Technology

Startup Unicorn di Indonesia

unicorn_globeforce.com
image from globeforce.com

Saat ini kita jumpai banyak perusahan baru yang rata-rata berbasiskan teknologi yang saat ini berdiri di Indonesia. Mulai dari perusahan transportasi, market-place, travel, pembayaran, edukasi dan penggalangan dana. GO-JEK adalah merupakan salah satu perusahaan startup berbasis transportasi yang saat ini menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia, dimana baru-baru ini, GO-JEK telah berekspansi hingga ke Vietnam. Disamping GO-JEK, ada Traveloka, Tokopedia, dan juga Bukalapak, yang sudah menjadi perusahaan startup dengan level unicorn dengan valuasi di atas 1 Juta U.S Dollar atau setara dengan 15 Triliun Rupiah.  Berikut adalah ulasannya :

  1. GO-JEK
gojek_crunchbase.com
gojek_crunchbase.com image from crunchbase.com

GO-JEK merupakan startup teknologi di Indonesia yang berbasiskan transportasi dan logistic. GO-JEK didirikan oleh Nadiem Makarim yang merupakan lulusan Brown University dan Harvard Business School. GO-JEK merupakan perusahaan dengan level Unicorn pertama di Indonesia, yang juga merupakan perusahaan di Asia Tenggara yang termasuk ke dalam list 50 perusahaan yang menurut Fortune yang mengubah dunia menjadi lebih baik di tahun 2017.

GO-JEK mendapatkan investasi dari Sequoia Capital, Temasek Holding, KKR, Tencent, Meituan-Dianping, WarburgPincus, NorthStar Group, Farallon Capital Management LLC, Capital Group Cos, DST Global, JD.com dan NSI Ventures. Juga mendapatkan investasi dari PT. Astra Inernational Tbk, PT. Global Digital Niaga dan Djarum Group. Google juga merupakan salah satu investor dari GO-JEK. GO-JEK bernilaikan 5 Miliar U.S Dollar di bulan Februari 2018.

Nama GO-JEK sendiri berasal dari “Ojek” yang merupakan transportasi umum yang menggunakan sepeda motor yang biasa kita temui di Indonesia. Aplikasi GO-JEK di luncurkan pada Januari 2015 dan dalam waktu kurang dari dua tahun, di download oleh lebih dari 30 juta pengguna. GO-JEK masuk ke dalam jajaran Top 10 merk yang paling kuat di Indonesia dan Top 3 merk paling kuat di kategori transportasi dan logistic. GO-JEK juga menanamkan investasi di Pathao, yang merupakan perusahaan berbasis transportasi di Bangladesh. Di bulan Mei 2018, GO-JEK telah menginvestasikan sebesar 500 Juta U.S Dollar untuk ekspansi secara internasional, mulai dari empat negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina.

2. Traveloka

traveloka_traveloka.com
traveloka_traveloka.com image from traveloka.com

Traveloka adalah perusahaan startup unicorn yang menyediakan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara online yang berfokus kepada travel domestik. Traveloka dirikan pada tahun 2012 oleh Derianto Kusuma, Ferry Unardi dan Albert Zhang. Mereka bergabung pada tahun 2013 yang dimulai oleh Ainun Najib. Ide membuat perusahaan muncul ketika Ferry Unardi seringkali kesulitan dalam melakukan reservasi tiket pesawat terbang, terutama ketika ia ingin kembali ke kota kelahirannya di Padang, Indonesia, dari Amerika Serikat. Pada mulanya, Traveloka hanya melayani pencarian tiket untuk membandingkan harga tike pesawat dengan perusahaan travel yang lain. Pada Maret 2014, Ferry Unardi menyatakan bahwa Traveloka akan segera memasuki bisnis pemesanan hotel. Pada Juli 2014, akhirnya aplikasi pemesanan hotel diluncurkan.

Traveloka mendapatkan investasi pertama dari East Venture pada bulan November 2012. Pada bulan September 2013, Traveloka mengumumkan pendanaan seri A dari Global Founders Capital. Pendanaan tersebut digunakan untuk membuat layanan baru seperti pemesanan hotel dan paket travel. Di bulan Juli 2017, Traveloka mendapatkan pendanaan sebesar 4.6 Triliun Rupiah dari perusahaan Expedia Inc, East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com dan Sequoia Capital.

3. Tokopedia

tokopedia_fast.or.id
tokopedia_fast.or.id image from fast.or.id

Tokopedia didirikan pada tahun 2009 oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison, tepatnya pada tanggal 6 Februari 2009, dan meluncurkan website Tokopedia.com secara public pada tanggal 17 Agustus 2009.

PT. Tokopedia mendapatkan pendanaan awal dari PT. Indonusa Dwitama di tahun 2009 sebesar 2.5 Miliar Rupiah. Tokopedia kemudian mendapatkan investasi dari East Venture (2010), CyberAgent Ventures (2011), NetPrice (2012) dan Softbank Ventures Korea (2013). Pada bulan Oktober 2014, Tokopedia mencatat sejarah sebagai perusahaan pertama di Asia Tenggara yang mendapatkan investasi sebesar 100 Juta U.S Dollar atau setara dengan 1,5 Triliun Rupiah dari Sequoia Capital dan Softbank Internet and Media Inc. Pda bulan April 2016, Tokopedia mendapatkan investasi sebesar 147 Juta U.S Dollar. Pada tahun 2017, Tokopedia mendapatkan investasi sebesar 1.1 Milliar U.S Dollar dari Alibaba.

4. Bukalapak

bukalapak_informasiasiajib.info
bukalapak_informasiasiajib.info image informasiasiajib.info

Bukalapak didirikan oleh Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono pada awal 2010, sebagai salah satu divisi dari Suitmedia. Pada tahun 2011, status Bukalapak berubah menjadi PT, dimana Achmad Zaky didapuk sebagai CEO dan Nugroho Herucahyono sebagai CTO.

Setelah kurang lebih setahun berdiri, Bukalapak mendapatkan investasi dari Batavia Incubator. Tahun 2012 Bukalapak mendapatkan tambahan investasi dari GREE Venturesled. Pada tahun 2014, Bukalapak mendapatkan investasi dari Aucfan, IREP, 500 Startups dan GREE Ventures. Pada bulan Maret 2014, Bukalapak meluncurkan aplikasi mobile android. Aplikasi tersebut diciptakan untuk penjual, guna memfasilitasi mereka untuk mendapatkan akses guna bertransaksi menggunakan handphone. Sejak diluncurkan hingga Juli 2014, aplikasi Bukalapak telah didownload oleh lebih dari 87 ribu pengguna. Meskipun baru berdiri selama tiga tahun, Bukalapak mendapatkan reputasi yang baik, terkait dengan customer service dan website yang mudah untuk di akses. Pada bulan Juni 2014, Bukalapak menambahkan menu Quick Buy, yang memungkinkan pembeli untuk membeli barang tanpa harus registrasi dalam pembuatan akun di Bukalapak. Bukalapak juga memiliki program untuk memfasilitasi SME Indonesia untuk bertransaksi dalam pembelian dan penjualan secara online.

Bukalapak mendapatkan investasi dari Emtek dengan total sebesar 439 Miliar Rupiah. Bagaimanapun juga, pada tahun 2015, Bukalapak masih harus merugi hingga 229 Miliar Rupiah, dengan keuntungan sebesar 6.4 Miliar Rupiah.

(pset)