Tag: startup

Brum Indonesia

Source : Brum.id

Brum Indonesia adalah perusahaan teknologi yang memiliki visi untuk membuat industri otomotif Indonesia menjadi semakin berkembang dan kembali bersinar, dengan menciptakan “one-stop” platform otomotif.

Adapun visi dari Brum Indonesia adalah untuk membantu pekerja dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dibidang otomotif, dengan cara meningkatkan kesejahteraan mereka.

Brum Indonesia (Brum.id) memiliki website dengan fitur sebagai berikut :

Dengan Brum.id kalian dapat memesan layanan untuk cek up ataupun service kendaraan. Dimana montir Brum.id akan datang ke lokasi kalian dengan membawa peralatan yang up-to-date untuk memastikan kepuasan pelanggan dalam mendapatkan layanan Brum.id. Dengan Brum.id, kalian nggak perlu repot ke bengkel atau repot antrian. Saat ini layanan Brum.id bisa di panggil di daerah Jabodetabek. Pengerjaan akan ditangani montir professional dan Biaya service juga lebih murah hingga 60% dari bengkel resmi.

Untuk pembaca TRENKOTA.COM, kalian bisa mendapatkan diskon sebesar Rp. 100.000 dengan memakai kode TRENKOTA.COM. Dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut :

  1. Biaya service Rp. 100.000 – Rp. 200.000 diskon Rp. 25.0000
  2. Biaya service Rp. 201.000 – Rp. 300.000 diskon Rp. 50.000
  3. Biaya service > Rp. 301.000 diskon Rp. 100.000
  4. Berlaku untuk semua tipe mobil dengan menggunakan kode TRENKOTA.COM
  5. Pilih layanan Brum Light Service dan masukan data seperti contoh di bawah pada detail pemesanan online di Brum.id. Contoh : Toyota/Avanza/2010/MT/TRENKOTA.COM

Ayo tunggu apalagi ? Segera gunakan Brum.id dan dapatkan diskonnya.

**Untuk kerjasama dan promosi di Trenkota.com anda bisa mengirimkan email ke :Trenkota@gmail.com

Advertisements

Buat Milenial yang Ingin Buat Bisnis, Ini 7 Trik Jitu Untuk Mengawalinya

Milenial sekarang ini identik dengan bisnis. Soalnya, mereka sekarang paham bahwa cari uang bukan melulu dari kantor. Apalagi di era digital ini, cari uang tampaknya semakin mudah. Dari mulai bikin bisnis online kecil-kecilan sampai buka usaha e-commerce. Tak heran banyak bisnis startup bermunculan. 

Masalahnya, buka bisnis itu memang tidak bisa langsung sukses. Apalagi untuk bisnis startup, yang terbilang masih hijau. Tentu risiko ruginya lebih besar ketimbang bisnis yang sudah lama berjalan.  

Lalu, bagaimana tipsnya supaya bisa meninimalisir risiko rugi bagi kamu yang ingin memulai bisnis?

Riset

Sebelum memutuskan mau buka bisnis di bidang apa, kamu tentunya harus buat riset kecil-kecilan di masyarakat sekitar. Apa yang menjadi masalah mereka? Bagaimana bisnismu bisa membantumu menyelesaikan masalah mereka? Dari situlah kamu nanti bisa punya ide untuk mengembangkan bisnis yang dibutuhkan pasar. 

Tingkatkan Kemampuan Berbisnis

Kamu harus jadi cerdas untuk bisa bersaing di dunia bisnis yang memang menjamur sekarang ini. Kemampuan yang kamu butuhkan antara lain komunikasi, untuk bisa menyampaikan informasi ke karyawan yang kamu pekerjakan atau ke calon klien. Kamu juga harus bisa menganalisis pasar, kira-kira produk apa yang akan disukai masyarakat. Jangan lupa kemampuan manajemen juga harus kamu miliki. Intinya, pemilik bisnis yang mau belajar dan berkembang bisa membuat sebuah bisnis maju. 

Hubungi Angel Investor

Sebagai bisnis startup, tentu kamu masih butuh modal untuk bisa membuat bisnis berputar. Masalanya, rata-rata entrepreneur memiliki dana terbatas saat mulai membangun. Inilah saatnya kamu mencari angel investor. Angel investor adalah investor yang mau menanamkan modalnya di bisnis startup, yang berani ambil risiko untuk bermain di fase awal atau mula-mula operasional bisnis. Rata-rata investor tidak mau memberi modal di bisnis yang belum jelas akan untung atau tidak. Tapi tidak demikian dengan angel investor. Ia bisa sangat membantu bisnis startup dalam soal finansial. 

Cari Dana di Bekraf

Alternatif lain dari angel investor adalah Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif). Bekraf menyalurkan BIP (Bantuan Insentif Pemerintah) ke pebisnis-pebisnis awal yang masih kesulitan mendapatkan pinjaman untuk modal. BIP ini berupa hibah dari pemerintah. Namun, tentu mendapatkannya tidak sembarangan. Kamu harus ikuti tata caranya di situs resmi Bekraf. Ajukan proposalmu, lalu persiapkan  diri untuk wawancara. 

