Tag: tips bisnis

Buat Milenial yang Ingin Buat Bisnis, Ini 7 Trik Jitu Untuk Mengawalinya

Milenial sekarang ini identik dengan bisnis. Soalnya, mereka sekarang paham bahwa cari uang bukan melulu dari kantor. Apalagi di era digital ini, cari uang tampaknya semakin mudah. Dari mulai bikin bisnis online kecil-kecilan sampai buka usaha e-commerce. Tak heran banyak bisnis startup bermunculan. 

Masalahnya, buka bisnis itu memang tidak bisa langsung sukses. Apalagi untuk bisnis startup, yang terbilang masih hijau. Tentu risiko ruginya lebih besar ketimbang bisnis yang sudah lama berjalan.  

Lalu, bagaimana tipsnya supaya bisa meninimalisir risiko rugi bagi kamu yang ingin memulai bisnis?

Riset

Sebelum memutuskan mau buka bisnis di bidang apa, kamu tentunya harus buat riset kecil-kecilan di masyarakat sekitar. Apa yang menjadi masalah mereka? Bagaimana bisnismu bisa membantumu menyelesaikan masalah mereka? Dari situlah kamu nanti bisa punya ide untuk mengembangkan bisnis yang dibutuhkan pasar. 

Tingkatkan Kemampuan Berbisnis

Kamu harus jadi cerdas untuk bisa bersaing di dunia bisnis yang memang menjamur sekarang ini. Kemampuan yang kamu butuhkan antara lain komunikasi, untuk bisa menyampaikan informasi ke karyawan yang kamu pekerjakan atau ke calon klien. Kamu juga harus bisa menganalisis pasar, kira-kira produk apa yang akan disukai masyarakat. Jangan lupa kemampuan manajemen juga harus kamu miliki. Intinya, pemilik bisnis yang mau belajar dan berkembang bisa membuat sebuah bisnis maju. 

Hubungi Angel Investor

Sebagai bisnis startup, tentu kamu masih butuh modal untuk bisa membuat bisnis berputar. Masalanya, rata-rata entrepreneur memiliki dana terbatas saat mulai membangun. Inilah saatnya kamu mencari angel investor. Angel investor adalah investor yang mau menanamkan modalnya di bisnis startup, yang berani ambil risiko untuk bermain di fase awal atau mula-mula operasional bisnis. Rata-rata investor tidak mau memberi modal di bisnis yang belum jelas akan untung atau tidak. Tapi tidak demikian dengan angel investor. Ia bisa sangat membantu bisnis startup dalam soal finansial. 

Cari Dana di Bekraf

Alternatif lain dari angel investor adalah Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif). Bekraf menyalurkan BIP (Bantuan Insentif Pemerintah) ke pebisnis-pebisnis awal yang masih kesulitan mendapatkan pinjaman untuk modal. BIP ini berupa hibah dari pemerintah. Namun, tentu mendapatkannya tidak sembarangan. Kamu harus ikuti tata caranya di situs resmi Bekraf. Ajukan proposalmu, lalu persiapkan  diri untuk wawancara. 

Cari Sendiri Klien/Pembelimu

Karena modalmu memang masih minim, tentunya sebagai bisnis startup kamu masih belum bisa mempekerjakan banyak karyawan. Karena itu, sebisa mungkin ambil alih sendiri pekerjaan yang bisa kamu lakukan, contohnya menjaring klien atau pembeli. Tentunya kamu sendiri harus menguasai teknik marketing dan promosi. 

Sebetulnya tipsnya tidak sulit, cukup manfaatkan media sosial yang kamu punya. Sayangnya, banyak orang yang merasa malu atau gengsi untuk berjualan produk atau menawarkan jasa pakai akun media sosial pribadi. Padahal, semua itu berawal dari kekuatan media sosial lho. 

Ikuti Kelas dan Seminar Soal Bisnis

Seperti yang tadi disebutkan, kita sebagai pendiri bisnis harus mau belajar dan berpikiran terbuka untuk bisa menerima pengetahuan baru. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah mengikuti berbagai seminar dan workshop soal bisnis. Biasanya, mendengarkan cerita-cerita soal kesuksesan orang yang berhasil berbisnis bisa jadi penyemangat. Terlebih lagi, kalau sudah melengkapi diri dengan ilmu, biasanya kamu jadi tidak ragu dan takut lagi untuk mulai berbisnis. 

