kalau ia insecure, berikan pujian pada kinerja kerjanya. Kalau ia kaku dan sulit untuk diajak berkomunikasi, tunjukkan bagaimana cara menyampaikan informasi dengan tepat. 

Laporkan ke Serikat Pekerja

Kalau kasusnya sudah benar-benar serius dan melanggar hukum, kamu bisa mengadukan kasusnya ke serikat pekerja seluruh Indonesia. Ini adalah langkah terakhir yang bisa kamu lakukan untuk melaporkan kasus bullying di tempat kerja. 

10 Cara yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Menghadapi Cyber Bullying

Seiring dengan meroketnya popularitas media sosial di Indonesia, berbagai permasalahan yang mengikuitnya pun bermunculkan. Bukan cuma kecanduan, sekarang berselancar di internet juga rawan kejahatan. Berbagai kejahatan yang dilakukan di internet disebut juga dengan cyber crime, tingkatnya bervariasi. Salah satunya adalah cyber bullying.

Cyber bullying adalah kejahatan di mana pelaku merusak korban secara verbal melalui internet. Jangan remehkan cyber bullying, karena meski dilakukan tanpa tatap muka, efeknya sama seperti perundungan di dunia nyata. Kamu bisa merusak kesehatan mental dan psikologis seseorang hanya dengan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas lewat internet. 

Lalu bagaimana kalau di sini posisimu adalah sebagai korban? Apa yang harus kamu lakukan untuk bertahan dari serangan cyber bully? Berikut 10 hal penting yang harus kamu lakukan. 

Ceritakan

Seringnya korban cyber bullying menyimpan sendiri semuanya, yang kemudian lambat laun berubah jadi depresi. Ini yang bahaya. Ceritakan masalah ini pada orang terdekatmu untuk mendapatkan dukungan moral. 

Proteksi Akun Media Sosial

Kalau akunmu terbuka untuk publik, kini saatnya untuk menggembok akun. Jangan biarkan orang tak dikenal bisa melihat profil atau isi media sosialmu. Dengan begini, diharapkan cyber bullying bisa lebih dibendung. 

Seleksi Lagi Teman-temanmu

Kalau sudah proteksi akun, saatnya seleksi teman. Lihat lagi siapa followers-mu yang tak dikenal dan mencurigakan, lalu remove. Pastikan media sosialmu “bersih” dari orang-orang tak dikenal, begitu juga dari teman-teman yang sekiranya tak suka padamu. 

Atur Notifikasi

Buat supaya notifikasi yang masuk hanya interaksi dari teman-teman followers-mu, bukan dari orang tak dikenal. Fitur ini khususnya bisa kamu temukan di Twitter. Nantinya mention dari orang-orang non-followers tidak akan bisa kamu baca. 

Non-aktifkan Kolom Komentar

Khusus untuk pengguna Instagram, kamu bisa non-aktifkan kolom komentarmu. Soalnya rata-rata pelaku cyber bullying menyerang lewat komen. Maka itu, langkah paling baik adalah mematikan kolom komentar jika kamu posting sesuatu.

Jangan Pedulikan Sama Sekali

Kalaupun memang kemudian komen-komen atau mention jahat itu masuk ke dalam notifikasimu, jangan dibaca dan jangan pedulikan. Jangan merespon sedikitpun, apalagi sampai balas mention/komen. Mengapa? Karena pelaku cyber bullying justru senang kalau korbannya bereaksi, dan akan bosan sendiri jika kamu memilih untuk diam. 

Evaluasi Diri

Penting untuk introspeksi diri dan bertanya dengan dirimu sendiri, mengapa kamu sampai ramai-ramai di-bully. Apakah kamu melanggar etika dan aturan tak tertulis dalam menggunakan media sosial? Atau karena sebab lainnya? Ini penting untuk menghindari kejadian serupa di masa depan. 

Klarifikasi

Kalau memang kamu salah dan kesalahanmu itu terbilang cukup besar, tak ada salahnya untuk minta maaf. Jangan meminta maaf hanya karena kamu di-bully, tapi lakukan itu dengan tulus karena kamu sudah mengakui kesalahanmu. 

Ganti Identitas Akun

Kalau sudah klarifikasi dan kamu masih terganggu dengan serangan cyber bullying, tidak ada salahnya kalau kamu mengganti semua akun media sosialmu, atau bikin akun kedua di mana kamu bisa lebih leluasa. Pastikan identitas barumu tidak terlacak oleh pelaku cyber bullying. 

Non-aktifkan Akun Untuk Sementara

Kalau kamu benar-benar sudah merasa terganggu, ada baiknya untuk deaktivasi akun untuk sementara. Akunmu bisa dipulihkan lagi setelah beberapa lama deaktivasi, asal masih ingat password dan username-nya. Memang detoks sementara dari media sosial dan internet itu terbukti menyehatkan mental kok. Jadi demi kesehatan mentalmu sendiri, kejadian cyber bullying ini bisa kamu jadikan kesempatan untuk rehat sejenak dari aktivitas media sosial.