Tag: Properti

10 Tips Ampuh Investasi Apartemen Bagi Kamu yang Tertarik Bisnis Properti

Investasi bisa dilakukan dengan berbagai macam cara dan salah satunya adalah lewat properti. Salah satu cara investasi properti yang paling sederhana tetapi bisa sangat menguntungkan adalah investasi apartemen. Investasi apartemen sangatlah mudah karena bisa dilakukan dengan modal kecil. Nah, jika kamu tertarik untuk melakukan investasi apartemen, berikut tips-tips ampuh untuk kamu coba saat menyewakan apartemen.

Pastikan Kamu Berada Satu Kota Dengan Apartemenmu

Saat melakukan investasi apartemen, hal pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan bahwa apartemen yang disewakan tidak berada di luar kota. Sebagai contoh, jika kamu tinggal dan bekerja di Jakarta, jangan menyewakan apartemen di Surabaya atau Bali. Jika apartemenmu ada di luar kota, kamu harus membayar jasa agen properti dalam melakukan proses transaksi dengan penyewa. Selain itu, kamu juga akan menemui kendala dalam menilai kerusakan saat ada permintaan perbaikan di kemudian hari karena kamu berada di kota yang berbeda.

Pastikan Lokasi Strategis

Selain tidak berada di luar kota, apartemen yang kamu sewakan juga harus berada di lokasi yang strategis. Pastikan bahwa apartemen yang kamu sewakan berada di lokasi yang menarik banyak orang. Selain itu, pastikan juga bahwa apartemenmu berada di lokasi yang memungkinkan tingat pengembalian tinggi di kemudian hari.

Terapkan Cara Investasi Bijak

Dalam berinvestasi apartemen, pastikan kamu melakukan semua langkah dengan bijak. Hanya gunakan sebagian kecil dari kekayaan bersihmu untuk melakukan investasi apartemen. Jika semua, atau sebagian besar, kekayaan bersihmu kamu pakai untuk berinvestasi apartemen, saat terjadi fluktuasi di pasar, kamu akan merasa panik. Pastikan kamu melakukan investasi yang minim resiko.

Sewa Jasa Konsultan Properti

Satu hal lagi yang wajib kamu lakukan di tahap-tahap awal investasi apartemen adalah menyewa jasa konsultan properti. Konsultan properti profesional dapat membantumu menimbang segala pro dan kontra dari investasi apartemen yang kamu lakukan. Mereka mengerti pasar properti yang kini sedang berjalan dan masukan mereka dilatarbelakangi keahlian dan pengalaman sehingga sudah pasti memiliki peran sangat signifikan dalam menentukan kesuksesan investasi.

Pastikan Apartemen Memiliki Tingkat Keamanan Tinggi

Selalu pastikan setiap apartemen yang kamu sewakan memiliki tingkat keamanan tinggi jika kamu mau menjaring banyak calon penyewa. Pastikan sistem keluar masuk tamu apartemen sangat bagus dan ada banyak pengawas keamanan di dalamnya. Apartemen yang aman bisa menarik banyak penghuni dan harga jualnya pun sudah pasti tinggi.

Fasilitas Harus Lengkap

Selain aman, apartemen yang kamu sewakan juga harus memiliki fasilitas lengkap. Pastikan apartemenmu dilengkapi dengan kolam renang dan area berolahraga serta berbagai fasilitas lainnya. Semakin lengkap fasilitas yang dimiliki apartmenmu, semakin tinggi pula harga sewanya.

Tawarkan Variasi Masa Sewa

Sudah barang tentu para calon penyewa memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dan oleh karena itu, akan sangat menguntungkan apabila kamu menawarkan berbagai pilihan masa sewa. Tawarkan baik masa sewa tahunan maupun bulanan agar berbagai tipe penyewa bisa terjaring. Dengan begitu, peluangmu mendapatkan penyewa akan meningkat secara drastis.

Manfaatkan Sebagai Lokasi Syuting

Kapanpun itu, akan ada banyak perusahaan mencari lokasi-lokasi baru untuk acara pengambilan gambar untuk kepentingan promosi perusahaan mereka. Kamu bisa memanfaatkan ini. Tawarkan apartemenmu sebagai lokasi shooting untuk meraup banyak keuntungan ketika belum ada penyewa tetap yang menempatinya. Atau mungkin kamu bisa menggunakan satu apartemen khusus sebagai lokasi shooting jika kamu memiliki banyak apartemen untuk disewakan.

Amankan Uang Muka

Mengingat bahwa biasanya uang muka pembelian apartemen berkisar di angka 20-30%, kamu bisa membayar uang muka dalam jumlah besar untuk meraih lebih banyak untung, Alasannya adalah karena semakin tinggi jumlah uang muka yang kamu bayarkan, semakin rendah pula jumlah cicilan yang nantinya harus kamu bayarkan untuk melunasi pembelian apartemenmu.