Belajar Dengan Mentor

Sama seperti poin di atas, berdiskusi dengan mentor juga fungsinya untuk menambah ilmu.Temukan pebisnis yang sudah sukses, dan jangan gengsi untuk meminta tips dan nasehat guna menjalankan bisnis startup. Jadikan pebisnis yang sudah sukses ini sebagai mentormu. Kalau perlu, ia bisa membimbingmu langsung dari langkah pertama membangun bisnis sampai nanti saat bisnismu sudah mulai berkembang. 

Advertisements

4 Tipe Bisnis Waralaba Kekinian yang Potensial Untuk Milenial

Berbisnis tentu menjadi pilihan banyak orang karena memberi keuntungan lebih dari segi fleksibilitas. Dengan berbisnis, kamu bisa mengatur waktumu sendiri juga berbagai aspek dalam pekerjaan yang kamu jalani. Kalau kamu adalah anggota generasi milenial dan kalau kamu ingin memulai bisnis baru, salah satu tipe bisnis paling oke yang bisa kamu coba adalah bisnis waralaba atau franchise. Berikut bisnis-bisnis waralaba kekinian yang bisa kamu coba pilih kalau kamu ingin memulai karir berbisnis kamu di era modern seperti ini.

Waralaba Kuliner

Kaum milenial sangat suka nongkrong di kafe-kafe atau tempat makan yang modern, menarik dan unik. Salah satu alasannya yaitu karena kaum milenial suka berfoto di tempat nongkrong untuk kemudian diunggah ke akun sosial media mereka. Nah, ini bisa menjadi peluang untuk kamu meraup untung. Bukalah kafe, tempat makan atau bahkan stand minuman kekinian yang modern, menarik dan unik untuk menjaring kaum milenial dengan sistem waralaba.

Pilihlah brand kafe, tempat makan atau stand minuman yang sudah memiliki brand awareness yang tinggi. Ini bisa dengan efektif menjaring banyak pembeli karena pembeli sudah lebih dulu tahu tentang merk yang kamu jajakan. Dengan menjalankan bisnis waralaba kuliner, kamu bisa mendapatkan keuntungan besar karena brand yang kamu gandeng pasti akan memberikan harga yang sangat murah untuk semua bahan yang nantinya akan kamu pakai dalam menjalankan bisnis kamu.

Waralaba Laundry

Salah satu bisnis yang menjanjikan di era modern seperti ini adalah bisnis laundry karena gaya hidup sekarang ini serba cepat dan kita harus selalu berpacu dengan waktu. Nah, kamu bisa memanfaatkan ini dengan memulai bisnis laundry. Kuncinya adalah memilih brand laundry yang sudah membahana, misal yang sudah memiliki 287 outlet di 101 di seluruh Indonesia. Dengan begitu, peluang bisnis kamu untuk memberikan keuntungan akan sangat besar karena hampir semua orang sudah tahu dengan kiprah brand laundry tersebut dan pasti percaya dengan kualitasnya.

Waralaba Fashion

Tak diragukan lagi, kaum milenial suka berdandan modis dan lagi-lagi ini bisa kamu manfaatkan untuk keuntungan bisnis kamu. Bukalah bisnis waralaba fashion kekinian. Bisnis ini tak hanya kekinian tapi juga sesuatu yang dibutuhkan secara nyata oleh semua orang mengingat sandang adalah salah satu dari tiga kebutuhan primer. Ada banyak franchise fashion sekarang ini dan kamu hanya perlu memilih satu yang sudah tenar dan memiliki keunikan tersendiri misal bisnis yang menjual statement tee, rok tutu panjang, oversized sweater atau jaket bomber.

Waralaba Bimbel

Kompetensi di dunia pendidikan semakin sengit saja sekarang dan ini berarti kamu wajib mempertimbangkan untuk membuka bisnis bimbel kalau kamu mau meraup untung besar. Salah satu hal yang menggiurkan dari bisnis bimbel adalah peluang balik modal yang cepat. Ada banyak brand bimbel yang sudah terkenal dan menjamin keuntungan instan saat ini baik yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri. Kamu tinggal pilih saja salah satu dari brand-brand tersebut dan memulainya di tempat yang mudah dijangkau oleh anak-anak sekolah.

