Tag: Tips investasi

Milenial, Ketahui 5 Cara Untuk Memulai Investasi Emas Berikut Ini

Dibandingkan dengan investasi yang lain, investasi emas dinilai yang paling aman karena nyaris tidak tersentuh inflasi atau kenaikan harga. Selain itu, nilai emas cenderung stabil dalam jangka waktu panjang. Likuiditasnya juga tinggi, sehingga emas bisa dijual lagi dengan cepat, dan harganya pun tidak berbeda jauh harga belinya.

Itulah sebabnya investor pemula atau milenial yang mulai ingin berbisnis banyak mengincar emas. Namun jangan salah, meski investasi emas tergolong “aman”, kamu tetap harus ketahui liku-likunya biar bisa dapat hasil yang diinginkan. Berikut 5 hal mendasar yang harus kamu pahami:

Ketahui Kemampuan Finansialmu

Apapun investasi yang kamu pilih, bahkan yang mudah seperti emas sekalipun, tetap butuh dana lebih. Itulah sebabnya pendapatanmu harus lebih tiap bulannya kalau ingin berinvestasi. Kelebihan pendapatan tiap bulan bisa kamu alokasikan untuk beli emas.

Aturan dasar dalam investasi adalah: jangan mengalokasikan seluruh pendapatanmu untuk meraup keuntungan investasi. Setidaknya kamu harus punya dana ekstra atau dana cadangan yang jumlahnya cukup memadai sebelum investasi. Setidaknya, persiapkan 6-12 bulan dulu sebelum mulai berinvestasi.

Selain itu, jangan berhutang. Jangan meminjam uang untuk memulai bisnis kalau kamu masih pemula. Lunasi dulu semua hutang, tunggakan, dan cicilan jika ada. Dengan begitu, kamu bisa meraup keuntungan bersih lebih banyak dari hasil investasi.

Tentukan Tujuan dan Rencana yang Pasti

Apa tujuanmu mau investasi emas? Ingat, investasi emas itu BUKAN cuma sekadar beli emas, disimpan, kemudian dijual lagi kalau butuh uang. Harus ada tujuan dari setiap investasi. Contohnya, kamu mau investasi emas sebagai modal nikah, atau untuk persiapan dana pendidikan, biaya jalan-jalan, dan lain sebagainya.

Kalau tujuannya seudah jelas, akan lebih mudah untuk bikin perencanaan. Seperti berapa banyak gram emas yang mau kamu beli, berapa banyak yang ingin kamu beli dalam setiap periode, waktu belinya, dan lain sebagainya.

Ketahui Waktu yang Tepat Saat Beli Emas

Rajin-rajinlah mengecek harga emas di pasaran. Pelajari juga pergerakan harganya di pasaran. Semua itu berguna untuk memastikan kapan waktu yang pas untukmu beli emas. Kenapa beli emas tidak bisa sesukanya? karena meski tidak banyak, tapi harga emas juga ada naik turunnya. Beli emas saat harganya sedang turun, dan jual kembali saat harganya naik. Dengan begitu, keuntungannya bisa maksimal.

Perhatikan juga jangka waktu penyimpanan emas. Investasi emas sebaiknya dilakukan untuk jangka panjang, minimal 5 tahun. Semakin “tua” emas, semakin naik harganya.

Lakukan Jual Beli Emas di Tempat yang Terpercaya

Teliti dulu toko-toko emas yang kamu incar. Kalau tidak, salah-salah kamu bisa kena tipu. Soalnya, ada banyak penjual tidak jujur yang bisa memalsukan serta mengurangi kadar emas yang hendak kita beli. Alhasil kamu yang rugi, sudah beli mahal tahunya kadar/karat emasnya rendah. Itu kalau kamu beli emas dengan metode lama alias konvensional.

Kalau untuk kaum milenial sih rata-rata pakai aplikasi jual beli emas. Aplikasi berbasis digital ini dinilai lebih cocok untuk kaum muda. Ditambah lagi, tentu lebih aman karena kamu tidak perlu bawa-bawa uang banyak ke toko emas dan risiko ditipu juga tidak ada.

Pikirkan Tempat Penyimpanannya

Kalau sudah beli emas, di mana rencananya kamu mau menyimpan emas-emas tersebut? Jelas berisiko tinggi kalau kamu simpan begitu saja di rumah. Ada beberapa pilihan aman yang bisa kamu pilih, antara lain di brankas atau safe deposit box. Brankas bisa diletakkan di rumah, sedangkan safe deposit box cuma tersedia di bank-bank ternama, di mana kalau kamu ingin menyimpan barang di sana, harus bayar sewa yang mesti diperbarui tiap tahunnya.