Mulai Dari yang Kecil Dulu

Jika kamu baru pertama kali melakukan investasi apartemen, pastikan untuk tidak mengeluarkan terlalu banyak uang di masa-masa awal investasi, bahkan meskipun kamu mampu membayarnya. Menjaga investasi tetap pada angka rendah bisa membantumu berada di zona aman dimana resiko yang ada sangatlah rendah. Pastikan kamu tidak kehilangan banyak uang serta menanggung berbagai resiko di kemudian hari karena terlalu jor-joran di masa-masa awal investasi.

Untuk Milenial Kreatif, Begini Langkah Untuk Bisnis Properti Dengan Modal Minim

Sebagai kaum milenial yang kreatif dalam berbisnis, tentu bukan hal sulit untuk memutar otak mencari cara agar bisa berbisnis dengan modal kecil tapi bisa untung besar. Di zaman modern dan digital seperti ini, apa sih yang tidak mungkin? Ada beragam bidang bisnis yang bisa kamu geluti. Salah satunya adalah bisnis properti. 

Siapa bilang bisnis properti cuma untuk mereka yang punya uang banyak? Tentu tidak. Tahukah kamu? Bahkan bisnis properti bisa dijalankan dengan modal 0 Rupiah lho! Begini strategi yang harus kamu lakukan biar untung. 

Mulai Dari Lingkungan Terdekat

Kalau ada kerabat atau tetangga yang ingin menjual atau membeli rumah, bisa kamu dekati. Tanyakan informasi mendasar soal rumahnya, seperti luas tanah, luas bangunan, spesifikasi, lokasi, dan lain sebagainya. Nantinya bisa kamu carikan pembeli atau penjual yang sekiranya cocok. Tentu kamu akan dapat komisi sebagai perantara. 

Gunakan Media Sosial Untuk Pasang Iklan

Sekarang ini kan apa saja ada di medsos. Bukan cuma jualan baju, jualan rumah pun promosinya bisa lewat media sosial. Maka itu, kamu bisa amati pergerakan properti di daerah rumahmu, apakah ada rumah yang mau dijual. Lalu kamu bisa bantu iklankan di media sosialmu. Pasang harga sedikit lebih tinggi dari yang diminta si penjual. Namun ingat, harganya harus tetap masuk akal ya.

Bekali Diri Tentang Pengetahuan Seputar Properti

Kamu harus sering-sering lihat iklan properti, baik itu di media sosial maupun koran. Jangan malas untuk cari-cari info. Usahakah untuk tidak mencari informasi tentang satu rumah yang akan dijual saja, tapi beberapa. Jadi ketika kamu sudah punya calon pembeli, kamu bisa menawarkan alternatif rumah lain kepadanya. Calon pembeli nanti tinggal memilih rumah mana yang ia inginkan. Kalau sudah oke, buatlah perjanjian dengan pemilik rumah, tentang komisi yang kamu dapatkan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya perjanjian ini dibuat dalam bentuk hitam di atas putih dan materai.

Jangan Pilih-pilih Rumah

Memang sih, lokasi rumah, luas tanah, bangunan, spesifikasi, dan usia properti itu berpengaruh besar dalam faktor pembelian. Namun, sebaiknya kamu jangan pilih-pilih rumah. Kalau memang ada rumah dijual, masukkan saja ke daftarmu. Meski kelihatannya rumah tersebut tidak memenuhi standar kebanyakan orang, tapi tidak ada salahnya kamu catat. Selain itu, tidak semua rumah dijual langsung dari pemilik. Kadang kamu harus berurusan dengan developer atau sesama broker. Tidak apa-apa. Kamu masih bisa dapat komisi kok meski sudah menjadi pihak kesekian dalam perantara penjualan rumah. Asal perjanjiannya harus ada. 

Kembangkan Teknik Marketing yang Kamu Punya

Kemampuan marketing bukan cuma dibutuhkan saat pasang iklan di media sosial saja, tapi juga saat berhadapan langsung dengan calon pembeli. Sebagai pengiklan, tugasmulah untuk meyakinkan calon pembeli tersebut untuk membeli “dagangan”mu. Beri tahu berbagai keuntungan yang akan didapatkan calon pembeli jika berhasil membeli rumah tersebut. Namun ingat, jangan berlebihan dan jangan berbohong tentang keadaan suatu rumah. Sekali berbohong, maka rusaklah reputasimu sebagai broker. 