Nah, itu tadi 4 tipe waralaba yang berpotensi memberikan keuntungan melimpah untuk kamu. Satu hal yang perlu kamu perhatikan kalau kamu ingin memulai bisnis waralaba yaitu memilih tempat yang paling strategis sesuai dengan tipe bisnis yang kamu pilih. Bagaimanapun juga. sesuatu yang benar di tempat yang salah akan berubah menjadi sesuatu yang salah juga.

Tertarik Buka Usaha Sendiri? Ini 5 Tips Dasar Buat Milenial yang Mau Berbisnis

Sekarang ini, milenial banyak “dicekoki” saran untuk berhenti jadi karyawan dan mulai jadi bos sendiri. Dan kenapa tidak? Bosan jadi karyawan sah-sah saja kok, mengingat tempat, waktu, dan situasi kerja seringnya malah membuat stress. Makanya banyak juga yang tergoda dengan saran itu. Katanya kan lebih baik pendapatan tak seberapa tapi bisa jadi bos ketimbang gaji besar tapi masih jadi orang suruhan?

Nah, kalau kamu sudah mulai lirik-lirik soal bisnis, ada baiknya kamu paham beberapa hal mendasar soal membangun bisnis. Soalnya, kita tahu dunia bisnis itu fluktuatif, tidak bisa diprediksi. Untuk meminimalisir kerugian, berikut yang bisa kamu persiapkan.

Ikuti Passion

Kalau dulu kamu masih ragu mengikuti passion dengan alasan penghasilan yang tidak stabil, sekarang setelah kamu sudah benar-benar meninggalkan dunia kerja, kenapa ga mulai bisnis yang sesuai minatmu? Bisnis beda dengan dunia kerja. Kalau kamu menyukai bisnis di bidang yang kamu suka, kamu ga akan cepat bosan.

Contohnya, kamu adalah skincare enthusiast. Kenapa ga coba jual skincare? Pertama, kamu bisa mulai sebagai reseller. Nantinya, siapa tahu kamu bisa jadi distributor? Begitu juga yang suka fashion. Coba jual fashion items yang sekiranya kamu suka. Siapa tahu nantinya kamu bisa punya brand sendiri?

Pastikan Produknya Berguna

Oke, kamu berbisnis sesuai passion. Namun tetap perhatikan satu hal, prospek. Pastikan barang (atau jasa) yang kamu tawarkan berguna dan bisa dipakai/digunakan/dimanfaatkan banyak kalangan. Dengan begitu, bisnismu akan selalu berkembang karena produk-produk yang kamu tawarkan akan selalu dibutuhkan.

Contohnya, kamu minat dalam hal fashion. Untuk pemula, jangan langsung jual banyak barang. Pilih satu item yang bisa jadi trademark-mu, hijab misalnya. Seperti yang kamu tahu, kebutuhan akan hijab selalu meningkat. Jadi kamu bisa yakin, kalau dipasarkan dengan tepat, produkmu tidak akan pernah sepi peminat.

Manfaatkan Medsos

Seperti yang tadi disebutkan, produk jika dipasarkan dengan tepat sebetulnya tidak akan pernah sepi peminat. Maka itu, pelajari teknik pemasaran dan pengiklanan yang tepat. Tidak usah susah-susah, cukup manfaatkan medsos-mu.

Instagram, contohnya, adalah salah satu media sosial yang paling sering diidentikkan dengan online shop. Kamu bisa buka akun bisnis (yang terpisah dari akun pribadimu), lalu mulai posting foto-foto produk di sana. Ingat, foto produk yang kamu unggah harus dibuat semenarik mungkin. Karenanya, ga ada salahnya minta tolong temanmu yang fotografer untuk membantumu sedikit dalam hal ini. Pelajari cara memotret produk agar terlihat jelas dan menarik calon pembeli. Setelah itu, jangan lupa tambahkan tagar yang banyak saat posting foto. Tagar yang kamu tambahkan harus sesuai dengan produk yang kamu jual.

Jangan Sepelekan Layanan Pelanggan

Ingat, sebagus apapun produk yang kamu jual, kalau kamu tidak bisa mengambil hati calon pembeli, maka jangan harap usahamu bisa ramai. Kepuasan pelanggan harus jadi prioritas. Ditambah lagi, bisnismu bisa dibilang masih nol. Kamu masih belum mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Itulah makanya kamu butuh usaha dobel untuk meyakinkan calon pembeli bahwa tokomu terpercaya, dan produk yang kamu tawarkan berkualitas baik.