Yuk, Kenali Lebih Jauh Soal Investasi Halal yang Pas Buat Kaum Muda

Sekarang ini, tipikal khas kaum milenial adalah ketika ditanya bagaimana nanti ke depannya, jawabannya pasti, “ga tau deh.”, “liat gimana ntar aja”, “belum kepikiran, masih bingung”. Padahal, sebagai kaum milienial yang melek teknologi dan hidup di kecanggihan zaman seperti sekarang, kita wajib merencanakan masa depan kita secara mendetail, apalagi dalam hal finansial.

Kamu yang lajang tapi sudah punya pasangan, sudah punya tabungan nikah? Atau kamu yang sudah menikah, sudah rencana untuk beli rumah sendiri? Biasanya dua hal itu yang jadi masalah terbesar kaum milenial. Mau nikah ga ada modal, sudah nikah ga punya rumah. Nah, di sini ini pentingnya investasi.

Jenis-jenis Investasi

Kamu pasti sudah sering dengar soal investasi di pasar modal, seperti reksadana, saham, obligasi, dan surat berharga. Selain itu, ada juga investasi di pasar uang yang mencakup surat berharga pasar uang, sertifikat bank Indonesia, dan deposito. Investasi-investasi tersebut disebut investasi mainstream karena memang rata-rata orang menggunakan investasi jenis ini kalau ingin memutar uang.


Namun, yang kini mulai dilirik oleh kaum muda adalah jenis investasi online. Sebut saja Forex/Valas. Investasi jenis ini, meski sangat menguntungkan, risikonya juga tinggi. Jadi untuk kamu si adrenaline junkie, investasi jenis ini pasti bikin kamu tertarik. Sedangkan untuk kamu yang lebih suka main aman dan ga suka sensasi harap-harap cemas, bisa coba investasi emas online. Nilai ema relatif sama setiap tahunnya. Tapi investasi jenis ini juga tidak mudah, jadi cuma yang sudah punya cukup pengalaman yang bisa benar-benar sukses.

Ada juga reksadana online. Investasi ini risikonya tidak terlalu tinggi, tapi hasilnya juga tidak terlalu banyak. Makanya banyak kaum milenial yang baru mulai melek finansial memilih untuk mengawali investasinya dengan reksadana.

Investasi Syariah

Sebagai milenial muslim, selain memilih jenis investasi yang paling menguntungkan, penting juga untuk memilih yang halal. Karena itulah sekarang ada investasi syariah yang menyasar kaum milenial muslim. Jenis investasi ini dijamin kehalalannya, jadi ga perlu takut makan uang haram. Ada beberapa pilihan yang bisa kamu pertimbangkan, di antaranya deposito mudharabah (berjangka waktu), tabungan mudharabah (sistem bagi hasil), sukuk (obligasi syariah), emas, saham syariah, reksadana syariah, investasi properti, dan surat berharga syariah negar (SBSN).

Yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Berinvestasi

Pertama, kamu harus belajar dasar-dasar investasi dulu. Jangan cuma asal baca sekilas saja. Tenang, ada banyak informasi soal ini. Lebih baik kamu download e-book yang berisi panduan, atau rajin ikut seminar soal investasi. Jangan malas untuk baca-baca artikel soal keuangan.

Kedua, tetapkan apa tujuan investasinya. Ada investasi jangka pendek dan jangka panjang. Kalau kamu mau ngumpulin uang buat liburan keluar negeri, pilih investasi jangka pendek. Sementara kalau kamu mau nabung buat modal nikah, beli rumah, atau beli mobil, pilih investasi jangka panjang.


Ketiga, ketahui soal biayanya, karena investasi juga ada biayanya. Biaya investasi akan memotong hasil investasimu. Biayanya tergantung dari jenis investasi yang kamu pilih. Untuk jenis investasi pasif, biayanya biasnaya lebih rendah. Sebaliknya, investasi aktif, biayanya biasanya besar. Perdagangan saham itu jenis investasi aktif lho. Jadi kamu yang tertarik main saham, ketahui juga bahwa biayanya besar. Itu karena pialang saham membebankan biaya komisi. Namun kalau kamu mulai dari investasi saham yang kecil, coba pilih broker diskon karena komisinya lebih kecil.

Gimana? Sudah mulai yakin untuk investasi sekarang? Jangan mau dianggap sebagai kaum milenial yang cuma bisa boros, belanja, dan menghambur-hamburkan uang. Tunjukkan bahwa kamu pun bisa mengelola keuanganmu dengan bijak bahkan sejak masih muda.