Cari Sendiri Klien/Pembelimu

Karena modalmu memang masih minim, tentunya sebagai bisnis startup kamu masih belum bisa mempekerjakan banyak karyawan. Karena itu, sebisa mungkin ambil alih sendiri pekerjaan yang bisa kamu lakukan, contohnya menjaring klien atau pembeli. Tentunya kamu sendiri harus menguasai teknik marketing dan promosi. 

Sebetulnya tipsnya tidak sulit, cukup manfaatkan media sosial yang kamu punya. Sayangnya, banyak orang yang merasa malu atau gengsi untuk berjualan produk atau menawarkan jasa pakai akun media sosial pribadi. Padahal, semua itu berawal dari kekuatan media sosial lho. 

Ikuti Kelas dan Seminar Soal Bisnis

Seperti yang tadi disebutkan, kita sebagai pendiri bisnis harus mau belajar dan berpikiran terbuka untuk bisa menerima pengetahuan baru. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah mengikuti berbagai seminar dan workshop soal bisnis. Biasanya, mendengarkan cerita-cerita soal kesuksesan orang yang berhasil berbisnis bisa jadi penyemangat. Terlebih lagi, kalau sudah melengkapi diri dengan ilmu, biasanya kamu jadi tidak ragu dan takut lagi untuk mulai berbisnis. 

Belajar Dengan Mentor

Sama seperti poin di atas, berdiskusi dengan mentor juga fungsinya untuk menambah ilmu.Temukan pebisnis yang sudah sukses, dan jangan gengsi untuk meminta tips dan nasehat guna menjalankan bisnis startup. Jadikan pebisnis yang sudah sukses ini sebagai mentormu. Kalau perlu, ia bisa membimbingmu langsung dari langkah pertama membangun bisnis sampai nanti saat bisnismu sudah mulai berkembang. 

Kenali 5 Angel Investor Ini Jika Kamu Ingin Memulai Startup

Di tengah maraknya bisnis startup, banyak dari kita yang jadi tergiur juga untuk terjun di dunia bisnis. Masalahnya, buat bisnis startup tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Apalagi kalau sudah “kepentok” masalah dana. Bisnis yang baru dibangun tentu butuh modal yang tidak sedikit. Dan kalau kamu merasa uangmu belum mencukupi, haruskah mimpi bikin startup kandas begitu saja?

Tidak. Di sinilah para angel investor berperan. Semua startup yang sudah sukses awalnya juga membutuhkan kucuran dana, dan mereka punya angel investor masing-masing. Angel investor adalah investor awal yang berani mengucurkan dananya untuk bisnis yang belum jelas akan menghasilkan untung atau tidak. Ketika investor lain tidak berani ambil risiko untuk mendanai bisnis startup, angel investor justru tidak gentar untuk berinvestasi di fase awal, startup yang baru beroperasi. 

Kalau kamu tertarik memulai bisnis startup, berikut 5 angel investor yang wajib kamu kenali.


Victor Fungkong

Source: generasimandiri.id

Ia adalah pendiri sekaligus CEO PT Indonusa Dwitama, perusahaan bisnis teknologi informasi dan internet, jasa keuangan, sumber daya mineral, dan energi. Victor adalah angel investor tokopedia.com. Ia juga membantu menyumbangkan ide dan hasil risetnya pada Leontinus Alpha Edison dan William Tanuwijaya, founder Tokopedia, saat Tokopedia masih berupa ide. Victor memang sudah lama berkecimpung dalam dunia bisnis internet dan sudah membangun startup sendiri di Amerika Serikat sejak tahun 2000. Ketika Tokopedia tidak berhasil mendapatkan seorang investor pun, Victor bersedia untuk investasi sebesar Rp. 2.4 miliar, menjadikannya memiliki saham sebesar 80% di Tokopedia. Saham sisanya dimiliki oleh Leontinus dan William yang berhasil membangun startup-nya tanpa sepeser uang pun. 

Danny Oei Wirianto

Source: startupgrind.com

Ia adalah Chief Marketing Officer GDP Venture, yang adalah perusahaan modal ventura lokal punya Djarum Group. Danny menjadi angel investor untuk Kaskus di Indonesia, Carousell di Singapura, berikut Ryce dan Eaze yang berbasis di Amerika Serikat. Danny tidak menyebutkan secara spesifik berapa dana yang ia kucurkan untuk startup-startup tersebut, tapi ia mengatakan bahwa untuk menjadi angel investor, dana yang dikucurkan berkisar antara Rp 50 juta sampai Rp 1 miliar. 