Sediakan juga nomer khusus yang bisa dihubungi oleh calon pembeli. Usahakan nomernya beda dengan nomer pribadimu, jadi kamu tidak bingung. Usahakan untuk membalas chat pelanggan secepat mungkin, dan membalasnya dengan bahasa yang sopan.

Kerja Paruh Waktu

Memang bisnis, semenggiurkan apapun, tidak bisa langsung memberimu kesuksesan dalam sekejap. Karena itu, sambil menunggu bisnismu mulai menghasilkan, kamu bisa kerja paruh waktu dulu. Bahkan meski kamu punya tabungan untuk hidup tanpa bekerja selama setahun penuh pun, lebih baik kalau kamu kerja paruh waktu di rumah. Selain bagus untuk keadaan mental, kamu juga bisa membangun network di “tempat kerja” baru untuk memasarkan bisnis.

Milenial, Ketahui 5 Cara Untuk Memulai Investasi Emas Berikut Ini

Dibandingkan dengan investasi yang lain, investasi emas dinilai yang paling aman karena nyaris tidak tersentuh inflasi atau kenaikan harga. Selain itu, nilai emas cenderung stabil dalam jangka waktu panjang. Likuiditasnya juga tinggi, sehingga emas bisa dijual lagi dengan cepat, dan harganya pun tidak berbeda jauh harga belinya.

Itulah sebabnya investor pemula atau milenial yang mulai ingin berbisnis banyak mengincar emas. Namun jangan salah, meski investasi emas tergolong “aman”, kamu tetap harus ketahui liku-likunya biar bisa dapat hasil yang diinginkan. Berikut 5 hal mendasar yang harus kamu pahami:

Ketahui Kemampuan Finansialmu

Apapun investasi yang kamu pilih, bahkan yang mudah seperti emas sekalipun, tetap butuh dana lebih. Itulah sebabnya pendapatanmu harus lebih tiap bulannya kalau ingin berinvestasi. Kelebihan pendapatan tiap bulan bisa kamu alokasikan untuk beli emas.

Aturan dasar dalam investasi adalah: jangan mengalokasikan seluruh pendapatanmu untuk meraup keuntungan investasi. Setidaknya kamu harus punya dana ekstra atau dana cadangan yang jumlahnya cukup memadai sebelum investasi. Setidaknya, persiapkan 6-12 bulan dulu sebelum mulai berinvestasi.

Selain itu, jangan berhutang. Jangan meminjam uang untuk memulai bisnis kalau kamu masih pemula. Lunasi dulu semua hutang, tunggakan, dan cicilan jika ada. Dengan begitu, kamu bisa meraup keuntungan bersih lebih banyak dari hasil investasi.

Tentukan Tujuan dan Rencana yang Pasti

Apa tujuanmu mau investasi emas? Ingat, investasi emas itu BUKAN cuma sekadar beli emas, disimpan, kemudian dijual lagi kalau butuh uang. Harus ada tujuan dari setiap investasi. Contohnya, kamu mau investasi emas sebagai modal nikah, atau untuk persiapan dana pendidikan, biaya jalan-jalan, dan lain sebagainya.

Kalau tujuannya seudah jelas, akan lebih mudah untuk bikin perencanaan. Seperti berapa banyak gram emas yang mau kamu beli, berapa banyak yang ingin kamu beli dalam setiap periode, waktu belinya, dan lain sebagainya.

Ketahui Waktu yang Tepat Saat Beli Emas

Rajin-rajinlah mengecek harga emas di pasaran. Pelajari juga pergerakan harganya di pasaran. Semua itu berguna untuk memastikan kapan waktu yang pas untukmu beli emas. Kenapa beli emas tidak bisa sesukanya? karena meski tidak banyak, tapi harga emas juga ada naik turunnya. Beli emas saat harganya sedang turun, dan jual kembali saat harganya naik. Dengan begitu, keuntungannya bisa maksimal.

Perhatikan juga jangka waktu penyimpanan emas. Investasi emas sebaiknya dilakukan untuk jangka panjang, minimal 5 tahun. Semakin “tua” emas, semakin naik harganya.

Lakukan Jual Beli Emas di Tempat yang Terpercaya

Teliti dulu toko-toko emas yang kamu incar. Kalau tidak, salah-salah kamu bisa kena tipu. Soalnya, ada banyak penjual tidak jujur yang bisa memalsukan serta mengurangi kadar emas yang hendak kita beli. Alhasil kamu yang rugi, sudah beli mahal tahunya kadar/karat emasnya rendah. Itu kalau kamu beli emas dengan metode lama alias konvensional.

