Tag: Perundungan

10 Cara Melawan si Tukang Bully di Kampus atau di Sekolah

Meski sekarang informasi tentang bahaya bullying berikut ganjarannya bagi pelaku sudah bisa dengan mudah didapat, kasus bullying masih belum bisa 100% dihentikan, apalagi di sekolah atau kampus. Ada banyak penyebab mengapa seseorang bisa di-bully. Namun, terlepas dari penyebabnya, kita tahu bahwa dampak dari bullying sendiri sangat buruk, bahkan bisa memberi efek seumur hidup pada korban.

Maka itu, kalau kamu merasa sebagai korban bullying di kampus atau di sekolah, jangan diam saja. Ini 10 hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kasus bullying. 

Jangan Terlihat Lemah

Mereka yang pendiam, tidak suka bergaul, dan lebih suka menyendiri cenderung menjadi korban bully. Itu karena pelaku menganggap karakter seperti itu identik dengan lemah, sehingga bisa mereka tindas. Maka dari itu, kamu harus bisa bangkit. Jika sudah di-bully, sebisa mungkin lawan. Jangan diam saja. Jangan cuma pasrah dan defensif saat di-bully. Tunjukkan pada mereka bahwa kamu bukan orang lemah yang gampang diintimidasi. 

Tunjukkan Prestasi

Kamu pasti punya prestasi yang bisa kamu banggakan, seperti misalnya jago matematika, jago olahraga, atau ahli di bidang-bidang tertentu. Tunjukkan pada si pelaku bahwa kamu lebih hebat dari mereka. Kelebihanmu akan menunjukkan pada mereka bahwa kamu bukan orang yang sembarangan. 

Temukan Teman Bicara

Salah satu penyebab mengapa bullying berbahaya adalah karena umumnya korban lebih memilih untuk menyimpan semuanya sendiri. Itulah yang kemudian berubah menjadi depresi dan keinginan untuk bunuh diri. Kamu harus menemukan seseorang yang kamu percaya untuk menceritakan semua permasalahanmu. Cobalah untuk bersikap lebih terbuka. 

Coba Untuk Lebih Terbuka

Seperti yang tadi disebutkan, orang yang pendiam dan suka menyendiri cenderung jadi sasaran empuk untuk di-bully. Karena itu, sebisa mungkin cobalah untuk berteman. Bukalah dirimu untuk pertemanan baru. Kalau karaktermu memang tertutup dan introvert, setidaknya kamu punya sahabat dekat yang bisa membelamu saat kasus bullying terjadi. 

Hadapi Dengan Tenang

Saat kamu dipermalukan di depan umum, jangan menunjukkan tanda-tanda marah atau mau menangis. Sebaliknya, kuasai diri dan hadapi dengan tenang. Kalau kamu dipanggil dengan julukan-julukan yang menyakitkan, jawab bahwa itu bukan namamu, dan kamu tidak kenal dengan siapa yang mereka panggil itu. 

Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

Jangan biarkan kata-kata orang lain menghancurkan dirimu sendiri. Memang tak bisa dipungkiri, saat bullying berlangsung, yang terlihas di benak kita adalah, “aku tidak cukup baik, aku tidak cukup populer, aku tidak cukup menarik, aku tidak cukup pintar,” dan lain sebagainya. Kamu harus bisa mengendalikan pikiran-pikiran seperti itu, karena jika tidak dikendalikan pikiran negatif akan berubah menjadi penyakit mental yang serius. Yakinkan dirimu sendiri bahwa bukan kamu yang bermasalah, tapi si pelaku. 

Jangan Bereaksi Seperti yang Pelaku Harapkan

Tujuan pelaku bullying adalah untuk membuat mereka terlihat lebih kuat daripada kamu. Mereka ingin kamu marah atau menangis saat di-bully. Jangan beri mereka kepuasan itu. Kamu justru harus bersikap tak terduga, seperti mengoreksi mereka, atau malah balik menertawakan. 

Temukan Pelarian yang Positif

Bukan hal yang jarang jika korban bullying kemudian melarikan diri ke hal-hal negatif seperti menyakiti diri sendiri, mabuk-mabukan, dan bahkan mengonsumsi narkoba. Semua itu sebetulnya hanya pelarian dari rasa sakit psikis. Tidak ada yang salah dengan pelarian, hanya saja pelariannya harus sesuatu yang positif, seperti meditasi, yoga, atau olahraga. 

Laporkan ke Guru atau Orang Tua

Kalau kamu sudah merasa pelaku bullying keterlaluan, minta bantuan dari guru atau orang tua bukan hal yang memalukan. Justru kamu harus berani melakukannya sebelum kasusnya semakin besar. 

Jangan Mau Diberi Jalan Keluar Berupa Mediasi

Setelah melaporkan ke guru dan pihak sekolah/kampus, jangan mau kalau cuma ditawarkan untuk mediasi. Setelah merasa keadaan sudah aman, kemungkinan besar pelaku akan mengulanginya lag. Minta sanksi tegas berupa pindah kelas, atau bahkan dikeluarkan dari sekolah, jika kasus bullying yang kamu dapatkan tergolong cukup parah. 