Shinta Dhanurwardoyo

Source: thejakartapost.com

Ia juga dikenal sebagai Shinta Bubu. Shinta sendiri sudah banyak berperan sebagai angel investor di banyak startup, meski beberapa startup itu sudah ada yang mati. Kini, Shinta menjadi angel investor di startup Kartoo (financial tehcnology, masih dalam proses inkubasi), Catfiz (aplikasi kirim pesan dan media sosial), DreadOut (gim horor), dan DewaNation (jaringan sosial berbasis negara). Semua dana yang dikucurkan berasal dari kantung pribadi Shinta, karena ia bilang ia memiliki minat di startup. Itu yang kemudian membuatnya membentuk klub angel investor bernama Angel-eQ Network.

Sugiono Wiyono

Source: asiaone.com

Ia adalah CEO PT Trikomsel Oke Tbk. Sugiono terkenal karena ia memang banyak membantu para pebisnis awal yang kekurangan dana. Ia menjadi angel investor Kapanlagi Network dan Mig33 yang kemudian berubah menjadi Migme. Pada tahun 2011, berdua dengan Indra Widjaja (Sinarmas Group), Sugiono mendirikan Ideosource yang adalah perusahaan modal ventura lokal. Sampai kini ada 22 startup yang telah mereka bantu. 

Amir Sambodo

Source: tambang.co.id

Ia adalah mantan CEO Berau Coal yang bukan cuma berinvestasi di startup teknologi digital, tapi juga teknologi yang lebih luas, seperti pembangkit listrik. Ia sudah membantu berbagai startup, seperti Bitread (platform penerbitan digital), GNFI (media massa yang menggunana media sosial), T-Files (vendor turbin pembangkit listrik tenaga arus laut), Nuesto (software house untuk platfform antrian daring dan media sosial untuk masjid), dan startup lainnya yang berbasis web. Ia mengatakan investasi yang ia keluarkan untuk berbagai startup yang ia bantu berkisar antar Rp. 100 juta sampai Rp. 1 miliar. 

Inilah Startup Baru yang Jadi Tren di Awal 2019

Keberadaan startup kini menjadi tren yang ramai di tengah perkembangan dalam bidang ekonomi kreatif. Kaum milenial tanah air semakin menunjukkan gaungnya dengan melahirkan startup-startup baru yang keberadaannya patut diperhitungkan. Mulai dari startup yang menyediakan jasa traveling, catering, hobi, properti, hingga event organizer. Siapa saja mereka? Mari kita simak lima startup baru yang bersinar di awal tahun ini.

Trivatrip

Generasi milenial sangat suka travelling. Nah, untuk memudahkan para traveller untuk memesan layanan jasa perjalanan, ada aplikasi Trivatrip. Melalui aplikasi ini, traveller yang ingin memesan open trip atau private trip bisa melihat berbagai jenis operator travel sebelum memilih perjalanan. Cukup memudahkan bagi mereka yang ingin menikmati perjalanan bisnis/liburan yang well-organized.

Hepimama

Keterbatasan waktu membuat kebanyakan orang sibuk dengan aktivitas dan tak sempat menyiapkan makanan di rumah. Aplikasi Hepimama hadir untuk membantu menyediakan paket katering dengan berbagai jenis menu makanan. Mulai dari makanan Jepang, khusus vegetarian, pelaku diet dan sebagainya. Setelah melakukan pemesanan dan membayar, menu akan datang esok hari. Hmmm…cocok untuk para ibu muda yang selalu ingin praktis tapi tak melupakan kualitas.

Hobiku

Hobiku adalah aplikasi yang bisa menghubungkan Anda dengan orang yang memiliki minat atau hobi yang sama. Aplikasi ini juga menghadirkan informasi tentang keberadaan komunitas olahraga, musik, hingga game. Cocok bagi Anda yang senang mencari teman baru dari dunia yang sama.

UrbanAce

UrbanAce adalah agen properti digital yang memungkinkan Anda untuk bergabung dengan jaringan mereka (Ambassador Network) dan ikut menjual properti. Dengan solusi teknologi yang mereka hadirkan, kamu bisa melakukan penjualan properti tersebut dari mana saja. Mereka mengaku telah mempunyai sekitar enam ratus orang anggota, dengan jumlah pendapatan yang mencapai Rp12 miliar di tahun 2017. Wow!

Invita

Bagi pembuat event organizer, aplikasi yang dihadirkan startup Invita pasti akan sangat mempersingkat waktu dan memudahkan pekerjaan. Semua pekerjaan seperti membuat undangan konferensi, acara pernikahan, pesta bisa dibuat hanya melalui satu aplikasi. Di dalamnya sudah ada platform untuk membuat template undangan, membaginya ke akun media sosial atau email, dan mengelola buku tamu para pengunjung cukup dari satu aplikasi.

Banyaknya pesaing, tentulah bukan menjadi hal yang mudah dihadapi bagi setiap startup. Hal ini terlihat sangat jelas, melakukan berbagai macam strategi serta tips jitu agar startup terus berjalan dan semakin berkembang.

Berkat kerja sama yang kuat antara CEO dengan timnya, tak sedikit startup milik millenial Indonesia ini terbilang semakin sukses, bahkan hampir semua startup di Indonesia dilirik investor dari luar negeri. 

Bravo, Indonesian Youth!