Kalau untuk kaum milenial sih rata-rata pakai aplikasi jual beli emas. Aplikasi berbasis digital ini dinilai lebih cocok untuk kaum muda. Ditambah lagi, tentu lebih aman karena kamu tidak perlu bawa-bawa uang banyak ke toko emas dan risiko ditipu juga tidak ada.

Pikirkan Tempat Penyimpanannya

Kalau sudah beli emas, di mana rencananya kamu mau menyimpan emas-emas tersebut? Jelas berisiko tinggi kalau kamu simpan begitu saja di rumah. Ada beberapa pilihan aman yang bisa kamu pilih, antara lain di brankas atau safe deposit box. Brankas bisa diletakkan di rumah, sedangkan safe deposit box cuma tersedia di bank-bank ternama, di mana kalau kamu ingin menyimpan barang di sana, harus bayar sewa yang mesti diperbarui tiap tahunnya.

Milenial Wajib Tahu: 5 Tips Jitu Untuk Mulai Berbisnis Properti Bagi Pemula

Bisnis properti? Pasti yang terlintas di benakmu adalah developer perumahan, usaha kos-kosan, usaha kontrakan, dan lain sebagainya. Butuh modal besar dong? Padahal tidak lho. Kita sebagai kaum milenial juga sudah harus melek bisnis. Bisnis properti bukan cuma milik mereka yang sudah sukses dalam karir selama puluhan tahun.

Jangan muluk-muluk membayangkan membangun perumahan, kontrakan dengan banyak pintu, dan sejenisnya. Sebagai pemula, satu buah properti saja sudah cukup. Kalau berhasil, keuntungannya bukan cuma sekadar ratusan ribu, tapi jutaan!

Tertarik? Begini 5 tips untuk milenial yang mulai ingin terjun ke investasi properti.

Jangan Berhutang, Lunasi Hutang

Rata-rata investor pemula memilih metode hutang sebagai modal awal bisnis. Kalau kamu masih belum yakin akan keadaan finansialmu selama beberapa tahun ke depan, hindari cara ini. Setidaknya, kamu harus punya cukup tabungan sebagai modal awal. Dan jangan pernah terpikir untuk memulai bisnis jika kamu masih punya hutang atau beban tunggakan. Lunasi dulu hutang dan cicilanmu, baru kemudian mulai berinvestasi.

Pahami Sistem KPR

Seperti yang tadi disebutkan, persiapkan tabunganmu sebagai modal awal. Modal di sini adalah uang muka KPR. Ketahui jumlah nominal yang harus kamu bayarkan, biasanya bukan cuma uang muka saja, tapi ada biaya-biaya ekstra lainnya di awal. Biaya pembelian properti yang dibebankan pada pembeli antara lain: uang tanda jadi, uang muka, dan angsuran. Sedangkan untuk biaya ekstra, biasanya itu mencakup: biaya untuk bank, biaya asuransi, biaya notaris, dan biaya pajak.

Kalau tabunganmu sudah lebih dari cukup, akan lebih mudah untuk mengajukan KPR ke bank. Cari tahu juga soal suku bunga. Suku bunga sekarang mungkin terdengar rendah, tapi kalau KPR sudah mulai diajukan, bunga bisa lebih tinggi lagi. Maka itu, kamu harus cari bank dengan suku bunga paling rendah.

Jangan Tergoda Beli Rumah Second

Kecuali kamu punya kenalan arsitek atau tukang untuk renovasi rumah, jangan pernah tergoda beli rumah second. Jangan berharap biaya renovasi yang kamu keluarkan akan kembali setelah ada penyewa. Kalau pun kamu beli rumah second, pastikan rumahnya masih dalam keadaan bagus dan tidak membutuhkan banyak renovasi.

Selain itu, ketahui juga dengan pasti biaya operasional yang akan kamu keluarkan. Ini nih yang sering dilupakan oleh investor properti. Bukan cuma biaya renovasi saja, tapi juga biaya pajak dan lain sebagainya.

Tentukan Lokasi yang Tepat

Lokasi rumah yang kamu beli harus strategis. Strategis di sini maksudnya aksesnya mudah ke mana-mana, seperti pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, bisa dijangkau moda transportasi, dan sebagainya. Pastikan juga areanya bebas banjir, rendah kriminalitas, dan lingkungannya bersahabat. Selain itu, kamu juga harus pertimbangkan keuntungan untukmu sendiri. Lokasinya harus yang biaya pajaknya rendah.