Advertisements

10 Tips Cerdas Untuk Menghadapi Bullying di Kantor Tanpa Drama

Siapa bilang kasus bullying cuma terjadi pada anak-anak di sekolah? Bullying itu adalah kelakuan negatif yang berasal dari orang yang mentalnya bermasalah. Jika kesehatan mental dan psikologisnya belum dibenahi, kecenderungan seseorang untuk merisak atau mem-bully akan terus ada dari ia kecil sampai dewasa. Jadi jangan heran kalau orang dewasa yang seharusnya sudah lebih matang pun bisa mem-bully. 

Salah satu tempat yang rentan kasus bullying adalah tempat kerja. Di kantor, bukan tidak mungkin jika rekan kerja, atau malah bosmu, tanpa kamu sadari, sudah merisakmu. Kalau kamu merasa tidak nyaman, sedih, kecewa, dan jadi benci pada diri sendiri akibat kata-kata yang dilontarkan mereka padamu, besar kemungkinan kamu adalah korban bullying di kantor. 

Lalu apa yang harus kamu lakukan untuk menghadapinya? Berikut 10 tips untuk mengatasi bullying di tempat kerja dengan anggun tanpa banyak drama. 

Beri Batasan

Tanyakan pada diri sendiri, bagaimana perasaanmu yang sebenarnya terhadap kasus bullying ini. Tetapkan batasan pada perlakukan mana yang bisa kamu tolerir dan mana yang kamu anggap keterlaluan. Kalau rekan-rekanmu sering bercanda menertawakanmu di depan umum dan kamu merasa malu dan sakit hati, itu berarti kasusnya sudah bukan lagi sekadar bercanda biasa. 

Jangan Diam Saja

Kalau pelaku hanya segelintir, sekitar satu atau dua orang, kamu bisa katakan langsung pada mereka bahwa kamu tidak suka diperlakukan seperti itu. Seringnya, pelaku bullying tidak tahu perlakuan yang mereka anggap biasa ternyata bisa menghancurkan seseorang. 

Laporkan ke Orang yang Berwenang

Kalau pelaku bullying-nya ternyata banyak, atau cara mengkonfrontasi langsung ternyata tidak efektif, berarti kini saatnya untuk lapor ke orang yang berwenang, seperti HRD, manajer, atau supervisor. Saat melapor, kamu juga harus menyertakan bukti-bukti atau saksi yang bisa dipercaya. 

Kumpulkan Bukti dan Saksi

Memang tidak semua kasus bullying di kantor meninggalkan bukti. Namun bukannya tidak mungkin ditemukan. Jika kamu mendapat pesan bernada mengancam, itu bisa kamu gunakan sebagai bukti. Jangan lupa untuk menemukan saksi yang bisa dipercaya. Ingat, bukti dan saksi tidak cuma terbatas pada kasusmu saja. Mungkin ada lagi korban bullying lainnya yang lebih memilih diam. Kamu lah yang harus berusaha untuk menemukan mereka dan membantu mereka untuk speak up

Jangan Membalas

Ketika kamu di-bully, jangan terpancing untuk membalas. Selain akan memberi citra buruk padamu sebagai korban, masalahnya juga akan semakin panjang. Jadi, sebisa mungkin kuasai diri saat kamu di-bully. 

Bukan Berarti Diam Saja

Menguasai diri saat di-bully bukan berarti kamu harus diam saja saat itu terjadi. Kamu justru tidak boleh diam, karena pelaku justru senang melihatmu tidak berdaya. Kamu harus bereaksi yang tidak diduga oleh si pelaku. Alih-alih membalas, kamu bisa memberinya pujian. Kalau ditertawakan, kamu bisa ikut tertawa. 

Klarifikasi

Kalau bullying ini sudah menyangkut sesuatu yang berasal dari gosip, kamu wajib klarifikasi. Temukan siapa yang pertama kali memulai gosip ini, lalu secara empat mata jelaskan duduk permasalahannya. 

Libatkan si Tukang Bully dalam Berbagai Kegiatan

Bukan tidak mungkin kasus bullying biasanya diawali dengan perasaan iri si pelaku terhadap korban. Bisa jadi pelaku iri melihat karirmu yang gemilang. Kalau menurutmu kasusnya memang seperti ini, usahakan untuk mendekati si pelaku secara personal. Buat ia mengenalmu secara lebih baik. Libatkan ia dalam berbagai acara kantor atau bahkan hangout after work

Ketahui Cara Untuk Melawannya

Kalau pelaku bullying adalah bosmu sendiri, bisa dipahami kalau kamu merasa tidak enak untuk bertindak ekstrem. Kenali saja polanya. Misalnya, ia perfeksionis dan selalu ingin sempurna. Maka biarkan ia mengontrol. Kalau ia insecure, berikan pujian pada kinerja kerjanya. Kalau ia kaku dan sulit untuk diajak berkomunikasi, tunjukkan bagaimana cara menyampaikan informasi dengan tepat. 