Sisihkan Keuntungan

Kalau sudah berhasil dapat komisi, alangkah baiknya jika uang tersebut kamu simpan untuk mengembangkan bisnis properti kecil-kecilan yang kamu jalani sekarang. Sekarang kamu mungkin masih jadi broker biasa. Namun dengan modal yang nantinya kamu punya, siapa tahu kamu bisa beli properti sendiri sebagai investasi, lalu menjualnya lagi dengan harga tinggi? 

Milenial Wajib Tahu: 5 Tips Jitu Untuk Mulai Berbisnis Properti Bagi Pemula

Bisnis properti? Pasti yang terlintas di benakmu adalah developer perumahan, usaha kos-kosan, usaha kontrakan, dan lain sebagainya. Butuh modal besar dong? Padahal tidak lho. Kita sebagai kaum milenial juga sudah harus melek bisnis. Bisnis properti bukan cuma milik mereka yang sudah sukses dalam karir selama puluhan tahun.

Jangan muluk-muluk membayangkan membangun perumahan, kontrakan dengan banyak pintu, dan sejenisnya. Sebagai pemula, satu buah properti saja sudah cukup. Kalau berhasil, keuntungannya bukan cuma sekadar ratusan ribu, tapi jutaan!

Tertarik? Begini 5 tips untuk milenial yang mulai ingin terjun ke investasi properti.

Jangan Berhutang, Lunasi Hutang

Rata-rata investor pemula memilih metode hutang sebagai modal awal bisnis. Kalau kamu masih belum yakin akan keadaan finansialmu selama beberapa tahun ke depan, hindari cara ini. Setidaknya, kamu harus punya cukup tabungan sebagai modal awal. Dan jangan pernah terpikir untuk memulai bisnis jika kamu masih punya hutang atau beban tunggakan. Lunasi dulu hutang dan cicilanmu, baru kemudian mulai berinvestasi.

Pahami Sistem KPR

Seperti yang tadi disebutkan, persiapkan tabunganmu sebagai modal awal. Modal di sini adalah uang muka KPR. Ketahui jumlah nominal yang harus kamu bayarkan, biasanya bukan cuma uang muka saja, tapi ada biaya-biaya ekstra lainnya di awal. Biaya pembelian properti yang dibebankan pada pembeli antara lain: uang tanda jadi, uang muka, dan angsuran. Sedangkan untuk biaya ekstra, biasanya itu mencakup: biaya untuk bank, biaya asuransi, biaya notaris, dan biaya pajak.

Kalau tabunganmu sudah lebih dari cukup, akan lebih mudah untuk mengajukan KPR ke bank. Cari tahu juga soal suku bunga. Suku bunga sekarang mungkin terdengar rendah, tapi kalau KPR sudah mulai diajukan, bunga bisa lebih tinggi lagi. Maka itu, kamu harus cari bank dengan suku bunga paling rendah.

Jangan Tergoda Beli Rumah Second

Kecuali kamu punya kenalan arsitek atau tukang untuk renovasi rumah, jangan pernah tergoda beli rumah second. Jangan berharap biaya renovasi yang kamu keluarkan akan kembali setelah ada penyewa. Kalau pun kamu beli rumah second, pastikan rumahnya masih dalam keadaan bagus dan tidak membutuhkan banyak renovasi.

Selain itu, ketahui juga dengan pasti biaya operasional yang akan kamu keluarkan. Ini nih yang sering dilupakan oleh investor properti. Bukan cuma biaya renovasi saja, tapi juga biaya pajak dan lain sebagainya.

Tentukan Lokasi yang Tepat

Lokasi rumah yang kamu beli harus strategis. Strategis di sini maksudnya aksesnya mudah ke mana-mana, seperti pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, bisa dijangkau moda transportasi, dan sebagainya. Pastikan juga areanya bebas banjir, rendah kriminalitas, dan lingkungannya bersahabat. Selain itu, kamu juga harus pertimbangkan keuntungan untukmu sendiri. Lokasinya harus yang biaya pajaknya rendah.

Ketahui Legalitas dan Masalah Hukumnya

Jangan cuma asal beli. Kamu juga harus tahu masalah-masalah legal. Telitilah sertifikat tanah pengembang. Jangan sampai rumah yang sudah kamu beli ternyata tanahnya sengketa. Soalnya, sertifikat tanah memastikan status kavling tanah dari rumah yang akan kamu beli. Hal-hal yang berkaitan dengan legalitas ini isa ditanyakan pada notaris yang mengurus akta tanah.

Selain itu, kamu juga harus tahu waktu serah terima rumah. Biasanya ada sedikit ketidaksesuaian, dan keterlambatan. Ketahui apa konsekuensi dan kebijakan yang kamu dapatkan dari pengembang jika itu terjadi. Semua harus jelas di awal perjanjian jual beli. Ini penting untuk menghindari tindak penipuan yang umumnya terjadi dalam bisnis properti.

Selamat berbisnis!