Ketahui Legalitas dan Masalah Hukumnya

Jangan cuma asal beli. Kamu juga harus tahu masalah-masalah legal. Telitilah sertifikat tanah pengembang. Jangan sampai rumah yang sudah kamu beli ternyata tanahnya sengketa. Soalnya, sertifikat tanah memastikan status kavling tanah dari rumah yang akan kamu beli. Hal-hal yang berkaitan dengan legalitas ini isa ditanyakan pada notaris yang mengurus akta tanah.

Selain itu, kamu juga harus tahu waktu serah terima rumah. Biasanya ada sedikit ketidaksesuaian, dan keterlambatan. Ketahui apa konsekuensi dan kebijakan yang kamu dapatkan dari pengembang jika itu terjadi. Semua harus jelas di awal perjanjian jual beli. Ini penting untuk menghindari tindak penipuan yang umumnya terjadi dalam bisnis properti.

Selamat berbisnis!

Inilah Startup Baru yang Jadi Tren di Awal 2019

Keberadaan startup kini menjadi tren yang ramai di tengah perkembangan dalam bidang ekonomi kreatif. Kaum milenial tanah air semakin menunjukkan gaungnya dengan melahirkan startup-startup baru yang keberadaannya patut diperhitungkan. Mulai dari startup yang menyediakan jasa traveling, catering, hobi, properti, hingga event organizer. Siapa saja mereka? Mari kita simak lima startup baru yang bersinar di awal tahun ini.

Trivatrip

Generasi milenial sangat suka travelling. Nah, untuk memudahkan para traveller untuk memesan layanan jasa perjalanan, ada aplikasi Trivatrip. Melalui aplikasi ini, traveller yang ingin memesan open trip atau private trip bisa melihat berbagai jenis operator travel sebelum memilih perjalanan. Cukup memudahkan bagi mereka yang ingin menikmati perjalanan bisnis/liburan yang well-organized.

Hepimama

Keterbatasan waktu membuat kebanyakan orang sibuk dengan aktivitas dan tak sempat menyiapkan makanan di rumah. Aplikasi Hepimama hadir untuk membantu menyediakan paket katering dengan berbagai jenis menu makanan. Mulai dari makanan Jepang, khusus vegetarian, pelaku diet dan sebagainya. Setelah melakukan pemesanan dan membayar, menu akan datang esok hari. Hmmm…cocok untuk para ibu muda yang selalu ingin praktis tapi tak melupakan kualitas.

Hobiku

Hobiku adalah aplikasi yang bisa menghubungkan Anda dengan orang yang memiliki minat atau hobi yang sama. Aplikasi ini juga menghadirkan informasi tentang keberadaan komunitas olahraga, musik, hingga game. Cocok bagi Anda yang senang mencari teman baru dari dunia yang sama.

UrbanAce

UrbanAce adalah agen properti digital yang memungkinkan Anda untuk bergabung dengan jaringan mereka (Ambassador Network) dan ikut menjual properti. Dengan solusi teknologi yang mereka hadirkan, kamu bisa melakukan penjualan properti tersebut dari mana saja. Mereka mengaku telah mempunyai sekitar enam ratus orang anggota, dengan jumlah pendapatan yang mencapai Rp12 miliar di tahun 2017. Wow!

Invita

Bagi pembuat event organizer, aplikasi yang dihadirkan startup Invita pasti akan sangat mempersingkat waktu dan memudahkan pekerjaan. Semua pekerjaan seperti membuat undangan konferensi, acara pernikahan, pesta bisa dibuat hanya melalui satu aplikasi. Di dalamnya sudah ada platform untuk membuat template undangan, membaginya ke akun media sosial atau email, dan mengelola buku tamu para pengunjung cukup dari satu aplikasi.

Banyaknya pesaing, tentulah bukan menjadi hal yang mudah dihadapi bagi setiap startup. Hal ini terlihat sangat jelas, melakukan berbagai macam strategi serta tips jitu agar startup terus berjalan dan semakin berkembang.

Berkat kerja sama yang kuat antara CEO dengan timnya, tak sedikit startup milik millenial Indonesia ini terbilang semakin sukses, bahkan hampir semua startup di Indonesia dilirik investor dari luar negeri. 

Bravo, Indonesian Youth!