Laporkan ke Serikat Pekerja

Kalau kasusnya sudah benar-benar serius dan melanggar hukum, kamu bisa mengadukan kasusnya ke serikat pekerja seluruh Indonesia. Ini adalah langkah terakhir yang bisa kamu lakukan untuk melaporkan kasus bullying di tempat kerja. 

10 Cara yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Menghadapi Cyber Bullying

Seiring dengan meroketnya popularitas media sosial di Indonesia, berbagai permasalahan yang mengikuitnya pun bermunculkan. Bukan cuma kecanduan, sekarang berselancar di internet juga rawan kejahatan. Berbagai kejahatan yang dilakukan di internet disebut juga dengan cyber crime, tingkatnya bervariasi. Salah satunya adalah cyber bullying.

Cyber bullying adalah kejahatan di mana pelaku merusak korban secara verbal melalui internet. Jangan remehkan cyber bullying, karena meski dilakukan tanpa tatap muka, efeknya sama seperti perundungan di dunia nyata. Kamu bisa merusak kesehatan mental dan psikologis seseorang hanya dengan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas lewat internet. 

Lalu bagaimana kalau di sini posisimu adalah sebagai korban? Apa yang harus kamu lakukan untuk bertahan dari serangan cyber bully? Berikut 10 hal penting yang harus kamu lakukan. 

Ceritakan

Seringnya korban cyber bullying menyimpan sendiri semuanya, yang kemudian lambat laun berubah jadi depresi. Ini yang bahaya. Ceritakan masalah ini pada orang terdekatmu untuk mendapatkan dukungan moral. 

Proteksi Akun Media Sosial

Kalau akunmu terbuka untuk publik, kini saatnya untuk menggembok akun. Jangan biarkan orang tak dikenal bisa melihat profil atau isi media sosialmu. Dengan begini, diharapkan cyber bullying bisa lebih dibendung. 

Seleksi Lagi Teman-temanmu

Kalau sudah proteksi akun, saatnya seleksi teman. Lihat lagi siapa followers-mu yang tak dikenal dan mencurigakan, lalu remove. Pastikan media sosialmu “bersih” dari orang-orang tak dikenal, begitu juga dari teman-teman yang sekiranya tak suka padamu. 

Atur Notifikasi

Buat supaya notifikasi yang masuk hanya interaksi dari teman-teman followers-mu, bukan dari orang tak dikenal. Fitur ini khususnya bisa kamu temukan di Twitter. Nantinya mention dari orang-orang non-followers tidak akan bisa kamu baca. 

Non-aktifkan Kolom Komentar

Khusus untuk pengguna Instagram, kamu bisa non-aktifkan kolom komentarmu. Soalnya rata-rata pelaku cyber bullying menyerang lewat komen. Maka itu, langkah paling baik adalah mematikan kolom komentar jika kamu posting sesuatu.

Jangan Pedulikan Sama Sekali

Kalaupun memang kemudian komen-komen atau mention jahat itu masuk ke dalam notifikasimu, jangan dibaca dan jangan pedulikan. Jangan merespon sedikitpun, apalagi sampai balas mention/komen. Mengapa? Karena pelaku cyber bullying justru senang kalau korbannya bereaksi, dan akan bosan sendiri jika kamu memilih untuk diam. 

Evaluasi Diri

Penting untuk introspeksi diri dan bertanya dengan dirimu sendiri, mengapa kamu sampai ramai-ramai di-bully. Apakah kamu melanggar etika dan aturan tak tertulis dalam menggunakan media sosial? Atau karena sebab lainnya? Ini penting untuk menghindari kejadian serupa di masa depan. 

Klarifikasi

Kalau memang kamu salah dan kesalahanmu itu terbilang cukup besar, tak ada salahnya untuk minta maaf. Jangan meminta maaf hanya karena kamu di-bully, tapi lakukan itu dengan tulus karena kamu sudah mengakui kesalahanmu. 

Ganti Identitas Akun

Kalau sudah klarifikasi dan kamu masih terganggu dengan serangan cyber bullying, tidak ada salahnya kalau kamu mengganti semua akun media sosialmu, atau bikin akun kedua di mana kamu bisa lebih leluasa. Pastikan identitas barumu tidak terlacak oleh pelaku cyber bullying. 

Non-aktifkan Akun Untuk Sementara

Kalau kamu benar-benar sudah merasa terganggu, ada baiknya untuk deaktivasi akun untuk sementara. Akunmu bisa dipulihkan lagi setelah beberapa lama deaktivasi, asal masih ingat password dan username-nya. Memang detoks sementara dari media sosial dan internet itu terbukti menyehatkan mental kok. Jadi demi kesehatan mentalmu sendiri, kejadian cyber bullying ini bisa kamu jadikan kesempatan untuk rehat sejenak dari aktivitas media sosial.